Rahasia Kebaikan Ibu Mertua

Rahasia Kebaikan Ibu Mertua
Jebakan Untuk Agam


__ADS_3

"Ada apa Livy?" tanya Om Jax begitu melihat wajah Livy yang tiba-tiba saja berubah, ketika melihat ponselnya.


Yah, mata Livy langsung berkaca-kaca ketika di sela-sela perjalanannya ke kantor untuk memulai bekerja secara formal untuk yang pertama kalinya. Emosi Livy langsung naik, ketika ia membuka ponselnya disuguhkan foto-foto mantan suaminya dengan Cala dengan mesra, apalagi Cala dan Agam masuk ke kamar apartemen yang sama. Fikiran Livy pun sudah semakin buruk. Ngapain lagi laki-laki dan perempuan masuk ke dalam kamar yang sama, nggak mungkin main congklak, paling main lato-lato.


Sekuat apapun Livy bersabar nyatanya dalam hatinya emosi sudah menguasainya. Belum dua puluh empat jam ia pergi dari rumah Agam juga, tetapi laki-laki itu langsung membuat dia marah dan kesal.


Livy pun yang kaget dengan pertanyaan Om Jax, langsung menunjukan foto Agam yang dikirimkan oleh nomor yang tidak Livy kenal.


Om Jax pun hanya tersenyum miring. "Agam itu bodoh, dia bisa-bisanya dengan mudah masuk perangkap Cala dan Tari. Kamu jangan ambil pusing paling juga yang rugi Agam dengan masuk perangkap mereka, yang penting kamu sudah mencoba mengingatkan Agam, kalau dia kehilangan harta-harta peninggalan Dirga paling juga dia yang rugi," ucap Om Jax dengan santai.


"Yah, Livy akan mencoba untuk tidak terprovokasi dengan berita seperti ini, benar atau tidak itu sudah bukan urusan Livy, yang ada dalam pikiran Livy saat ini hanya membesarkan Oliv. Livy tidak mau kalau Oliv nanti nasibnya sama dengan nasib Livy yang tidak dibesarkan oleh orang tua rasanya seperti hidup di dunia ini hanya seorang diri." Siapa yang menyangka kalau pernikahannya akan berakhir sangat tragis seperti ini. Menangis marah dan kesal juga rasanya hanya membuang-buang tenaga dan waktu. Karena pada kenyataannya Agam sudah tidak mungkin berubah.


"Oh iya Om nanti Livy akan cari kontrakan yang dekat tempat kerja aja yah, biar kalau pulang dan berangkat kerja tidak harus lama, cukup jalan kaki, kasihan kalau lama Oliv kelihatanya bosan."


Yah, bocah usia satu tahu itu pun sudah terlihat bosan itu bisa di lihat dari Oliv yang terus muter duduknya ingin ke belakang dan balik lagi ke depan. Kalau dekat kan bisa jalan kaki dan melatih Oliv untuk bersosialisasi juga. Mengingat selama satu tahu lebih Oliv hanya bermain di dalam rumah mewah sang suami, Livy melihat Oliv seperti terkurung dalam penjara sehingga dia seperti saat pertama kali melihat keramaian seperti antusias dan juga bingung.

__ADS_1


"Ya itu terserah kamu Livy, Om hanya doakan semoga kamu bisa menjaga Oliv dengan baik, dan soal kerjaan pelan-pelan saja. Om tahu menjaga anak saja tidak mudah apalagi kamu masih mau bekerja sehingga pasti sangat butuh kesabaran."


Untung Livy dipertemukan dengan orang sebaik Om Jax yang mana mau membantu memberikan pekerjaan untuk Livy tanpa meninggalkan Oliv.


Hari pertma bekerja bisa dikatakan beruntung dan lancar oleh Livy, itu semua karena Oliv tidak begitu rewel, paling ngerengek kalau ngantuk dan haus lapar, yang memang Livy bekerja di dalam ruangan Om Jax yang cukup luas ada kulkas juga yang diisi makanan ringan dan cemilan untuk Oliv, dan juga karyawan di perusahaan cabang milik almarhum papih mertuanya baik-baik dan mau mengasuh Oliv dan bahkan banyak yang mengajak main Oliv saat mereka sudah tidak ada kerjaan. Sehingga ketika Oliv yang tidak pernah bertemu orang cukup senang ketika banyak yang mengajak main.


Seperti ini Kira-kira kesibukan Livy bekerja sembari mengasuh Oliv



Sementara Livy yang sibuk dengan pekerjaannya dan sekaligus mengasuh sang buah hati. Agam di tempat yang berbeda cukup terkejut dengan dirinya yang baru bangun tidur dengan keadaan telanjang serta, seorang wanita yang sangat ia kenal. Yah, Cala juga dalam keadaan telanjang tidur di dalam pelukannya.


"Cala... apa yang kamu lakukan?" tanya Agam dengan mendorong tubuh Cala yang masih polos juga.


"Agam, bukanya kamu yang semalam meminta aku untuk melayani kamu," jawab Cala dengan muka bingung dan masih kaget juga.

__ADS_1


"Aku semalam mabuk, mana sadar kalau aku meminta kamu untuk melayani aku," balas Agam dengan menatap tubuhnya yang polos dan juga Livy yang polos juga. Meskipun dia belum ingat semua dengan apa yang terjadi dengan dirinya, tetapi Agam tahu betul kalau tubuh sama-sama polos itu tandanya dia sudah menabuh benih.


"Apa kita berdua melakukanya?" tanya Agam masih berusaha meyakinkan apa yang dia pikirkan dan entah pikiran dari mana ia justru berharap kalau Cala bilang tidak. Livy tiba-tiba wajah polos dan kecewa Livy melintas dalam pikiran Agam, dan hal itu berhasil membuat Agam semakin sakit kepalanya.


"Kamu pikir kita semua telanjang seperti ini hanya numpang tidur? Kamu bahkan semalam membuang benih-benih calon anakmu di dalam rahimku, dan kamu bilang kalau kamu bilang aku ingin hamil anak kamu," balas Cala dengan wajah yang memerah.


Sontak saja Agam langsung berubah wajahnya. "Kenapa Cala, kenapa kamu mau saja melayani aku yang sedang mabuk dan kamu mau melayani laki-laki yang bukan suami kamu, apa kamu selama ini memang seperti ini pekerjaannya?" tanya Agam yang langsung membuat Cala semakin merah wajahnya. Yah, secara tidak langsung Cala disamakan dengan perempuan penggoda yang berakhir di atas pembaringan.


"Jaga mulut kamu Agam, bukanya kamu semalam yang merengek agar aku melayani kamu. Kamu aku tidak cinta sama kamu aku pun malas melayani kamu, tetapi aku cinta sehingga aku pun mau melayani kamu dan mau menjadi ibu dari anak-anak kamu," balas Cala dengan suara yang meninggi.


"Mintalah obat penunda kehamilan pada dokter, aku tidak mau punya anak dari hubungan di luar nikah!"


Bersambung....


...****************...

__ADS_1


__ADS_2