
Betapa bahagianya bungsuku ketika melihat kakaknya pulang kerumah dengan keadaan sehat. Mereka berdua begitu dekat tak terpisahkan. Kakaknya selalu menjaga sang adik dengan baik dan penuh kasih sayang.
"Kakaaaak". Bungsuku lari memeluk kakaknya dan menangis di pelukannya.
"Eeeh, kenapa Adik Kakak yang gembil ini? tiba-tiba menangis. Ada apa? siapa yang bikin Adik kesayangan kakak menangis?mba susterkah?" Tanya putriku menggoda adiknya.
"Aku rindu Kakak." Ucap si bungsu.
"Kakak ada disini, Kakak pulang untuk Adik. Sudah jangan menangis lagi." Bujuk sang Kakak.
"Kakak jangan pergi lagi. Janji ya Kak?" Rayu adiknya.
"Yuk kita main!" Ajak sulungku tanpa mengucapkan janji takkan pergi kepada adiknya.
Semuanya berjalan dengan baik hari ini.bungsu ku semakin tak ingin lepas dari kakaknya. Kemanapun kakaknya pergi selalu bungsuku buntuti.
"Dek, Kakak mau pipis. Tunggu diluar ya, kakak malu." Ucap Khaula.
"Hehe, iya Kak." Jawab adiknya.
Saking tak ingin ditinggal, sampai ke toilet pun Kakak diikuti.
"Mah, besok kakak mau sekolah ya. Sehari saja." Bujuk putriku padaku.
"Memang Kakak sudah merasa baikan dan kuat untuk sekolah?" Tanyaku padanya.
"Iya Mah, Kakak kuat. Kakak rindu bu guru dan kawan kawan, rindu juga jajan disekolah." Jawabnya lagi.
__ADS_1
Putriku memang sangat dikenal disekolah TKnya karna kepakaannya yang begitu tinggi. Ketika dia sakit pun banyak kawan kawannya berdatangan kerumah sekedar menanyakan kabar Khaula.
Pagi ini, aku siap kan segala keperluan sekolahnya seperti biasa.
"Pah, bolehkah aku meminta uang jajan lebih hari ini?" Tanya putri kami pada papah nya.
"Memangnya uang jajan yang biasa kurang Kak? atau ada yang mau Kakak beli?" Tanya suamiku.
"Eemmh, tidak Pah, cukup. Gapapa kalau ga boleh Pah." Jawabnya dengan wajah sedikit kecewa.
Ada apa dengan putriku? tak biasanya dia meminta uang jajan lebih. Bakhan biasanya dia tabung sebagian uang jajannya. Mungkin sepulang sekolah aku akan tanyakan apa yang sedang ingin dia beli. Suami dan sulungku pamit berangkat.
"Khaula, ini Papah kasih uang tambahan. Papah yakin akan kamu pergunakan dengan baik.Hati hati ya Sayang. Nanti pulang Mamah dan Adik akan menjemputmu, tunggu sampai mereka datang ya." Ucap suamiku sambil memberikan beberapa lembar uang.
Sesampainya disekolah Khaula disambut oleh kawan kawannya, ada yang memberikan cemilan, permen, hasil karya menggambar, gantungan kunci dan lain lain. Mereka begitu terlihat bahagia melihat temannya telah kembali sehat.
"Pak, aku mau beli mie ayam 5 porsi ya." Ucap Khaula pada seorang kakek pedangang mie ayam.
"Wah, banyak sekali Neng Khaula?" Tanya kakek itu.
"Iya Pak, tapi lima porsinya untuk Bapak, atau kalau Bapak bertemu orang yang ingin makan tapi tak punya uang ya, ini uangnya." Jelas Khaula.
"Ya Allah Neng, kamu baik sekali. Memangnya Neng sudah makan?" Ucap kakek penjual mie ayam.
"Sudah Pak, aku tadi memakan bekal makanan yang mamah bekalkan untukku. Dadah Bapak, semoga jualannya laris manis" sambil melambaikan tangan dan pergi menuju seorang nenek yang menjual keripik
"Nenek!" Putriku memanggil salah seorang nenek penjual keripik.
__ADS_1
"Eh Neng, Nenek dengar neng sakit? sudah beberapa hari ini Neng tidak kelihatan?" Tanya Nenek itu.
"Iya Nek, tapi sekarang aku sudah sembuh.Lihat!" Sambil memutar badan dihadapan Nenek agar terlihat bahwa dia sudah sehat dan bugar.
"Benar, neng tampaknya sudah sehat." Ucap nenek.
"Nek, aku mau beli lima bungkus keripik." Ucap putriku.
"Banyak sekali? untuk siapa? biasanya jika untuk Mamah Neng beli dua bungkus? ada saudara yang datang ya?" Tanya nenek penjual keripik.
"Tidak nek, aku beli lima bungkus tapi kelima bungkus itu Nenek bagikan kepada orang yang ingin Nenek beri, ini uangnya Nek. Dadah nenek semoga jualan nenek laku dan salam untuk cucu nenek dariku." Ucap Khaula.
Belum sempat nenek penjual keripik berterimakasih, Khaula sudah pamit untuk masuk karna waktu istirahat telah usai.
Mereka kembali bermain sambil belajar, tak ada tanda apapun yang mencurigakan. Tubuh Khaula terlihat begitu sehat dan bugar sama sekali tidak pucat seperti orang sakit.
Tiba waktunya pulang.
"Terimakasih Bu Guru, sudah sabar mengajarkan Khaula menggambar." Ucap Khaula.
"Sama sama Khaula, sehat selalu ya Nak, ibu senang melihatmu kembali sehat. Siapa yang menjemputmu Nak?" Tanya bu guru.
"Mamah bu, eh itu Mamah sudah datang menjemput. Aku pulang duluan ya Bu Buru.Assalamu'alaikum." Ucap Khaula berpamitan.
"Wa'alaikumsalam,hati hati nak." Jawab Bu Guru.
Keesokan harinya Khaula lebih memilih tidak berangkat sekolah. Dia ingin dirumah menghabiskan waktu bersama papah mamah dan adiknya, Khaula juga mengundang kakek dan nenek untuk main kerumah jika tidak sedang sibuk dikampung.
__ADS_1