Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi

Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi
31


__ADS_3

sesampainya di kediaman , Jianzhen menghampiri nya "nona, ada pelayan baru..." Jianying mengangguk "minta bibi menyiapkan air untuk ku mandi ,lalu urus beberapa surat yg datang hari ini dan lihat kapan beberapa surat harus di kirimkan lebih awal untuk esok" Jianzhen mengangguk "baik nona"


di ruang aula Jianying melihat sosok muda berdiri dan menatap sekeliling dengan senyum "Kelin...kau datang ?" sosok muda itu berbalik dan tersenyum "nona...kita bertemu lagi ,wah anda benar-benar cantik dengan hanfu itu" Jianying menggeleng "tidak juga ,oh ada sesuatu yg ingin aku diskusikan dengan mu" Kelin mengangguk "baik"



setelah berdiskusi beberapa hal dengan Kelin , Jianying akhirnya menikmati berendam air hangat nya ,ia mengusap lengan putihnya dengan air hangat sembari memikirkan beberapa hal



"ternyata sebab kerenggangan itu karna ibu anak itu yg merasa tak nyaman jika saling terbuka ,tapi jika melihat dari sudut pandang bibi sepertinya tidak ada yg salah, hanya karna salah paham saja"



Jianying menenggelamkan kepalanya sebentar dan bergumam "kami sependapat ,ternyata memiliki keluarga itu menyenangkan ,selama ini aku hidup hanya sekali bergantung pada diri sendiri ,sekarang setelah mendapat peran ayah aku menjadi lemah ,aku sering merasa kalut hingga lupa siapa diriku sebenarnya ,aku takut tak pantas mendapatkan ini semua... perasaan ini"



setelah menikmati air hangat dan mandi , Jianying keluar dari bilik nya dengan jubah dalam putihnya , Jianying memegang handuk yg ia gunakan untuk membalut rambut basahnya itu .

__ADS_1



tanpa di duga seseorang sudah berada di kamarnya, Jianying terdiam "Tianzhi ? kenapa kau kemari ?" Tianzhi menoleh dan menghampiri Jianying yg baru selesai mandi "Jinying ,ibu ku menerima tamu penasihat Yue setelah kau kembali" Jianying terdiam "lalu ? bagaimana ?"



Tianzhi menggeleng "aku tidak tahu ,saat itu aku pergi ke kamp jadi tidak tahu bagaimana" Jianying mengerutkan dahinya "kau tidak menemui ibu mu ? Tianzhi kau tidak berbicara dengan nya ?" Tianzhi menunduk "aku tidak berani... Jinying hubungan ku dan ibu ku..." Jianying menghela nafas



"Tianzhi, kau benar-benar..." Tianzhi menatap wajah Jianying yg seperti nya sedikit marah , Tianzhi berbalik "kau bisa marah ,tapi aku benar-benar tidak bisa menemuinya ,sudah hampir belasan tahun aku tidak berada di satu ruangan dengannya..." Jianying terdiam




Tianzhi terdiam sejenak , Jianying membawa tianzhi untuk duduk di ranjangnya "Tianzhi, aku mengerti kau mungkin merasa berat untuk satu ruangan aku juga begitu ,kau ingat saat pertama kali bertemu sejujurnya aku merasa tak nyaman berada 1 ruangan dengan ayahku sendiri ,tapi akhirnya kami harus sama-sama memutuskan jarak itu dan saling mengerti ,mau sejauh apapun jarak kami karna ibu ku yg mati ,dia tetap ayah ku"


__ADS_1


Jianying memeluk Tianzhi "jika memang butuh waktu maka tidak ada salahnya ,semua orang akan memerlukan waktu untuk mulai melepas jarak mereka ,itu tidak salah aku akan mengikuti perasaan mu jadi jangan terlalu terbebani ,kita sudah berjanji untuk saling memberi hormat ketika masalah tiba ,lalu memperbaiki nya bersama kan ?" Tianzhi mengangguk ia membalas pelukan Jianying dan menutup mata nya



"besok...a-aku mungkin bisa melakukannya" Jianying mengangguk "tidak apa ,masih ada banyak kesempatan, aku akan menemani jika perlu" Tianzhi memperdalam dirinya kedalam pelukan Jianying "terimakasih Jinying.." Jianying menepuk kepala tianzhi lembut "bukan masalah"



esoknya , Jianzhen mengetuk pintu kamar Jianying untuk memberitahu sesuatu "nona...apa anda sudah bangun ?"


Jianying perlahan membuka mata ,ia terdiam ketika objek yg pertama kali ia lihat ketika membuka mata adalah Tianzhi yg tidur dengan lelap sembari memeluk nya , Jianying segera melepaskan diri dari pelukan dan duduk tegak


ia terbatuk sejenak "emh ,ada apa ?" Jianzhen yg berdiri di luar sedikit diam "nona ,apa Jendral Tianzhi ada bersama anda ? jika benar seroang menunggu anda dan Jendral" Jianying terdiam "ah ,bawa ke ruangan kerja ,aku akan bersiap beberapa saat lagi"


Jianzhen mengangguk "baik ,apa saya perlu memanggil bibi Lin untuk membantu anda bersiap ?" Jianying menghela nafas "tidak perlu" Jianzhen meninggalkan pintu , Jianying menatap Tianzhi yg berada di ranjangnya


"bangun cepat ,masih berpura-pura tidur lagi ada yg datang untuk menemui sepertinya sangat penting" Tianzhi membuka matanya lalu memeluk Jianying "pelayan mu tidak mengatakan siapa yg menemui ? ah padahal akan lebih baik untuk tidur lebih lama lagi" Jianying mengetuk dahi Tianzhi "tidak malu ,bangun dan bersiap aku juga harus harus bersiap karna bibi tidak bisa masuk ,aku harus menata semuanya seorang diri"


Tianzhi tersenyum "aku bantu ,sebagai ucapan terimakasih membiarkan aku beristirahat semalam" Jianying mendengus "banyak bicara ,tentu saja harus membalas Budi cepat !!" Tianzhi tersenyum karna berhasil membuat Jianying dipagi hari marah "baiklah"

__ADS_1


__ADS_2