
"Kira-kira rencana Mami apa untuk wanita itu?" tanya Gava yang langsung di balas anggukan oleh Gavi. Dua anak kembar yang selalu saling mendukung baik itu dalam hal kebaikan maupun kejahatan.
"Mami katakan saja maunya bagaimana biar Gava dan Gavi yang akan mengurusnya. Kita tidak akan biarkan mereka hidup enak ketika kita di sini hidup susah," imbuh Gavi, yang mana hidup mereka sudah biasa enak tanpa bekerja, sehingga ketika harta yang dia punya sudah mulai menipis maka Gava dan Gavi pun rela melakukan apa pun, asalkan mereka bisa tetap hidup dengan enak.
"Kalian cari alamat lengkap wanita itu, Mami ingin buat perhitungan dengan mantan menantu durhaka itu," balas wanita cantik itu.
"Siap Mam, pasti kami akan temukan di mana wanita itu bersembunyi, tidak akan aku biarkan mereka bahagia," balas Gava dengan api kemarahan yang menggebu-gebu.
"Jangankan menemukan alamat wanita itu membuat wanita itu hilang dari muka bumi ini saja kami bisa," sambung Gavi, tidak kalah marah seperti Gava.
"Tunggu jangan gegabah kita harus bikin dia memberikan harta-hartanya tanpa harus kita berbuat yang diluar kehendak kita," balas Tari, otak liciknya sedang bekerja mencari cara untuk membuat Agam yang menyerahkan hartanya dengan suka rela.
"Ok, kami akan ikuti apa kemauan Mami," balas Gava kembali, dan Gavi pun memberikan dukungan dengan anggukan kepala yang kuat.
__ADS_1
Di saat Tari dan kedua anak kembarnya memikirkan bagaimana caranya agar dirinya mendapatkan harta yang banyak justru di tempat lain Agam masih diselimuti dengan perasaan bersalah.
"Livy aku mau pamit pulang yah, lain kali aku akan main lagi, tidak enak dengan Om Jax yang menunggu terlalu lama," ucap Agam dengan tatapan yang sedih karena harus meninggalkan buah hatinya dan juga meninggalkan Livy yang dia akui kali ini rasa cintanya justru tumbuh dengan sangat kuat. Ketika mereka sudah sepakat berpisah. Agam memang sudah berusaha untuk mengikhlaskan Livy dari hidupnya, tapi semakin dirinya berusaha semakin berat yang Agam rasakan.
"Sayang, Papah mau pulang Oliv salim dulu sama Papah," ucap Livy dengan suara berbisik pada sang putri dan Oliv pun yang sudah tahu arti ucapan dari sang ibu pun langsung bangun dan mengulurkan tanganya pada sang papah.
"Oliv, Papah pulang dulu yah, nanti pasti Papah main lagi," ucap Agam dengan suara yang lembut dan bersaliman dengan Oliv, setelah itu menggendong anak kecil itu denganย cinta yang luar biasa besar. Cinta yang ia temukan setelah dirinya berpisah dengan sang istri.
"Aku pulang dulu yah Livy, nitip Oliv, kalau nanti ada apa-apa kamu telpon aku saja," ucap Agam dengan memberikan Oliv pada gendongan Livy serelah laki-laki itu puas mencium dan mencumbu gadis kecilnya.
"Soal biaya Oliv nanti aku akan berikan tiap bulan agar kamu jangan terlalu berat bekerja, aku masih bisa memberikan nafkah untuk Oliv." Agam baru ingat kalau dia adalah ayah dari Oliv yang artinya kewajiban dia adalah memberikan nafkah.
"Kalau soal itu maaf Mas, bukanya saya tidak terima dengan apa yangkamu rencanakan, tetapi aku hanya ingin kalau kamu menyimpan nafkah kamu untuk Oliv dalam tabungan anak yang nanti bisa Oliv ambil setelah usianya tujuh belas tahun. Livy takut nanti tidak akan bisa bekerja sampai Livy besar sehingga dia masih tetap melanjukan pendidikanya hingga kuliah dengan tabungan itu," ucap Livy, wanita itu merasa kalau dirinya masih mampu untuk memberikan nafkah ada Livy dan itu sebabnya dia memberikan saran seperti itu.
__ADS_1
"Baiklah kalau itu ingin kamu, aku akan mencoba mengertikanya. Dan aku juga akan mencoba untuk tetap bertanggung jawab hingga Oliv bisa memberikan nafkah untuk dirinya sendiri."
Setelah membahas masalah nafkah kini Oliv dan juga Agam berpamitan untuk pulang, dan membiarkan Oliv tinggal dengan Livy.
Hampir tiga jam dia di rumah mantan istrinya, laki-laki itu bisa tahu dan menyimpulkan kalau Livy sangat baik untuk merawat Oliv. Livy sangat bisa menjaga buah hatinya dengan sangat baik, sehingga tidak ada alasan Agam untuk ragu kalau Oliv dirawat dengan ibunya.
"Om, apa tidak ada cara agar Agam bisa kembali dengan Livy, apapun akan Agam lakukan agar bisa bersama terus dengan Livy. Agam sudah sangat menyesal," ucap Agam pada orang kepercayaan almarhum sang papih.
Bersambung....
#Mohon maaf novel ini slow up date, othor sedang mudik terkendala sinyal.. ๐๐ป๐๐ป
***Selamat Hari Raya Idul Fitri***
__ADS_1
Telah tiba masa bulan penuh keberkahan. Menuai berkah dalam kedamaian. Hati yang gembira menyambut takbiran yang menggema di mana-mana. Di hari ini saudara terlihat saling menyapa. Bersama dengan cahaya pagi bermentari ceria. Langkah demi langkah waktu tersiar. Dalam dekap silahturahmi pengikat keselamatan. Saya sadar masih banyak kekurangan dalam setiap kata yang ter-rangkai menjadi sebuah cerita, bahkan mungkin ada kata yang menyinggung pembaca sekalian. Jangan sampai kekurangan dan keburukan saya menjadi indah, seindah rangkaian bunga mawar di mata readers sekalian. Mungkin dalam tulisan saya ada kata yang kurang berkenan mohon di bukakan pintu maaf. Di hari yang sempurna ini, izinkan saya menghaturkan maaf yang sebesar-besarnya. Minal Aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat menyambut hari raya idul fitri. Yang mudik semoga kita semua selamat sampai tujuan, dan kembali dengan selamat juga.