
Sudah dua hari kondisiku belum kunjung membaik karna efek makan malam diluar menggunakan piyama. Akhirnya tumbuh sedikit rasa peka dihati suamiku, dia mengajakku kerumah sakit untuk periksa. Aku begitu bahagia dan aku yakin usahaku takkan sia sia.
Setibanya dirumah sakit, aku turun dari mobil, karna kepalaku begitu pusing aku hampir terjatuh lalu pangeran bermobilku menolongku, mencegah bidadari nya menyentuh aspal dan memapahku sampai ke ruang periksa. Rasanyaaa, seperti menari diatas awan.
Dokter mengatakan aku hanya butuh vitamin dan istirahat, diperjalanan pulang kubujuk suamiku agar mau menghabiskan waktu dirumah bersamaku dan putri kami salama aku sakit. Diapun menyetujuinya.
Sesampainya dirumah, aku turun dari mobil dan menunggu suamiku memapahku walau kini kepalaku tak begitu pusing. Tak salahkan mencari perhatian suami sendiri?
Akhirnya ku tambahkan drama minta digendong ketika menaiki tangga menuju kamar kami.
Aku beristirahat sekitar dua jam sebelum akhirnya aku pergi kekamar putri kecilku, disana kulihat suamiku sedang menggendongnya. Tak terasa air mataku menetes menahan haru, pemandangan yang selama ini kunantikan. Ingin sekali aku memeluknya, ah namun belum saatnya, jika tergesa gesa aku takut dia menganggap ku wanita agresif. Kubiarkan mereka menghabiskan waktu berdua dan menunggu suamiku kembali kekamar.
Rupanya putri kecilku tidur dan suamiku masuk kekamar untuk melihat kondisiku.
__ADS_1
"Sudah membaik?" Dia bertanya sambil duduk disampingku.
"Tubuhku masih lemas, temani aku beristirahat ya." seraya kusenderkan tubuh ini ke dada kekarnya.
Ada degup kencang yang terdengar, rupanya kami sama. Degup jantung ku pun begitu setiap kali aku menyentuhnya.
Diapun membenarkan posisiku, menyandarkan kepalaku di bantal, kami merebahkan diri sambil saling menatap. Tatapan yang tak pernah aku lihat sebelumnya dari bola matanya yang indah, dia begitu tampan jika dilihat daru dekat.
Dia mengusap rambutku, agar aku segera tertidur. Ku pegang tangannya dan kuletakkan di pipi ku sambil kuberi senyuman tulus termanis yang kumiliki, tak disangka diapun membalas dengan senyuman yang baru kali ini kulihat. Kamipun tertawa bersama menertawakan diri kami yang entah mengapa jadi secanggung ini ketika berdua.
Sore ini suamiku pulang cepat, dia tak mengatakan apapun. Namun kucoba untuk menggodanya dangan bertanya.
"Kau pulang cepat karna merindukanku?" Dia tak menjawab, hanya tersenyum dan berlalu masuk kekamar mandi. Setiap pulang kerumah dia selalu membersihkan diri, dia pria yang menyukai kebersihan.
__ADS_1
Sementara dia mandi aku pergi ke kamar putriku untuk memastikan apa dia baik baik saja, syukurlah dia sedang tidur dengan lelapnya, kutatap dan kucium pipi gembilnya lalu kuputuskan kembali ke kamar.
Dikamar terlihat suamiku sedang duduk menungguku.
"Kemari!" Perintahnya sembil tersenyum.
"Ada apa?" Aku heran,tak biasanya dia begitu.
"Tadi aku lihat ini, lalu aku belikan untukmu." Ucapnya sambil menyodorkan sebuah kotak merah yang berisikan kalung cantik dengan gantungan kalung berbentuk kunci berhiaskan batu permata yang begitu mengkilap.
Aku merasa begitu gugup ketika dia memakaikan kalung itu dileherku. Cantik sekali, ini kalung tercantik yang pernah aku lihat.
"Kalung itu begitu cocok kau kenakan." Ucapnya sambil memegang kedua pundak ku dan memandang ku.
__ADS_1
Aku tak sanggup lagi berkata kata, karna begitu bahagia aku langsung memeluknya, akupun kaget atas reaksi ku sendiri aku khawatir suamikupun kaget dan menepis pelukanku.
Namun ternyata aku salah, suamiku membalas pelukanku lebih erat, mungkin kami telah sama sama jatuh cinta dan kali ini untuk pertama kalinya kami menjalankan kewajiban kami sebagai suami istri atas dasar cinta.