
di esok harinya ,jianying melakukan aktivitas biasanya ,ia sarapan dengan baik lalu memeriksa surat-surat yg datang pagi ini untuk di selesaikan.
jianzhen menghampiri jianying sembari membawa sebuah tumpukan surat ,bibi Lin menatap sedih "apa itu datang untuk di selesaikan hari ini ?" jianzhen menggeleng "tidak juga ,nona tertua surat-surat ini kebanyakan adalah undangan sebagai pengurus kediaman baru ,dan beberapa rapat biasa"
jianying menatap sejenak lalu beralih ke kertas yg ada di hadapannya "emh, taruh saja dulu aku akan memeriksanya nanti" Jianzhen menurut ia meletakkan surat tersebut ke sisi meja lalu tanpa sengaja ia melihat diantara tumpukan kertas dan surat di meja
"apa ini..." jianying mengalihkan perhatian nya "apa ?" jianzhen menunjukkan apa yg dia temukan "nona tertua ,apa ini ?" jianying terdiam lalu merebutnya "i-ini..."
jianzhen menatap bingung "nona..." jianying tersadar "ah ini hanya beberapa buku yg aku temukan kemarin ,aku ingin membacanya nanti biarkan saja dulu" jianzhen mengangguk saja .
jianying kembali menatap kertas di depannya tapi kembali teralihkan pada buku di depannya 'kenapa buku ini ada disini....aku tidak ingat membawanya lalu apa itu Kelin ? ,ah aku akan mencari tahu nanti saja , sekarang kertas tumpukan ini benar-benar harus ku selesaikan'
jianying menggeleng pelan lalu kembali fokus pada pekerjaan nya , jianzhen dan bibi Lin hanya bisa menatap kesibukan jianying tanpa bisa membantu, mereka bukan tidak ingin membantu tapi mereka merasa tidak akan bisa menyelesaikannya jadi jianying sendiri yg bisa membereskannya.
di luar terdengar suara ramai , jianzhen menyadari itu dan membungkuk "nona ,aku akan memeriksa apa yg terjadi" jianying mengangguk "emh pergilah" jianzhen membungkuk hormat lalu berbalik keluar untuk memeriksa .
bibi Lin membantu jianying merapikan kertas dan surat yg sudah di periksa ,lalu menaruhnya di tempat aman agar ketika selesai bisa langsung di kirim .
__ADS_1
"nona..." jianying mendengar jianzhen memanggilnya tapi ia sedikit sibuk dan tak bisa melihat jadi ia hanya berdehem "emh...ada apa ?" jianzhen tidak bersuara
"jinying..." jianying tersentak mendengar panggilan halus tersebut ,ia mengangkat wajahnya dan benar-benar terkejut "pe-permaisuri... Yang mulia ,maaf kan hamba" jianying langsung bangkit untuk memberi sujud tapi di hentikan lebih dulu
"jinying ,tidak perlu sujud aku datang untuk melihat mu , bagaimana kabar mu ?" jianying mengangguk "jinying baik-baik saja , seperti yg Yang mulia lihat" permaisuri mengangguk "syukurlah ,oh ya jianying sebenarnya aku datang bukan karna ingin menanyakan kabar mu saja tapi..." jianying menatap tenang "ada apa Yang mulia ?"
"begini ,jinying sejujurnya ada sedikit kesalahan yg terjadi ini kesalahan yg tak pernah kami harapkan ,jianying kamu akan bertunangan dengan pangeran ke 3 bukan jendral besar tianzhi" wajah tenang jianying berubah seketika
jianzhen dan bibi Lin yg ada disana ikut terkejut "apa..." jianying memejamkan mata berusaha untuk mengontrol dirinya "lalu...Dimana dia ?" permaisuri mengangguk "dia datang ke istana ,karna itu aku datang untuk membawa mu kesana juga"
jianying segera bersiap tanpa menunggu waktu lama, sebelum naik ke tandu "bibi Lin jika nanti ada yg datang untuk menemui ku ,entah siapapun itu atau lebih spesifik nya wanita minta dia untuk menunggu ku ,hingga aku kembali ke kediaman" bibi Lin mengangguk "tentu nona"
__ADS_1
"jendral besar ,tolong perhatikan kata-kata anda di sini Yang mulia sebelumnya memang menerima itu tapi berubah pikiran" tianzhi menatap penasihat kaisar dengan datar , "lalu bagaimana dengan jianying ? apa menurut anda dia akan menerima hal ini dengan semudah itu ?"
"jendral tak perlu khawatir ,pangeran akan memberikan mahar yg sangat banyak dan mewah ,nona Liu jianying pasti akan menerimanya"
"apa aku terlihat begitu rendah dimata mu penasihat Yue ?" semua orang berbalik ,jianying sudah masuk kedalam ruangan bersama permaisuri di sampingnya .
"nona tertua ,anda salah sangka hamba tidak bermaksud seperti itu" jianying menatap penasihat Yue dengan sedikit tekanan "lalu bagaimana anda bisa mengatakan kalau saya akan menerima hal ini hanya karna MAHAR YG BANYAK DAN MEWAH , bukankah itu berarti meremehkan kemampuan saya ?" penasihat tersenyum "tidak berani"
"jianying, kau datang ?" pangeran ke 3 menghampiri jianying ,tanpa membalasnya jianying hanya memberi hormat lalu berjalan ke samping tianzhi , "Yang Mulia kaisar ,jianying datang untuk menanyakan kejelasan hal ini" kaisar berdehem "jianying , seperti yg sudah permaisuri katakan kau akan melakukan pertunangan dengan pangeran ke 3"
__ADS_1
tianzhi melirik jianying yg sepertinya sedikit kesal, tianzhi menggenggam tangan jianying dan berbisik "tenanglah ,semua akan baik-baik saja" jianying menatap tianzhi lalu mengangguk pelan .