Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi

Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi
20


__ADS_3

tabib datang dan memeriksa "nona jianying baik-baik saja itu hanya karna kelelahan dan memakan makanan yg ia alergi" tianzhi mengangguk tenang "bagus lalu apa itu akan sembuh ?" tabib menggeleng "untuk alergi tak akan tapi sebisa mungkin ketika ia batuk kembali jangan biarkan terlalu nanti takutnya ia akan memuntahkan darah seperti tadi" tianzhi mengangguk


"bagaimana cara mencegah nya ?" tabib berbalik "buat pasien tenang karena itu bisa juga di picu oleh detak jantung berlebihan" tianzhi mengangguk "terimakasih ,lion pergi antar dan bayar tabib nya" lion mengangguk dan pergi


"bibi Lin siapkan makanan agar ketika sadar dia bisa segera mengisi perutnya" bibi Lin mengangguk "dan hindari dari makanan yg membuatnya alergi lagi" bibi Lin mengangguk "baik tuan"


"jianzhen urus obat-obatan yg di berikan tabib jangan lupa untuk membeli kan gula Nixon untuk menghilangkan rasa pahitnya" jianzhen mengangguk "baik"


kamar jianying kembali menjadi sepi hanya ada jianying yg terbaring dan tianzhi yg duduk di dekatnya "jangan sampai sesuatu terjadi lagi pada mu atau aku akan benar-benar benci pada diriku sendiri" tianzhi mengecup pelan dahi jianying


"jendral" tianzhi berbalik "ada apa ?" prajurit itu menunduk "ada pesan dari pengawas dekat gerbang masuk istana" tianzhi mengangguk "beritahu aku nanti" prajurit itu menggigit bibir bawahnya "tapi jendral ini berkaitan dengan nona jianying" tianzhi memicingkan e


"ada hal apa ?" tianzhi bangkit pengawal itu berbisik setelah beberapa saat tatapan mata tianzhi berubah "beraninya ,kalau begitu lihat bagaimana ia ingin menyelesaikan ini" pengawal itu mengangguk dan izin pamit pergi


setelah itu tianzhi berbalik dan menemukan jianying tersadar "emh...ada apa ?" tianzhi menggeleng "tidak ada hanya laporan biasa , oh bagaimana keadaan mu sekarang ?" jianying mengangguk "bukan apa-apa" jianying mendorong pelan tianzhi karna merasa jarak mereka terlalu dekat


"bagus lah ,besok kita langsung kembali saja" jinying mengerutkan kening "eh kenapa ? kau bilang akan melihat keadaan kota dulu baru kembali" tianzhi tersenyum "apa kau marah karna tidak jadi pergi dengan ku ?" mendengar itu jianying memukul lengan tianzhi "bicara apa kau !! ,aku kan hanya bertanya" pipi jianying memerah dan langsung memalingkan wajahnya


"ada perubahan di istana ,di tambah aku tak tenang jika tak kembali secepatnya" jianying mengangguk pasrah "baiklah ,kalau memang sudah di tentukan" tianzhi tersenyum kecil dan beranjak pergi

__ADS_1




jianying duduk dengan menatap heran "tianzhi sebenarnya ada apa ?" tianzhi menoleh "emh ada apa?" mendengar pertanyaan balasan tianzhi jianying tak bisa menahan diri dan mendorong kepala tianzhi



"berani bertanya lagi ,kau yg kenapa dari kemarin seperti tak tenang bahkan menabrak sebelum baik tandu kau kenapa ?" tianzhi diam di posisinya yg terhimpit oleh jianying "tidak ada apa-apa kok" jianying memutar bola matanya kesal




tianzhi menghela nafas "maaf tak bisa mengatakan nya" mata jianying memincing "apa ?" tianzhi menggeleng "tidak ada" mendapat respon tak menyenangkan jianying kembali berpaling dan melihat ke kota yg mereka lewati



di sebuah hutan bambu yg akan memasuki gerbang "berhenti" jinying tersentak "emh ?" tianzhi melangkah turun membuat jianying bingung "kenapa berhenti di tengah jalan ? ini malam kita akan sampai larut jika berhenti kan ?" tianzhi tak menjawab dan tetap berjalan

__ADS_1



jianying membuka tirai dan terdiam "ikut lah aku sebentar" jianying mengangguk setelah cukup ragu sejenak dan menerima uluran tangan tianzhi



setelah turun dari tandu "kalian tunggulah disini sebentar" para pasukan mengangguk tianzhi menarik nya tanpa melepas genggaman tangan masuk kedalam hutan bambu di temani sebuah lampu penerang



"tianzhi kau mau membawa ku kemana ?" jianying bertanya "kau akan tahu nanti" jianying menghela Nafas "tak bisakah memberitahu ? ini sudah malam dan sangat gelap disini" tianzhi menghentikan langkahnya "apa kau takut ?" jianying bergegas menggeleng "tentu saja tidak ,tapi akan berbahaya jika berhenti di tengah jalan begini di tambah kita rombongan besar" tianzhi tak menjawab



"sebentar lagi sampai" tianzhi menambah langkahnya jianying hanya bisa mengikuti karna ya tangan nya di genggam erat oleh tianzhi



mereka berhenti di sebuah gundukan yg berada di dekat air terjun putih yg sangat indah "i-ini ?"

__ADS_1


__ADS_2