
sesampainya di rumah keluarga jendral berkumpul untuk mengobrol bersama "tuan bagaimana di istana kaisar ?" jendral mengangguk "berjalan baik hanya saja sekarang jianying akan memikul tanggung jawab berat" Li Wei menatap jianying yg tampak tenang
"kakak mendapat tangung jawab apa ayah ?" tanya Li mei "jianying akan menjadi wakil jendral muda tianzhi karna itu besok jianying akan mulai melatih beladiri nya jadi jangan ada yg datang ke rumah timur" Li Hui memberi tatapan ejek "Hui kenapa ?" Li Hui langsung menggeleng "tidak ayah"
jianying jengah "ayah jinying pamit kembali ke kamar ada sesuatu yg ingin jinying lakukan" sang ayah mengangguk "pergilah istirahat jangan melakukan sesuatu sampai tengah malam kalau ada sesuatu katakan saja pada ayah" jianying mengangguk "tentu ayah" jianying melangkah pergi
sesampainya di kamar jianying langsung merebahkan tubuhnya ke kasur "nona ? apa sesuatu buruk terjadi ?" jianying menggeleng "tidak bibi Lin ,aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku" bibi Lin mengangguk "katakan saja nona" jianying tersenyum kecil "aku akan mengatakan nanti..."
pagi nya jinying terbangun karna suara burung "emh bibi Lin" dengan terpaksa jinying duduk dari tidur nya "nona anda sudah bangun ?" jinying mengangguk "tuan Kun sudah berada di luar menunggu anda" jinying langsung membuka mata nya "apa ? astaga sekarang jam berapa ?" bibi Lin membungkuk "matahari terbit , tuan bilang harus percepat karna beberapa pengawal bilang nona akan pergi ke Medan perang dalam 2 Minggu kedepan" jinying memijat pelipisnya dan menatap bibi Lin "kalau begitu bibi bantu aku bersiap"
setelah beberapa saat "paman apa benar yiying akan pergi ke Medan darah ? tapi itu berbahaya bukan ?" tuan Liu mengangguk lemah "benar karna itu kau harus membantu nya bersiap untuk menangani semua hal buruk yg akan terjadi" Kun mengangguk "paman jangan khawatir Kun akan berusaha sebaik mungkin agar sepupu siap dan kembali dengan sehat" tuan Liu menepuk bahu Kun
__ADS_1
"ayah ,sepupu maaf terlambat" jinying datang dan langsung memberi hormat "tidak apa ,jinying ini sepupu mu dia yg akan membantumu mempelajari semua gerakan dengan cepat" jinying mengangguk "mohon bantuannya sepupu" Kun mengangguk "bukan masalah"
"tuan besar ada seorang tamu yg datang" tuan Liu menatap jinying yg sedang bersiap "kalian lanjutkan saja jangan menunggu ku jinying berusaha lah kalau sudah tak bisa katakan saja pada ayah" jinying mengangguk "iya ayah" Kun mengangguk "paman tenang saja" tuan Liu meninggalkan mereka dan pergi menemui tamu
"sepupu mohon bantuannya" Kun mengangguk "tentu sebelum itu kita adu pedang dulu untuk melihat seingat apa adik sepupu pada pelajaran pedang dulu" jinying mengangguk "mari"
di tengah perjalanan "ayah" tuan Liu terdiam melihat Li mei tiba-tiba muncul dan bertindak gegabah "Li mei ! ada apa ? kenapa berteriak di depan tamu" Li mei membungkuk "ma-maaf ayah , ma-maaf jendral tianzhi" tianzhi mengangguk "maaf ya jendral mari lanjutkan"
"ayah mau pergi kemana ?" tuan Liu menatap Li mei yg terlihat bersemangat "jendral ingin melihat pelatihan kakak pertama mu" Li mei menghela nafas kecil "apa Li mei bisa ikut ? Li mei juga ingin melihat" tuan Liu melirik tianzhi yg mengisyaratkan agar pergi "baiklah"
sesampainya di taman timur terlihat jinying yg fokus menyerang "adik jangan terburu-buru tenang lah" jinying berdesis "adik fokuskan pandangan mu pada ujung pedang dan arahkan dengan benar" jinying mengangguk dan mulai melakukan tanpa di sadari
__ADS_1
"kakak" tiba-tiba saja Li mei melompat ke belakang jinying membuat terkejut "Kun mundur !!" panggil tuan Liu melihat Kun yg ingin menebas jinying yg sudah mendorong li Mei beruntung jendral tianzhi muncul dan menghalangi pedang Kun
"ma-maaf" Kun langsung menarik pedang nya berbeda dengan Kun yg baik-baik saja jinying tanpa sengaja terluka karna pedangnya sendiri "nona Jian ?" jinying mengangkat kepala ketika sebuah tangan menahan tangan nya "bawakan kotak obat" tuan Liu bergegas menghampiri jinying dan tianzhi
tianzhi mengeluarkan sapu tangan nya dan mengikatnya pada luka jinying "darah nya akan berhenti sebentar" jinying mengangguk "emh terimakasih jendral tianzhi" tianzhi mengangguk "terimakasih jendral" tuan Liu langsung mengambil kotak obat yg di bawakan bibi Lin "bibi Lin cepat obati" bibi Lin langsung berjongkok dan mengobati tangan jinying
"kakak pertama ,maaf aku tak sengaja" tuan Liu yg baru sadar kedatangan Li mei menatap tajam "Li mei kenapa kau melakukan itu ? kau mau membuat jinying terluka ?" Li mei menunduk "tidak ayah , a-aku tak sengaja jendral tianzhi juga pasti melihat itu" tianzhi menatap datar dan beralih menatap jinying yg melihat drama buatan Li mei
"cepat Li Wei" Li Wei datang dengan tenang "ada apa tuan ? kenapa anda marah ?" tuan Liu berbalik "Li Wei apa yg kau ajarkan pada Putri mu ? kenapa ia bahkan melakukan kecerobohan sampai membuat tangan jinying terluka" Li Wei menatap Li mei dan beralih menatap jinying yg menatapnya
"tuan pasti ada kesalahpahaman Li mei tak akan melakukan itu , Li mei minta maaf lah dan jelaskan pada ayah mu kalau kau tak sengaja" Li mei menangis memeluk kaki tuan Liu "ayah hiks...maaf kan Li mei hisk Li mei benar-benar tak sengaja" jinying berdecih pelan
"cih drama nya" tianzhi yg mendengar nya menoleh "kau senang ?" jinying memalingkan wajah ketika sadar di perhatikan tianzhi "mana mungkin...tidak" jinying tersenyum kecil dan berubah datar melihat ayah menoleh kearah nya "Li mei sudah jangan menangis lagi ,bibi Lin bagaimana keadaannya ?" bibi Lin membungkuk "luka nya tidak parah tapi karna terluka cukup lebar tuan putri tidak akan bisa memegang pedang dengan dua tangan untuk beberapa hari kedepan" tuan Liu menghela nafas
"Li mei lihat apa yg sudah kau lakukan !!" Li mei menunduk takut "ayah sudah lah ,aku akan belajar memegang dengan satu tangan saja....karna aku tak bisa buang-buang waktu kan ?" tuan Liu menatap sedih "tapi nak" jinying berdiri tegak "ayah tenang saja"
"tuan Liu tak perlu khawatir ,aku akan membantu putri jinying agar bisa memegang pedang dan berperang dengan satu tangan saja" tuan Liu mengangguk "baiklah kalau begitu maaf merepotkan jendral tianzhi"
__ADS_1