Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi

Putri Kebanggaan Jendral Tianzhi
30


__ADS_3

ibu dari Tianzhi tidak berbalik ia menuangkan teh dan meminumnya santai "kalau begitu pergilah" Jianying terdiam mendengar itu ,ia berbalik dan melihat Tianzhi yg mengangguk "kau duduk dan bicaralah dengan ibuku, aku akan menunggu kalian"


Tianzhi benar-benar meninggalkan nya ,ia menjadi sedikit khawatir hingga tak tahu bersikap lalu ia menyadari "emh...bi-bibi Jianying memberi salam" ibu Tianzhi berbalik menatapnya "kau putri dari Jendral Liu, apa ibu mu mengajarkan mu dengan baik ?"


Jianying terdiam ,hati Kalista berdetak tak karuan "kau tidak mendapat perhatian dari keluarga mu ,termasuk ayah mu kan ? kau terang-terangan menyerang bibi mu sendiri lalu berkata kasar pada kerabat mu ,apa itu hal yg kau dapatkan dari ibumu..." Jianying menunduk "ti--tidak , mereka mengajarkan semuanya dengan baik ha-hanya saja...aku tidak bisa bersikap seperti mereka"


ibu Tianzhi bangkit dan menatap Jianying yg menunduk "kenapa ? apa kau merasa baik karna putra ku menyukai mu ,atau kau merasa mereka tidak benar ?" Jianying mengangkat kepalanya "bibi... seperti yg anda tahu dari gosip luar sana ,bibi yg dianggap saudari oleh ibu ku malah berniat merebut ayahku ,membuat kesehatan ibuku terganggu ,mereka yg sebelumnya aku hormati mulai menunjukkan sikap tak pantas ,lalu apa aku akan tetap menjadi seseorang yg menerima dirinya dihina ? bibi aku dan bibi merupakan wanita ,ketika kita merendah beberapa orang akan ikut merendah tapi terkadang ada yg malah tanpa malu mengharapkan kita jatuh"


Jianying berbalik "jika menurut bibi pikiran ku terlalu besar dan naif maka ,maaf sebelumnya tapi jika aku terus bersikap lembut maka suatu hari nanti aku tidak akan bisa hidup tenang ,walau sekarang banyak yg memandang ku rendah aku bisa membuktikan sendiri, kalau aku pantas dengan apa yg sekarang aku miliki ,dan semuanya aku dapatkan dengan kekuatan ku sendiri bukan atas belas kasih orang lain"


Jianying terdiam beberapa saat lalu mulai berbalik "bibi, Jianying sudah banyak bicara dan mungkin menyinggung harap bibi memaafkan , Jianying tidak akan menggangu lagi" Jianying memberi hormat belum berbalik "hahaha ,jangan terburu-buru duduk lah dulu"

__ADS_1


Jianying terdiam mendapat respon itu "bi-bibi..." ibu Tianzhi tersenyum "duduklah ,aku tidak menganggap apa yg kau katakan salah ,kau benar terkadang kita harus bertindak lebih awal untuk menjaga diri sendiri, sebelumnya aku khawatir cara pandang mu seperti Tianzhi tapi ternyata dugaan ku salah"


Jianying memberanikan diri untuk duduk "aku paham dari kata-kata mu ,dan aku sedikit lega setidaknya ketika anak itu mendapat masalah kau bisa membantunya dalam membenahi diri kembali dan mengatur kembali cara terbaik ,syukurlah kau adalah pilihannya" Jianying sedikit bersemu ia tak menyangka akan mendapat respon positif dari ibu Tianzhi bahkan dari setiap kata itu Jianying merasa mereka sudah mendapat restu nya .




setelah beberapa lama Jianying keluar dari sana sendirian , wajahnya sedikit menggelap memikirkan sesuatu .


__ADS_1



Tianzhi yg mendapat pukulan itu berohria ,"lalu apa pendapat ibuku ? apa dia mengatakan sesuatu yg bermaksud...." Jianying menahan tangan Tianzhi "apa menurutmu aku tidak layak hingga tak bisa mendapat sesuatu dari pertemuan ini ?" Tianzhi menggeleng "te-tentu tidak aku percaya pada kemampuan mu dalam segala hal ,hanya saja...."



Jianying menghela nafas "Tianzhi ,sebelum aku mengatakan apa yg aku dan ibumu bicarakan ,aku ingin meminta pendapat mu tentang sikap ku sebelumnya pada Yang Mulia hari ini ,apa kau merasa apa yg aku katakan di istana salah ? jangan melihat itu dari aku yg memaksa untuk bertunangan dengan mu , anggaplah aku memilih orang lain"



Tianzhi terdiam ,lalu melihat mata Jianying yg lembut tapi tegas "kau tidak salah ,sesekali kita juga perlu memasang pembatas untuk kebahagiaan kita sendiri, aku mengerti hal itu" Jianying mengangguk "kalau begitu pendapat mu ,hari ini bicaralah dengan ibumu besok baru temui aku" Jianying berjalan keluar tapi langsung di tahan

__ADS_1



"kenapa besok ? bukankah kau mengatakan akan menceritakan semuanya pada ku ? ,Jinying..." Jianying menggenggam tangan Tianzhi yg menahan lengannya "lakukan dulu apa yg ku minta, baru aku akan mengatakannya kau bisa kan ?" Tianzhi terdiam sejenak lalu mengangguk "baiklah ,kau berhati-hati lah aku akan datang kesana besok" Jianying tersenyum "ya ,aku akan menunggumu" Jianying diantar pelayan keluarga Tianzhi menuju kereta kuda untuk kembali ke kediaman nya .


__ADS_2