Putri Surgaku Khaula

Putri Surgaku Khaula
Kekuatan baru


__ADS_3

Seakan mendapatkan dorongan energi positif yang begitu besar, aku dan suamiku meyakini inilah jawaban atas doa kami. Putri pertama kami akan sembuh dan bermain bersama adiknya kelak ataukah adik nya lah yang Allah kirimkan untuk menjadi pengganti Khaula yang kesempatan hidupnya tak banyak menurut dokter. Kami sudah pasrah apapun yang terjadi.


Setelah keadaanku membaik dan aku diperbolehkan pulang, aku dan suamiku mengunjungi Khaula sebelum suamiku mengantarkan ku pulang untuk beristirahat dirumah. Bapak dan ibu pun datang kerumah sakit untuk menjenguk cucu pertamanya.


"Sayang, apa kabar? semoga kau segera sadar dan kembali sehat, Mama dan Papa sangat merindukanmu, kami rindu bermain bersama dikamarmu, melihatmu menggulingkan badan gempalmu diatas matras tempat biasa kita bertiga bermain. Mama punya kabar gembira sayang, dokter bilang didalam perut Mama ada dede bayi loh, Khaula akan menjadi Kakak. Akan ada yang memanggilmu Kakak dan mengajakmu bermain. Seru kan sayang? sembuh Nak, cepat pulih. Mama rindu." Ucapku seraya menumpahkan segala sesak yang kurasa.


"Sudah Nak, pulanglah. Beristirahatlah.Biarkan kami yang menjaga Khaula." Ucap Ibuku sambil menyeka air matanya yang terus mengalir semenjak tiba dan melihat keadaan cucunya.


"Aku titip Khaula Bu, Pak, aku pamit pulang. Jika tubuhku sudah mulai enakan dan kuat,aku akan segera kembali kesini." Ucapku sambil berpamitan.

__ADS_1


Aku tinggalkan putri tercintaku bersama ibu bapak dan satu suster kami karna yang satunya ditugaskan dirumah untuk menjagaku.


Sesampainya di rumah aku langsung istirahat ditemani suamiku yang juga kelelahan menjaga aku dan Khaula. Kupejamkan mata ini, namun yang terlintas hanya bayangan senyuman manis putri kecilku. Bukannya tertidur, aku malah menangis sesenggukan, aku mengkhawatirkan keadaannya. Aku takut terjadi apa apa ketika aku dirumah. Namun aku tak berdaya, belum lagi aku harus menjaga kandunganku. Hanya doa lah yang bisa aku berikan untuk putri kecil yang sedang aku khawatirkan.


Aku ambil ponsel, aku hubungi ibu untuk menanyakan keadaannya dan ibu menjawab bahwa keadaannya masih tetap sama belum ada perubahan. Aku simpan hpku dan ku pandang wajah lelah yang tengah tertidur lelap karna kelelahan.


Tiba-tiba hpku berbunyi. Aku melihat nama ibu tertera di layar hp.


"Nak, Khaula...Khaula sudah sadar." Ucap ibu dengan suara gemetar dan begitu antusias.

__ADS_1


"Alhamdulillah....." Ucapku penuh syukur.


"Sudah, kamu istirahat ya Nak, biar Ibu sm Bapak yang jaga cucu kami. Jika ada kabar lagi Ibu langsung telpon kami ya" Ucap ibu.


"Makasih Bu, aku senang sekali bu, baik bu aku akan istirahat agar lekas pulih." Jawabku.


Aku begitu bahagia mendengar apa yang Ibu katakan, Khaulaku siuman! ingin sekali ku bangun kan kekasih hatiku dan memberi tau tentang kabar putri kami, namun aku urungkan kupikir lebih baik dia istirahat terlebih dahulu. Setelah bangun akan ku beritahukan kabar bahagia ini padanya. Akupun mencoba untuk kembali beristirahat.


Setelah mengetahui kabar baik putri kami, dia terlihat begitu bahagia, netranya mengembun tanda haru. Kami mengucap syukur dan segera menghubungi rekan kami yang mengurusi panti asuhan, kami transfer sejumlah uang untuk dibelikan kebutuhan anak anak di panti asuhan yang teman kami kelola sebagai tanda syukur kami karna mendapatkan dua kabar baik hari ini.

__ADS_1


Kabar kehamilanku dan kabar sadarnya putri kami Khaula. Kami turun ke ruang makan untuk makan malam, suamiku memapahku khawatir aku terjatuh karna tubuhku masih lemas ditambah mual hebat yang sedari pagi tak kunjung reda. Kehamilan keduaku sangat berbeda dengan kehamilan pertamaku yang nyaris tak ada mual apalagi muntah, beruntung kali ini suamiku peka, tak secuek ketika aku mengandung Khaula sehingga aku tak merasa begitu kesusahan dengan kondisi baru ini.


__ADS_2