
"Livy... sebaiknya kamu pulang saja, kamu pasti sangat lelah," ucap Om Jax yang melihat Livy kembali jatuh meskipun tidak sampai pingsan, tetapi ia seperti kehilangan semua tulangnya.
"Tidak apa Om, Livy kuat kok. Livy akan tetap mengikuti proses pencarian ini sampai ketemu. Oliv saat ini pasti sedang ketakutan. Dia paling tidak bisa tidur tanpa Livy, jadi Livy juga pulang istirahat atau apa tidak akan bisa tenang. Yang ada makin kepikiran," balas Livy dengan mata yang sudah bengkak karena terlalu banyak menangis dan menyalahkan dirinya sendiri. Ia berjanji bahwa apabila terjadi sesuatu dengan Oliv dia akan melakukan pembalasan pada orang yang sudah sangat yakin ada dibalik hilangnya Oliv.
Agam dan orang-orang yang ada dalam ruangan pun menatap hasil rekaman CCTV di mana di sana terlihat seorang laki-laki menuntun Oliv ke sebuah mobil padahal saat itu posisi tempat sangat ramai, tetapi entahlah tidak ada satu pun yang melihat dan menyadari kalau Oliv sedang dalam bahaya. Bahkan Sisil terlihat sangat tenang menggandeng anak yang jelas-jelas itu bukan Oliv.
Laki-laki itu mengeratkan gigi-giginya dan tangan yang terkepal saat ia tahu siapa laki-laki yang menuntun putranya.
"Sudah aku duga, pasti mereka dibalik hilangnya Oliv," geram Agam, tidak ada henti-hentinya ia mengutuki dirinya sendiri, yang tidak langsung menyusul Oliv begitu tahu anaknya turun dengan salah satu karyawannya.
"Ada hubungan apa Anda dengan orang itu?" tanya polisi, untuk menguatkan bahwa ini memang masuk ketindakan kriminal.
"Dia adalah adik tiri saya, dan mereka pasti sedang merencanakan pemerasan pada saya." Agam pun pada akhirnya menceritakan apa yang terjadi pada keluarganya termasuk Tari yang kabur dengan uang-uang sang papi yang dibawa, dan sekarang Tari yang Agam yakini akan memanfaatkan Oliv untuk memerasnya.
__ADS_1
"Kalau gitu Anda tunggu saja mungkin orang yang Anda curigai akan meminta tebusan untuk menyelamatkan putri Anda, selama itu belum terjadi kami akan tetap cari putri Anda kira-kira disembunyikan di mana. Kami akan lacak CCTV jalanan yang mungkin saja ada jejak lanjutan dari mobil mereka."
"Tapi kalau nanti terjadi apa-apa dengan Oliv bagaimana Pak?" tanya Livy semakin tidak tenang, karena ia sangat tahu bagaimana sesungguhnya sang mantan mertua yang mata duitan itu. Wanita paruh baya itu akan menghalalkan segala cara agar apa yang mereka rencanakan akan terjadi.
"Mohon kalian juga tetap bantu untuk cari-cari informasi, dan untuk sekarang kami akan usahakan yang terbaik agar putri Anda baik-baik saja.
Setelah meeting dirasa selesai polisi pun kembali melanjutkan tugasnya.
****
Sesuai yang Livy cemaskan Oliv terus terusan nangis di apartemen yang sebelumnya sudah disiapkan khusus untuk menyembunyikan Oliv. apartemen yang cukup nyaman sebenarnya karena sudah disiapkan dengan segitu sempurnanya dengan banyaknya mainan yang ada di dalamnya.
Yah, Tari juga takut apabila Oliv akan nangis terus dan mengundang kecurigaan orang lain seperti yang terjadi malam ini. Oliv yang tidak biasa berada ditempat itu dengan orang-orang asing, ditambah tampa adanya Livy pun terus menangis dan menangis.
__ADS_1
"Gava, Gavi apa kalian tidak ada obat tidur untuk menenangkan anak itu? Kalau dia tetap nangis terus yang ada nanti orang-orang akan curiga," ucap Tari, ia yang sudah biasa hidup tenang tanpa adanya urusan seribet ini tentu tidak betah dan kesal serta murka dengan Oliv yang terus nangis.
"Anak ini sudah tiga kali diberikan obat tidur kalau terus terusan diberi obat tidur malah nantinya akan bahaya pada kesehatannya dan kita akan semakin sulit untuk bebas," balas Gavi, sama halnya dengan Tari kedua anak itu juga sudah lelah mengurus Oliv yang tidak ada henti-hentinya menangis.
"Kalau gitu buruan Mamy kirimkan pesan pada Agam agar anak ini bisa segera di tebus," usul Gava. Bukan hanya Gavi dan sang mami yang kesabarannya diuji. Gava yang tidak suka anak kecil pun merasakan yang sama.
"Tapi bagaimana kalau ternyata mereka melaporkan kasus ini pada yang berwajib?" Kembali ternyata Gavi juga merasakan hal yang akan terjadi, dan hal itu Sudah masuk wilayahnya. Jadi mau tidak mau pasti polisi bertindak.
"Itu urusan nanti yang penting sekarang kita dapat duit." Tari pun langsung mengabulkan ponselnya dan mulai mengetik pesan untuk Agam.
Bersambung...
Sembari nunggu kelanjutannya Oliv. yuk mampir ke novel bestie othor dijamin bikin baper...
__ADS_1