
Detik terus bergulir berganti dengan menit begitupun menit berganti menjadi jam dan jam pun berganti menjadi hari, tanpa terasa Livy sudah satu minggu bekerja dan itu tandanya sudah satu minggu juga Livy dan putrinya ke luar dari rumah mewah Mas Agam. Gosip kalau perusahaan Mas Agam yang goncang pun sudah Livy dengar, bahkan berita kalau mantan mami mertua yang kabur dengan membawa uang dan juga barang berharga milik almarhum papi Dirga dan juga surat tanah dan bangunan yang di bawa kabur juga oleh Tari sudah sampai di telinga Livy.
Bukannya senang akan kebangkrutan mantan suami yang dari awal tidak percaya pada Livy kalau ibu tirinya hanya mengincar harta hartanya, tetapi Livy cukup puas dengan semua yang terjadi pada Agam, itu semua tandanya saat ini mantan suami Livy sudah tahu siapa Tari sesungguhnya dan apa yang ia katakan itu benar, dan juga apa yang wanita itu katakan semuanya adalah fakta, dan Livy bukalah wanita yang hanya ingin menumpang hidup pada dirinya, apalagi karena ingin mengambil harta-hartanya. Dirinya memang miskin dan dari kecil tinggal di panti asuhan, tetapi dia tidak gila harta seperti Tari.
Sama seperti hari-hari biasanya Livy pun masih kerja dengan membawa Oliv, bahkan Oliv semakin hari semakin anteng, hal itu karena para teman-teman kerja Livy yang baik-baik bahkan mereka sering tiba-tiba kasih kado mainan untuk Oliv sehingga buah hati Livy sangat senang dan di ruangan kerjanya dan Om Jax pun sudah seperti taman bermain banyak mainan Oliv yang berserakan.
Awalnya Livy merasa tidak enak dengan Om Jax karena kadang setiap jalan kesandung mainan Oliv yang berantakan di bawah, tetapi lama-lama juga Livy terbiasa toh yang penting setiap mau pulang wanita itu selalu merapihkan lagi mainan milik Oliv yang berserakan sehingga rapih lagi. Dan juga Om Jax adalah orang tua yang sangat perhatian, dan mengartikan dengan kebiasaan anak seusia Oliv yang kadang mainan dengan berantakan, tidak jarang juga merengek untuk mengajak jalan keluar, tetapi Livy adalah ibu yang hebat ia sangat menikmati menjadi seorang ibu dan juga wanita karir, yang mana tempat kerjanya juga memberikan kemudahan untuk sekaligus mengasuh buah hatinya sehingga insyaAllah Oliv tidak kehilangan kasih sayang dari seorang ibu.
__ADS_1
"Livy nanti kamu mau ikut meeting kan? Kita dan pengacara Prabu akan memberikan fakta yang sesungguhnya sudah cukup kita buat pelajaran pada Agam, lagi pula satu minggu ini dia sudah bekerja sangat keras untuk tetap menyetabilkan perusahaan yang goyah, dan kita akan katakan pada Agam, bahwa ini adalah acara kita agar membuka kedok siapa Tari sebenarnya," ucap Om Jax di tengah-tengah pekerjaan kami.
Livy menatap Om Jax dengan tatapan yang bingung. "Sebaiknya Livy tidak ikut Om, Livy masih belum ingin bertemu dengan Mas Agam. Lebih baik Om Jax dan pengacara Prabu saja yang menemui Mas Agam," balas Livy setelah cukup lama wanita satu anak itu memikirkan apa akibatnya kalau dirinya ikut menemui Agam.
"Tapikan rencana ini juga tidak lah lepas dari ide kamu, dan juga tidak lepas dari kerja keras kamu yang ingin membuka kedok siapa Tari sebenarnya. Selama dua tahun kamu di perlakukan dengan tidak manusiawi oleh Tari, Om rasa kamu harus katakan pada Agam, agar Agam tahu bahwa anak dan istrinya tertekan dengan ibu tirinya," balas Om Jax lagi, ingin agar Livy ikut untuk menemui Agam.
"Semuanya sudah berlalu Om, lagi pula dengan Livy ikut menemui Mas Agam tidak akan merubah yang sudah-sudah, biarkan Mas Agam tahu dengan sendirinya, tanpa Livy yang buka semua kebenaranya, dan kalau memang Mas Agam ditakdirkan untuk tahu semuanya pasti akan tahu juga, begitupun sebaliknya kalau memang Mas suami tidak diizinkan untuk tahu maka semuanya tidak akan terbuka juga," balas Livy dengan yakin.
__ADS_1
"Tapi kalau nanti Agam tahu keberadaan kamu dan ingin bertemu dengan kamu, bagaimana apakah kamu keberatan atau tidak?" tanya Om Jax lagi sebelum dirinya salah ngomong.
Kembali Livy pun hanya diam untuk menjawab pertanyaan laki-laki paruh baya yang ada di hadapannya.
"Kalau niatnya untuk bertemu dengan Oliv sepertinya tidak apa-apa, karena bagaimana pun keadaanya Oliv akan tetap menjadi anak dari Mas Agam, tetapi kalau niatnya untuk yang lain lebih baik jangan," jawab Livy dengan sangat yakin, yah bukanya dia keras kepala atau apalah itu. Wanita itu hanya merasa kalau lebih nyaman dengan statusnya yang saat ini, dan membesarkan Oliv seorang diri adalah hal yang sangat nyaman bagi Livy tidak ada tekanan di dalam hati dan pikirannya. Dan Livy berharap Oliv akan tahu suatu saat nanti bahwa apa yang Livy lakukan adalah demi kebaikannya.
Sudah cukup dua tahun yang Livy perjuangkan dengan berusaha bertahan di rumah itu, hanya untuk mengadakan suaminya mengenai siapa Tari sesungguhnya. Namun kesempatan itu tidak diambil justru membuat Livy seolah wanita paling rakus sehingga Agam tidak mempercayainya. Dan itu tandanya kesempatan itu sudah habis dan Livy tidak ingin kembali ke dalam pelukan Agam.
__ADS_1
Bersambung....
...****************...