
"jendral aku kurang yakin jika harus menaruh pasukan bala bantuan ke dekat gunung.....itu terlalu dekat dengan kamp musuh" tianzhi melirik jianying
"pemimpin wu memang benar itu berbahaya tapi siapa tahu kalau ada pengkhianat di antara para pemimpin" pemimpin wu mematung "a-apa maksud nona ?" jianying melirik pria yg berdiri di luar tenda
pemimpin wu menatap kearah pandangan jianying "jianzhen ,tuangkan teh" jianzhen mengangguk dan mulai menuangkan tanpa bertanya banyak hal "pemimpin wu sebenarnya...." pemimpin wu langsung bersujud hormat di depan tianzhi
"jendral aku minta maaf , sebenarnya aku sudah mengkhianati kepercayaan anda i-ini karna..." jianying bangun "diam !! siapa yg meminta mu berbicara di saat aku meminum teh !!" tianzhi menoleh sedangkan beberapa pemimpin lain bergedik ngeri
__ADS_1
"nona maaf kan kelalaian saya" jianying terdiam sejenak "nona bisa meminta hamba melakukan apapun tapi tolong jangan buat hamba kehilangan tempat di Medan perang ini..." jianying mengangkat sudut bibirnya "tentu karna pemimpin wu yg meminta. aku ingin besok kau berada di dekat pemimpin Jun ,nanti aku akan memberi kode agar kau bisa membawa pasukan meninggalkan gunung tapi itu terjadi setelah pemimpin Jun meminta izin pergi dan meninggalkan kau dan pasukan kau mengerti ?" pemimpin wu mengangguk
"hamba mendengar kan" jianying mengangguk dan mengambil teh yg di bawakan jianzhen "oh ya aku akan mengumumkan bahwa jianzhen mulai sekarang adalah orang ku siapa pun yg mencari masalah dengan nya berarti mengusik ku" semua orang mengangguk menurut
"rapatnya selesai ,sisanya biar tianzhi yg memimpin" tianzhi menoleh "aku akan menemui mu setelah rapat kembali lah" jianying mengangguk dan melangkah pergi dengan jianzhen "baik"
setelah kepergian jianying "jendral apa kau yakin dengan cara yg di tetap kan nona itu ? dan bagaimana caranya dia tahu kalau pemimpin Jun berkhianat ?" tianzhi tak membalas " a- Lan kemari" pengawal tianzhi hadir "untuk sekarang percaya kan saja pada nya ,dia bukan gadis biasa" a Lan mengangguk "yg di katakan tuan benar nona jianying memiliki pandangan luas dan mendalam ia memahami sesuatu yg akan sulit jika di katakan pada tuan semua" tianzhi mengangguk
__ADS_1
di beda tempat jianying dan jianzhen berjalan berdua menuju tendanya "nona apa anda yakin kalau pemimpin Jun benar-benar berkhianat ,saat itu hamba hanya mendengar tanpa jelas" jianying tak menoleh "aku percaya pada pendengaran mu ,sudah jangan bahas lagi aku sudah cukup banyak bicara" jianying berdecak
aku Kalista Emory siapa yg berani mempertanyakan setiap keputusan ku ? dan pemimpin Jun ini memiliki banyak rahasia sebelumnya saja ia tak segan dan terang-terangan menyatakan tempat berlindung padahal itu jelas bahaya ,tapi kalau ternyata ada hal lagi dan malah menyerang ke arah ku .....
di tengah jalan beberapa prajurit datang menghadang "hei Zhen pelacur kau kemana saja ? bahkan berani-beraninya tak melakukan tugas mu" jianzhen mundur tanpa di sadari "oi kau jangan bertingkah seperti itu nanti nona akan berpikir kami melakukan hal buruk pada mu" jianying mengangguk suara nya "tanpa di lihat pun sudah terlihat kan ? kalian tak sebaik itu aku jadi penasaran dari mana kalian bisa mengatakan hal omong kosong begitu ?" beberapa prajurit itu terdiam
"nona kami tidak tahu kau dari mana tapi yg jelas kau tidak pantas mengatakan tentang perilaku kami kau juga hanya wanita rendah kan ? apa kau seorang tahanan ?" jianying yg awal nya tak ingin mencari masalah tergoda untuk menggigit umpan yg ada di hadapannya
__ADS_1
"kalian !! jangan bicara omong kosong nona ini datang bersama jendral tianzhi kalian harus menjaga sikap" jinying sedikit tersentak dengan pembelaan jianzhen untuk nya tapi ia kembali kesal melihat jianzhen terjatuh karna di tendang secara tiba-tiba dan di keroyok
"tak tahu malu....berani memandang ku rendah ? selama hidup ku aku tak pernah tahu ada yg berani menyerang orang ku seperti ini..." jianying berbalik menatap jianzhen yg sedang di pukuli massal