Rahasia Kebaikan Ibu Mertua

Rahasia Kebaikan Ibu Mertua
10 Milliar?


__ADS_3

Agam menunjukkan pesan yang barusan diterima olehnya, kepada pihak kepolisian.


[Siapkan uang sepuluh milliar apabila anak kamu ingin selamat.] Itu adalah pesan yang barusan masuk ke nomor ponselnya. Yah seperti dugaan polisi dan Agam diawal kalau penculi-kan ini pasti bertujuan pemerasan untuk Agam.


"Apa yang harus saya balas Pak polisi?" tanya Agam dengan perasaan yang bingung dan pastinya cemas karena takut terjadi apa-apa dengan buah hatinya.


Begitupun dengan Livy yang semakin cemas dengan keadaan Oliv.


"Biar kami lacak lokasi mereka. Dan nanti kamu tugasnya tetap ajak mereka berkomunikasi agar tidak pergi kemana-mana."


"Baik Pak."


Polisi pun langsung melacak kira-kira para peculik itu ada di mana, setelah mengetahu alamat saat ini para pencullik itu dan polisi kembali memberikan ponselnya pada Agam.


"Kamu tetap ajak mereka berkomunikasi, tanya mau bertemu di mana, tanyakan anak kamu kondisinya seperti apa foto juga anak kamu, pokoknya pancing jangan sampai putus. Saya akan langsung ke lokasi mereka berada, dan kalian menyusul di belakang kami."


"Baik Pak." Agam pun langsung menjalankan tugasnya sedangkan para polisi langsung menyebar menuju tempat kira-kira para penculik itu berada.


Di apartemen mewah.


"Mih... apa Mamih mengatakan pada Agam kalau kita ada di lokasi ini?" tanya Gava, ketika dia baru saja membeli air minum dan makanan, tetapi di lantai bawah banyak polisi.


"Tidak, Mami masih bertukar kesepakatan dengan Agam," jawab Tari dengan polos.


"Jadi Mami masih berkomunikasi dengan Agam?" Gavi langsung panik.

__ADS_1


Kembali Tari menganggukan kepalanya dengan santai dan tanpa rasa bersalah.


"Mami, di bawah banyak polisi pasti mereka sudah tahu lokasi kita." Gava dan Gavi mulai panik dan kini Oliv juga sudah kembali tidur dengan lemah, bahkan sudah hampir seharian anak itu hanya tidur tanpa makan dan juga minum. Begitu menangis mereka akan memberikan obat tidur begitu seterusnya.


"Maksud kalian. Agam lapor polisi?" tanya Tari belum juga tahu dengan apa yang kedua putranya katakan.


"Sekarang kita kabur, dari pada berakhir di dalam penjara," ucap Gavi tidak mau ambil pusing.


"Mami, matikan ponsel itu kalau perlu buang." Gava pun bersiap akan kabur.


"Tapi uang-uang Mami, Agam sudah sepakat dia akan memberikan uang sepuluh milliar pada Mami," balas Tari berat apabila mematikan ponselnya.


"Mami itu hanya jebakan Agam, mereka sudah mengepung tempat ini. Apa Mami mau ditangkap dan masuk ke dalam penjara?" tanya Gavi semakin gemas dengan sang ibu yang lebih mementingkan uang dari pada kebebasanya.


"Jangan perdulikan anak itu, mati pun kita tidak usah khawatir." Gava yang sudah kehabisan kesabaran pun langsung menarik sang ibu, dan setelah melakukan penyamaran mereka berjalan dengan menghindari adanya polisi. Dengan meninggalkan Oliv di kamar sendirian dan tentu di konci juga unit apartemen mereka.


"Ponsel tidak bisa dihubungi lagi sepertinya mereka sudah tahu kalau Kita ada di sini," ucap polisi yang memegang ponsel Agam.


"Kalau gitu menyebar dan tetap awasi orang-orang keluar masuk jangan biarkan mereka pergi."


Tanpa menunggu lama polisi pun mulai menyebar dan mencari satu persatu unit yang kira-kira Tari dan kedua anaknya berada. Tanpa mereka tahu dari pintu belakang tiga orang sudah berhasil keluar.


"Alhamdulillah akhirnya kita bisa mengecoh mereka dengan menyamar jadi petugas kebersihan," gumam Gava dan Gavi hampir bersamaan. Mereka pun langsung mengambil mobil milik mereka dan berencana kabur.


Betepatan dengan Itu Agam, Livy dan juga Om Jaxtion yang baru datang pun curiga dengan petugas kebersihan yang masuk mobil dengan terburu-buru.

__ADS_1


"Agam, coba kamu lihat orang-orang itu. Lihat dan amati seksama mereka sepertinya Tari, Gava dan Gavi."


Agam dan Livy pun langsung melihat ke arah  yang ditunjuk oleh Om Jaxtion.


"Betul Itu nenek sihir dan anak-anaknya," ucap Livy antusias, ia saking marah dan kesalnya hingga menyebut nenek sihir pada mantan mertua tirinya.


"Kita ikuti mereka." Agam pun langsung menginjak pedal gasnya hingga mobil kembali melesat di atas jalan raya mengejar mobil yang ditumpangi oleh tiga keluarga itu.


"Om hubungi polisi kita minta bantuan untuk mengejar mobil mereka," ucap Agam,  dan Om Jax pun tidak menunggu lama langsung menghubungi polisi agar mengirim sebagian anggotanya untuk mengejar mobil yang ditumpangi Tari.


"Sial... ada yang ngikuti kita." ucap Gava yang melihat dari kaca sepion melihat satu unit mobil yang mengejarnya secara terus menerus.


"Kita gimana Gava, Gavi," ucap Tari yang terlihat semakin panik. Ketika bukan hanya satu mobil yang mengejarnya tetapi ada tiga mobil dan juga kendaraan roda dua yang mengejarnya.


Sedangkan di sebuah kamar yang besar dan cukup gelap. Oliv mulai membuka matanya dan ketakutan ketika tidak ada siapa pun.


"Ma...Mama..." Oliv mulai memanggil Livy dengan tubuh yang lemah terus berusaha bangun meskipun tubuh anak itu sangat lemah karena tidak makan dan juga tidak minum.


"Ma... mama Hikk... Hik... takut..." Oliv justru kembali menagis dengan bingung ia tidak tahu ada di mana dan tidak ada siapa-siapa dalam tempat itu.


Bersambung....


Sembari nunggu kelanjutan Oliv dan Livy yuk mampir ke novel bestie othor, dijamin bikin baper...


__ADS_1


__ADS_2