
jianying masuk kedalam kamarnya "nona anda sudah datang ?" jianying mengangguk "bibi Lin ,bantu aku memanggil saudari jianzhen untuk memeriksa ayah ,dan kau jianzhen bantu aku mengawasi jendral Heng dari jauh"
bibi Lin mendekat "lalu anda ? tidak ada yg berada di sekitar anda itu juga bahaya" jianying menggeleng "aku akan baik-baik saja ,bibi Lin cepat pergi dan periksa keadaan ayah aku akan bersih-bersih dulu baru menemui di depan ruangan ayah" bibi Lin mengangguk pasrah "tentu"
setelah kepergian kedua orang itu jianying terduduk lemah dan bersandar pada meja "ayah kau tidak boleh terluka dan seharusnya Li Wei tak berani bergerak kan sekarang ?" jianying menunduk "aku tidak boleh diam harus bergegas" jianying berjalan dengan sempoyongan menuju kamar mandi dan berendam
bibi Lin yg kebetulan sampai tanpa sengaja mendengar sesuatu "itu berbahaya" terdengar suara batuk yg sudah jelas milik jendral Liu
"bibi Lin masuk lah" bibi Lin terperanjat tak percaya dirinya diketahui dengan ragu ia masuk dengan saudari jianzhen di sampingnya
"ampuni hamba....hamba hanya melakukan permintaan nona untuk membawa nona ini untuk memeriksa keadaan tuan besar" jendral Liu melirik sejenak dan menghela nafas "tidak perlu , keadaan ku tak akan bertahan lama aku akan menyampaikan permintaan ku bibi Lin bantu aku mengeluarkan Li Wei dan kedua putrinya dari sini dan biarkan a Jian untuk menjadi nona rumah" bibi Lin terdiam
__ADS_1
"ta-tapi..." tuan Liu menggeleng "sudah tak ada waktu dan jendral tianzhi tolong lakukan permintaan ku tadi" tianzhi terdiam sejenak dan mengangguk pasrah "tianzhi akan melakukan yg terbaik"
tepat ketika itu batuk jendral Liu menjadi semakin parah membuat bibi Lin Dan yg lain terkejut "nona tolong periksa tuan" tepat ketika itu Jia Qing terdiam setelah menyentuh nadi jendela Liu yg sesaat kemudian menutup matanya
"di-dia sudah mati" tepat ketika itu jianying mematung di depan pintu tangannya yg sebelumnya membawa pedang Zhi Hien jatuh ke lantai "no-nona" Jianying tak menjawab tatapannya kosong dengan ragu ia mengambil langkah maju dan memeriksa tubuh sang ayah
tianzhi mendekat dan mengusap kepala jianying "jendral sudah menemui ibu mu" jianying menunduk lagi ia menggenggam erat tangan jendral Liu yg mulai dingin "bagaimana dengan ku ??" tianzhi menggeleng "kau harus bahagia untuk mereka..." jianying menggeleng dalam diam bahunya bergetar menahan suara tangis
__ADS_1
"hiks....tidak bisa..." tianzhi menggeleng "kau bisa kau adalah gadis kuat" tianzhi menarik jianying ke pelukannya untuk menenangkan gadis itu yg nyatanya hanya sia-sia karna ia jelas mengerti perasaan yg di alami jianying persis ketika dirinya melihat pedang ayah nya setelah tewas di perang
3 hari berlalu semenjak kejadian itu abu milik jendela Liu di simpan pribadi oleh jianying sebelumnya raja berniat membawanya untuk di letakan bersama abu jendral lainnya tapi di batalkan untuk menghargai jianying yg bersikeras untuk menaruh abu ayahnya di aula leluhur yg ia buat dikamar sang ayah bersama dengan abu ibunya
jendral Heng yg mendengar itu awalnya berniat mengambil kesempatan untuk mendapatkan keinginannya tapi di hadang dan berakhir menikahi adik tiri jianying Li mei
bukan tanpa alasan tapi karna kebetulan Li mei dan jendral di bius sehingga tidur bersama yg memang awalnya di rencanakan untuk jianying tapi gagal dan malah memakan tuan nya sendiri
setelah kejadian itu jianying menjadi sedikit tertutup senyumnya tak sebaik dulu dan terlihat di wajahnya kalau ada kesedihan yg tak ia ungkapkan ,melihat itu permaisuri menitipkan jianying di bawah penjagaan tianzhi
karna umur jianying yg terbilang muda raja tak bisa melakukan pernikahan untuknya dan tianzhi hanya bisa mengingat dengan pertunangan hingga umur jianying cukup
seperti sekarang jianying menatap kosong kamar di depan matanya "nona ,anda perlu beristirahat sebentar jangan terus duduk disini" jianying mengangguk pelan "bagaimana urusan kediaman ? apa ada yg meributkan hal ini ?" bibi Lin mengangguk
__ADS_1
"sebelumnya beberapa kerabat datang dan berniat mengambil alih tapi jenderal tianzhi menolak atas nama anda dan kebetulan beberapa hari ini jendral juga menanyakan kabar anda" jianying terdiam sejenak
"dimana tianzhi ?" bibi Lin menunduk "jendral berada di ruangan kerja tuan sebelumnya mengurus kediaman jendral" jianying bangkit "bantu aku bersiap ,aku harus mengatur semuanya sendiri" bibi Lin mengangguk "tentu"