
Agam yang merasa kalau semua kehancuran yang ia terima adalah perbuatan dari Tari dan juga Cara, laki-laki itu langsung bangkit untuk mencari Tari dan juga Cala.
"Tuan, Anda mau ke mana? Seharusnya kita fokus dengan masalah ini," ucap Puji yang menahan Agam agar tidak pergi lagi, mengingat perusahaanya sudah menunggu ke hancurannya.
"Aku akan cari penyebab perusahaanku hancur, kamu cari solusi aja Ji, dan cari juga calon orang yang bisa kita ajak kerja sama," balas Agam dengan tidak menggubris ucapan Puji.
Setelah memastikan kalau Tari ada di rumah, Agam pun langsung menginjak pedal gasnya untuk segera sampai di rumahnya. Sedangkan Cala yang merasa kalau rencana Tari justru membuat dia semakin terpojok pun langsung menemui Tari, Cala merasa kalau Agam justru bukanya simpati malah marah dan menganggap rendah dirinya.
"Tante, kenapa Tante punya ide gila seperti itu, Tante tahu tidak Agam justru berpikir kalau aku ini cewek murahan yang mau tidur dengan laki-laki dengan mudah. Agam marah Tante bahkan marah sekali," protes Cala begitu wanita itu sampai di rumah mewah Agam, yang terdiri dari tiga lantai.
"Loh, kok kamu menyalahkan Tante, di sini kan Tante hanya memberikan saran pada kamu, lagian emang kamu sungguhan melakukanya dengan Agam? Kan Tante bilang kamu hanya pura-pura, seolah Agam itu melakukan dengan kamu, bukan sungguhan. Yang rugi nanti kamu lah," bela Tari tidak mau tiba-tiba disalahkan oleh Cala, sedangkan dia sendiri memberikan cara itu bukan sepenuhnya membantu Cala untuk mendapatkan Agam, tentu hanya untuk Agam semakin terbuat masalah baru. Dan perhatian Agam terpecah dengan adanya ide dan gila Tari, sementara Tari akan. mudah memindahkan harta-harta almarhum suaminya.
"Cala tidak melakukan sungguhan, Cala hanya menemani dia tidur dengan pakaian terbuka seolah olah kita telah melakukan zina, dan itu semua karena Tante yang menyarankanya. Tapi gara-gara itu Agam langsung memberiku nilai buruk. Bagaimana kalau ternyata Agam justru tidak mau bertanggung jawab, dan membuang aku begitu saja," jawab Cala dengan ketakutan. Mana vidio dia dan Agam sudah viral, sangat besar kemungkinan kalau dia akan selalu dinilai buruk oleh lingkungan, meskipun pada kenyataanya dia tidak melakukan hubungan terlarang.
__ADS_1
"Itu sih derita lu, lagian lu jadi anak murahan banget," batin Tari pada Cara yang terlihat ketakutan itu.
"Kamu tenang saja Cala, Agam tidak akan tahu, lebih baik kamu pulang. Biar urusan Agam, Tante yang akan nasihati, dia seperti itu karena dia banyak masalah dengan istrinya sehingga Agam berubah seperti itu," ucap Tari yang sudah mulai bosan dengan Cala yang terlalu cengeng sebentar-bentar dia akan nangis dan panik, nambah-nambah pikiran Tari saja.
Lagi, sesuai dengan apa yang Tari minta kini Cala pun pulang. Meskipun tidak sepenuhnya wanita itu percaya dengan ucapan Tari, tetapi Cala juga tidak bisa menuntut lebih, ini semua ada andil dari kesalahaanya yang dengan mudahnya percaya dengan ide-ide buruk Tari.
Penyesalan, kini hanya tinggal penyesalan yang Cala rasakan, tidak mendapatkan Agam, dan pandangan orang tentang dirinya semakin jelek. Apalagi Cala nampak tidur dengan Agam yang mana Agam adalah bos dari tempat dia membuat iklan, pasti ada ucapan-ucapan yang kurang enak yang dia dengar.
Sedangkan Cala langsung pergi setelah Tari memintanya pergi. Tari di rumah mewah itu langsung terkejut ketika orang kepercayaan di tempat perusahaan Agam memberikabar kalau perusahaanya Agam mengalami ke bangkrutan dalam semalam.
"Apa? Kalian bilang orang-orang pada membatalkan kerja sama dengan perusahaan kita hanya gara-gara vidio Agam yang viral dengan Cala?" tanya Tari tangan sebelah kanannya memegang dadanya yang tiba-tiba sesak.
"Bahkan kami dengar Agam dituntut mengembalikan uang-uang yang sudah di terima jumlahnya lima ratus milliar Nyonya," ucap orang dari tempat yang berbeda lagi.
__ADS_1
Semakin sesakTari merasakanya. "Jadi sekarang Agam tidak punya apa-apa?" tanya Tari dengan sangat terkejut. Mana mungkin Tari mau tinggal dan tetap menjadi ibu tiri Agam sedangkan laki-laki itu sudah kere.
"Aku harus pergi dan bawa surat-surat rumah ini," batin Tari langsug mematikan sambungan telepon, dan surat-surat tanah yang sudah dia minta dari pengacara keluarga pun Tari bawa. Yah, memang sebelumnya Tari sudah meminta surat-surat tanah untuk Tari pindah namakan secara diam-diam, tetapi semuanya belum terjadi justru Agam sudah jadi bangkrut.
"Aku berharap dengan adanya surat-surat tanah ini, aku bisa menjualnya dan setidaknya aku tidak terlalu rugi banget," balas Tari mengingat rumah yang mereka huni super mewah bahkan kalau di jual bisa sampai puluhan bahkan ratusan milliar, dan bagi Tari itu lebih baik dari pada tetap di rumah ini dan bisa saja rumah ini justru disita bank.
Ini rumah Almarhum Tuan Dirga yang ingin Tari kuasai..
Sedangkan ini adalah gambaran kontrakan Livy dan Oliv...
__ADS_1