
Pagi ini, aku niatkan untuk berangkat lebih awal agar bisa sedikit bersantai sebelum bekerja, tiga bulan sudah aku bekerja di perusahaan itu, rasanya begitu lelah tapi aku harus tetap kuat demi Bapak dan Ibu.
"Bapaaak, pak sadar pak!" Teriak Ibu dari dalam kamar sontak membuatku terkejut dan lari ke kamar ibu.
"Kenapa Bu? Bapak kenapa?" Tanyaku seraya kaget melihat Bapak yang telah terkulai lemas tak sadarkan diri dikamar mandi.
"Tidak tahu Nak, Ibu tadi habis dari dapur masak sarapan, Ibu mau ngambil cucian dikamar mandi, tiba-tiba ibu lihat Bapak sudah begini." Jawab Ibu sambil menangis.
"Ayo Bu, kita angkat Bapak dulu, baju Bapak jg basah." Kami berusaha mengangkat tubuh Bapak yang tidak begitu besar lalu mebaringkannya dikasur.
Aku pergi keluar mencari bantuan agar Bapakku bisa dibawa ke puskesmas terdekat, beruntung aku tinggal bersebelahan dengan tetangga tetangga yang begitu baik, merekalah yang membantuku membawa Bapak ke puskesmas terdekat.
Hasil pemeriksaan ternyata penyakit vertigo Bapak kambuh lagi dan Bapak harus rawat inap di Puskesmas untuk beberapa hari sampai keadaannya membaik.
Waktu menunjukan pukul 08.20, aku telat berangkat kerja, tapi aku tak ingin dianggap bolos, untuk ijinpun aku belum berani karna masih anak baru di perusahaan itu akhirnya aku datang walau terlambat, aku menjelaskan semuanya kepada managerku. Beruntungnya aku Dia mau memahami keadaanku.
__ADS_1
"Hei kamu, kemari! Kenapa kamu baru datang jam segini? kamu ga liat ini jam berapa?" Seru seorang pria yg tak asing dimataku. Ya, Dia pria yg selalu memandangku dengan pandangan yang tak mampu ku artikan.
"Maaf Pak, saya terlambat karena saya." Belum selesai aku memberikan alasaku datang terlambat Dia sudah marah duluan.
"Jangan banyak alasan, terlambat tetap saja terlambat! Namamu Humaira?" Seraya mengambil ID cardku.
"Temui aku siang ini dikantin utara!" Lalu Diapun bergegas pergi.
Waktu istirahat ku telah tiba, aku teringat pada janjiku, aku langsung bergegas menuju kantin utara menemuinya, akupun belum tau pasti siapa Dia, ah tp aku sudah terlanjur janji baiknya aku tepati.
"Selamat siang Pak." Ucapku.
"Duduk!" Perintahnya singkat.
"Maaf Pak,ada yang bisa saya bantu?" Aku mencoba berbicara seformal mungkin karna aku melihat semua karyawan selalu tertunduk melihatnya, mungkin saja dia memiliki jabatan tinggi di perusahaan ini.
__ADS_1
"Kemasi barang barangmu, ikutlah denganku." Perintahnya lagi.
"Tapi Pak, kemana? aku sedang bekerja disini, lalu bagaimana mungkin aku bisa keluar masuk perusahaan seenaknya? bagaimana jika atasan menegurku pak?" Tanyaku penuh kebingungan.
"Tidak akan ada yang menegurmu, ikuti perintahku!" Ucapnya lagi.
Beberapa menit kemudian pak Hari managerku menghampiri kami dan menyuruhku mengikuti perintah Pak Adryan.
Oh, jadi benar dialah Pak Adryan yang sering dibicarakan para karyawati. Pria tampan berhati keras! Sungguh terlihat dari raut wajahnya yang angkuh.
Dengan terpaksa aku menuruti kata pak Hari tanpa aku tau apa urusan pak Adryan di perusahaan ini.
Setelah mengemasi perlengkapan kerjaku, aku disuruh masuk kedalam mobil mewahnya, akupun menurutinya dengan perasaan begitu takut, aku khawatir akan disakiti, atau diperlakukan tak wajar, namun sepanjang perjalanan Dia hanya diam membisu dan mulai membuka mulut ketika memasuki gerbang dari rumah yg begitu mewah.
"Tunjukkan wajah ceriamu, ikuti apa yang aku perintahkan, atau kau akan kehilangan pekerjaanmu!" Ucapnya seakan mengancam.
__ADS_1