Rahasia Kebaikan Ibu Mertua

Rahasia Kebaikan Ibu Mertua
Tari Menghilang


__ADS_3

"Aku harus pergi dan bawa surat-surat rumah ini," batin Tari langsung mematikan sambungan telepon, dan surat-surat tanah yang sudah dia minta dari pengacara keluarga Dirga pun Tari bawa kabur. Yah, memang sebelumnya Tari sudah meminta surat-surat tanah untuk Tari pindah namakan secara diam-diam, tetapi semuanya belum terjadi justru Agam sudah jadi bangkrut.


"Aku berharap dengan adanya surat-surat tanah ini, aku bisa menjualnya dan setidaknya aku tidak terlalu rugi banget," balas Tari mengingat rumah yang mereka huni super mewah bahkan kalau di jual bisa sampai puluhan bahkan ratusan milliar, dan bagi Tari itu lebih baik dari pada tetap di rumah ini dan bisa saja rumah ini justru disita bank.


"Mam... Mamih..." Agam begitu masuk rumah langsung memanggil Tari yang dia yakini masih ada di dalam rumah milik almarhum papahnya.


"Mamih... Mamih..." Agam kembali memanggil Tari bahkan sembari berjalan ke kamar wanita yang sudah sepuluh tahun menyandang menjadi ibu sambungnya. Namun, selama sepuluh tahun juga Agam tidak pernah menaruh sedikit pun curiga kalau mamih tirinya mendekati sang papah adalah demi sebuah harta.


Yah, pasalnya menurut penuturan Tari maupun sang papih, mereka itu sudah kenal dari kecil, dan mereka sudah terlibat cinta monyet, tetapi seiring berjalanya waktu dan mereka terpisah dengan pekerjaan yang berbeda membuat sang ibu tiri menikah dengan orang lain begitu pun Dirga menikah dengan wanita lain, hingga semuanya kembali bertemu ketika sang mamih dari Dirga sudah meninggal dunia.


Agam awalnya menolak Tari menjadi ibu sambungnya tetapi perhatian Tari meluluhkan benteng itu, justru seiring berjalanya waktu Tari bisa membuktikan bahwa dirinya adalah ibu sambung yang baik, bahkan sangat baik dan bisa menjaga dan mengurus Agam dengan baik. Tetapi di hari ini Agam justru semakin yakin kalau apa yang dikatakan oleh Livy adalah benar.

__ADS_1


"Tuan, Anda cari siapa?" tanya sang asisten rumah tangga yang datang menghampiri Agam, dengan setengah tergopoh.


"Apa kurang jelas saya memanggil siapa?" tanya Agam dengan nada yang semakin tinggi, mata merah menunjukkan kemarahannya.


"Tuan, Nyonya Tari sudah pergi dari satu jam yang lalu, bahkan Nyonya tari sempat terlihat membawa koper. Katanya akan melakukan kerja di luar kota," jawab sang asisten rumah tangga yang sempat bertanya pada Tari ketika dirinya akan meninggalkan rumah mewah ini.


"Pergi? Terus kalian lepaskan begitu saja?" tanya Agam dengan gigi-gigi yang saling beradu dan bunyi bergemelutuk bahkan Agam tidak pernah terpikirkan sedikit pun kalau Tari akan pergi. Yah, tidak ada alasan lagi, Tari memang orang yang licik ingin mengambil hartanya.


"Periksa kamar Tari apakah barang berharganya di bawa semua?" ucap Agam dengan suara yang semakin meninggi.


Sang asisten rumah tangga pun langsung pergi dan meninggalkan ruang keluarga untuk menuju kamar Tari, dan Agam justru duduk dengan lemas, meskipun dia belum mendapatkan info yang pasti dari para pekerjanya kalau Tari memang pergi membawa barang berharga miliknya, tetapi dalam hati Agam dia udah yakin kalau Tari pergi tidak dengan tangan kosong. Pakaian di tinggal bagi Tari bukan hal yang terlalu berarti mengingat Tari bisa membelinya lebih banyak lagi pakaian yang dia butuhkan asalkan uang-uang sang mantan suami ada di dalam genggamannya.

__ADS_1


"Kurang ajar kamu Tari, kalau sampai aku tahu kalau kamu pergi dengan membawa harta milik Papih, maka tidak akan aku biarkan kamu lolos," ucap Agam dengan yakin.


"Ke lubang semut sekali pun kamu bersembunyi, pasti akan aku cari," imbuh Agam lagi. Dengan dada yang semakin terlihat naik turun menahan kemarahannya.


Dengan setengah tergopoh sang asisten rumah tangga datang menghampiri Agam. "Tuan, semua perhiasan milik Nyonya tidak ada dan di dalam kamarnya sudah tidak ada barang berharga, kemungkinan barang Tuan Dirga yang berharga, dan tabungan uang dolar juga dibawa oleh Nyonya Tari," ucap sang asisten rumah tangga memberikan laporan dengan setengah terengah-engah hal itu karena mereka juga sebenarnya sudah tahu bagaimana sifat Tari.


"Sialan, kurang ajar, Tari mulai bermain-main denganku." Agam pun langsung menunjukan wajah marahnya di mana di saat ini benar-benar merasa di bohongin. Yah Agam merasa kalau dia adalah orang paling bodoh di dunia ini. Padahal sang istri entah berapa kali mengatakan kecurigaan Livy. pada Hari, tetapi tidak juga di dengar oleh Agam.


Sekarang giliran harta-hartanya di bawa kabur oleh Tari pun Agam menyesal. Bahkan kini Livy dan anaknya sudah pergi entah ke mana.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2