
Pagi ini, aku telah berpakaian rapi dengan membawa sebuah map berisikan kertas lamaran pekerjaan. Ya, bulan lalu aku baru saja menyelesaikan sekolah kejuruanku.aku harus bergegas dan berusaha agar segera mendapatkan pekerjaan. Aku satu satunya anak yang dimiliki ayah dan ibuku setelah meninggalnya kakakku dua tahun yang lalu, ayah ibuku sudah terlalu tua untuk bekerja, jadi hanya akulah harapan mereka.
"Bu, Pak, aku berangkat ya. Doakan aku Bu, semoga dapat pekerjaan hari ini." Ucapku seraya meminta doa ibu.
"Pergilah nak, doa kami menyertaimu. Jaga dirimu." Ucap Bapak seraya mengusap kepalaku ketika aku mencium tangannya saat hendak pamit. Lalu Ibu hanya memeluk dengan tatapan penuh harap.
Aku berencana mendatangi sebuah perusahaan sepatu ternama di daerahku, kudengar disana sedang dibutuhkan banyak karyawati. Aku pergi menggunakan kendaraan umum, kebetulan aku duduk bersebelahan dengan seorang nenek, Ia begitu ramah padaku.
"Mau kemana Nak?" Ucap nenek itu.
"Saya mau mencari pekerjaan Nek." Jawabku singkat.
__ADS_1
"Wajahmu mengingatkan Nenek kepada seseorang Nak." Mengembun kedua netra Nenek yg sedari awal aku datang menatapku lekat.
"Oh begitu, pasti seseorang yang sangat Nenek cntai?" Tanyaku sambil menatap wajahnya yang tetap cantik diusia senjanya.
"Putriku, wajahmu mengingatkan Nenek kepada anak perempuan nenek yang telah meninggal 7 tahun yang lalu, Nenek sangat merindukannya." Lirihnya, sambil menitikkan air mata.
Dengan segera aku memeluknya dan menenangkannya, aku teringat pada Nenekku yg telah lama tiada.
Setelah semua proses lamaran pekerjaan selesai, akupun bergegas pulang karna mengkhawatirkan keadaan Bapak dan Ibu yang sudah sering sakit sakitan. Semoga ada panggilan dihari esok, harapku.
Dua hari berlalu belum juga ada panggilan, ah besok aku putuskan untuk mencoba melamar pekerjaan ditempat lain pikirku.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian telpon genggam ku berbunyi,
"Halo, ini dengan Humaira? saya dari PT Ammar Jaya ingin memberitahu bahwa lamaran anda diterima, silahkan datang besok pagi pukul 07.00 untuk hari pertama training di PT Ammar Jaya. Terimakasih." Dengan rasa bahagia langsung aku kabari Ibu dan Bapak.
Hari pertama training berjalan dengan lancar, namun tetap aku temukan tatapan yang tak asing bagiku sejak pertama menginjakkan kaki di perusahaan ini. Siapa Dia? mengapa Dia menatapku begitu lekat, dengan ekspresi wajah yang tak bisa aku artikan, seperti ada rasa benci didalamnya, namun salahku apa? gumamku dalam hati. Namun sudahlah lagi lagi aku coba untuk menepis segala yang aku pikirkan tentang laki laki muda yang selalu menatapku itu.
Seminggu sudah aku bekerja disana, siang ini ketika aku beristirahat, aku berpapasan dengannya "laki laki yang selalu menatapku dengan lekat dari kejauhan, kini Dia ada di hadapanku." Ucapku dalam hati. Aku hanya menunduk dan berlalu. Akupun mengambil jatah makan siang ku dan memakannya dikantin.
"Tadi aku melihat pak Adryan berjalan menyusuri kantin, tumben sekali. Jarang sekali dia mau ketempat makan karyawan kelas bawah seperti kita." Seru karyawati lain di sebelah ku.
"Iyah, tumben. Ganteng banget ga sih Dia?apalagi pake kemeja warna navy tadi, uuuh ganteng kulit putihnya makin keliatan bercahaya dan bersih, kaya raya lagi tp sayang jutek!" Jawab karyawati lainnya.
__ADS_1
Oh, mungkin yang mereka maksud adalah orang yang tadi berpapasan denganku, karna selain Dia tak ada yang memakai kemeja berwarna navy, semua karyawan menggunakan seragam putih.