Putri Surgaku Khaula

Putri Surgaku Khaula
Terbiasa menjadi orang lain


__ADS_3

Pagi itu, aku menuju salon dan kupasrahkan akan di makeover seperti apa aku karena aku tak pernah tau tentang style kekinian. Yang aku tau hanya memasak dan menjaga anak. Kulihat keadaan putriku begitu baik hari ini, jadi kuputuskan menitipkan nya kepada suster dirumah.


Setelah empat jam lamanya aku selesai di makeover, beginikah rasanya menjadi istri orang kaya? menghamburkan uang untuk penampilan, pegal rasanya harus duduk berjam jam karna aku tak terbiasa hanya duduk diam sedari kecil.


Aku melihat sesosok wanita cantik, bergaya elegan dicermin. Kuku mengkilap, rambut pirang, kulit bersih dan wangi namun masih mengenakan pakaian tak sesuai zaman. Benarkah itu aku? aah bajuku tak sesuai, baiklah sepertinya aku harus pergi ke butik untuk membeli beberapa pakaian, pak Adryan tak akan marah karna dia tak pernah perhitungan masalah uang.


Aku langsung pergi ke butik tentunya detemani supir pribadiku. Aku meminta saran untuk membeli beberapa pakaian karna aku tak begitu paham mode. Kucoba dan kubeli lima pakaian untuk hari ini. Aku pulang di sore hari, menghabiskan waktu bersama putriku, aku begitu merindukannya.


Waktu menunjukan pukul 18.09, sebentar lagi pak Adryan pulan. Aku bersiap mengenakan pakaian baruku, menggunakan kosmetik yang kubeli di salon tadi dan menggukanannya tipis di wajah ku karna aku belum mahir menggunakan alat kecantikan.


Aku membeli dua piyama di butik, biasanya yang aku kenakan daster lengan panjang, kini aku Kenakan piyama berwarna maroon yang bermotifkan bunga dengan panjang hanya diatas lutut. Aku begitu risih namun aku harus terbiasa.

__ADS_1


Tibalah suamiku dirumah, kudengar suara mobilnya, dia pasti langsung menuju kamar untuk mandi, kusiapkan pose seakan aku sedang membaca majalah diatas kasur, aku tutup kaki ini dengan selimut. Masuklah dia kekamar kami dan dia begitu terlihat terkejut dengan penampilan baruku namun mencoba untuk tetap bersikap biasa.


Aku menghampirinya, aku beranikan diri untuk menatap matanya.


"Sudah pulang, Sayang?" Ucapku, dia begitu terkejut melihat sikapku dan mendengar kata aneh ditelinganya, kuputuskan takkan lagi memanggilnya Pak, karna dia suamiku, bukan atasanku apalagi Bapakku!


"Ya, hari ini aku pulang setengah jam lebih awal." Tanpa bertanya aku kemana saja hari ini? atau sekedar mengomentari perubahanku. Begitulah dia! tapi aku tak akan menyerah begitu saja.


"Ya." Dia berlalu dan segera pergi mandi.


Kusiapkan makan malam romantis ala drama televisi. Sengaja aku siapkan dibelakang rumah, disamping kolam renang. Aaah mengapa tidak aku berdayakan kolam ini sejak lama, aku tertawa sendiri menertawakan kebodohanku. Fasilitasku begitu lengkap namun tak pernah kugunakan.

__ADS_1


Aku jemput suamiku kekamar dan menuntunnya menuju halaman belakang rumah. Aku melihat sedikit sekali senyuman disudut bibirnya. Hah hanya sedikit? tapi lumayanlah senyumku yang malah melebar, tapi aku harus tetap menjaga keanggunanku dihadapannya.


"Duduk Sayang, aku sudah menyiapkan semua ini untukmu." Rayuku dengan senyuman tak terlalu lebar. Aduh, udara disini begitu dingin sedangkan aku menggunakan piyama, aku harus makan sambil menahan rasa dingin.


"Kamu kenapa?" Dia bertanya padaku, mungkin karna melihatku makan sesekali bergidik kedinginan dan tak banyak bicara seperti sebelumnya.


Hal yang tak kusangka, dia tertawa begitu keras. Tentu saja menertawakan ku. Ah remuk hati ini bang, aku sudah siapkan segalanya begitu matang dan kau menertawakanku? sungguh terlalu! tapi tahan, sabar, anggap saja dia sedang menertawakan vas bunga ditengah meja.


Tiba-tiba dia menghampiriku, lalu merangkulku, mengajakku masuk kedalam rumah untuk melanjutkan makan malam berdua didalam rumah.


Ah aku merasa akan hati ini meleleeeh. Ini pertama kalinya aku melihat dia tertawa, walau menertawakanku, tak masalah yang penting rencanaku berjalan dengan baik walau berujung aku sakit karna masuk angin.

__ADS_1


Aku pikir tak ada salahnya mencoba hal baru, aku mulai terbiasa dan nyaman dengan diriku yang sekarang.


__ADS_2