Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi

Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi
6


__ADS_3

"permaisuri tolong berikan hukuman atas nama kami" permaisuri terdiam "tunggu mari kita dengarkan pangeran yg datang kesini ?" pangeran shian melirik jianying yg tampak tenang


"kakak sesampainya aku disini putri ini memang sedang tenggelam di dalam kolam dan putri ini berdiri tak jauh tapi hanya diam mematung" permaisuri mengangguk "kalau begitu putri ini ? kenapa tidak bicara ?" jianying tak bisa melakukan apa-apa ia memberi kontak mata pada tianzhi "permaisuri dia tak akan mau bicara dia sudah mengakuinya" Jianying menatap dalam Li Wei


Li Wei berteriak ketika menatap dalam mata jianying "ibu ada apa ?" Li Wei menunduk ketakutan "ka-kau..." Li mei menatap jianying yg diam

__ADS_1


"oh ya jendral tianzhi ? apa kau tak ingin mengatakan apapun ?" tianzhi melirik mata jinying "permaisuri untuk saat ini bukan kah lebih baik membawa Li mei untuk di obati tabib dibanding berdiri terus disini" permaisuri mengangguk "kalau begitu kita kembali dulu saja" belum melangkah


"permaisuri ,justru karna itu kita harus menyelesaikan masalah ini dengan cepat" jianying melirik utusan yg ia lihat sebelumnya "putri Shu qin benar-benar sengaja tapi sebelum itu aku harus memberikan hukuman pada kedua manusia tak tahu diri ini" Kalista berdesis dan dengan susah payah menggerakkan tangannya


"jianying ?" tepat ketika itu Kalista mengingat sesuatu "nona Kalista ,kau tahu perempuan ini pernah membuat obat agar seluruh tubuh tak bergerak dan membuatnya tak bisa bicara" Kalista yg mendengar itu mengerutkan kening "apa ada hal seperti itu ?" Kelin dengan percaya diri mengangguk "tentu satu-satu nya cara adalah melukai bagian tubuh maka dengan itu kau akan bisa bebas" Kalista berdesis "maksud mu caranya seperti melepas borgol ? walau terluka berhasil bebas dari belenggu" Kelin mengangguk "wahhh nona kau benar-benar hebat"

__ADS_1


melihat itu pangeran Shin langsung menghalangi "putri" jianying menatap datar dengan sekali gerakan jianying melempar kembali pedang tianzhi ke sarung dan melempar sebuah kertas di atasnya terdapat sebuah sampel jelas Li Wei langsung menjerit "ampuni aku ....aku mohon ampuni Aku" semua menatap bingung


"apa yg terjadi disini ?" kaisar muncul dengan jendral Liu secara kebetulan "ayah" jendral melihat ke arah li mei "ayah kakak mau membunuh ku dan ibu kau harus menolong kami" jianying melemaskan otot-otot nya "adik kenapa mulut mu begitu kejam ? menuduh ku seperti itu apa kau benar-benar tak menyukai ku ?" jendral menatap bingung "jiying katakan apa yg terjadi" jinying yg mendapat dukungan kaisar membuka mulut tapi belum selesai


Li mei mendorong jianying beruntung tianzhi sadar dan berhasil menangkap jianying "anak ini !!" jianying memegang dadanya yg tiba-tiba sakit "aww...ahhh" tianzhi memegang erat tangan jianying yg sepertinya menahan sakit "Li mei !! apa yg kau lakukan pada nya !!" jendral berdiri kasar "i-itu..." jianying berhasil kembali dadanya sudah tak sakit ia memegang tangan jendral "ayah.....jiying tak apa-apa" jianying masih perlu waktu menormalkan tekanan nya

__ADS_1


"kenapa asma ku kambuh ? padahal hanya dorongan kecil dan seharusnya tak kambuh karna hal kecil sebenarnya apa yg terjadi"


__ADS_2