Rahasia Kebaikan Ibu Mertua

Rahasia Kebaikan Ibu Mertua
Fakta Yang Mulai Terbuka


__ADS_3

"Tuan, Om Jaxtion, dan juga pengacara Prabu ingin bertemu dengan Anda di sore nanti selepas jam kerja, apakah Anda mau menemui mereka?" tanya Puji, pada Agam yang masih sibuk bekerja. Bahkan sejak perusahaanya dinyatakan goncang dan ada banyak kemungkin gulung tikar Agam bekerja gila-gilaan. Laki-laki itu tidur dan istirahat di kantor dan dia juga tidak pulang ke rumah mewahnya. Selain dia ingin segera mengatasi masalah yang membelit peruahaanya dia juga apabila pulang ke rumah itu pikiranya semakin diliputi rasa bersalah dengan kepergian istri dan putrinya.


Laki-laki beranak satu itu sebenarnya sangat ingin menemui Livy dan anaknya untuk meminta maaf karena perbuatanya yang tidak pernah percaya dengan apa yang dikatakan oleh Livy, tetapi waktu yang belum juga ada. Agam yang masih fokus sibuk dengan urusan kantornya.


"Tuan... apakah Anda mau menemui mereka atau tidak?" tanya puji lagi, setelah Agam justru diam mematung.


"Menurut kamu baiknya bagaimana Ji? Mengingat aku maasih sangat malas bertemu dengan pengacara bodoh itu," tanya Agam dengan suara yang tedengar sangat malas kalau membahas pengacara yang dia sebut bodoh itu.


"Kalau menurut saya pastinya lebih baik di temui saja Tuan, agar kita bisa berdiskusi tetang perusahaan ini juga. Apalagi Om Jaxtion dan pengacara Prabu adalah orang yang sangat dikasih wewenang oleh orang almarhum tua Anda," ucap Puji memberikan masukan pada bosnya.


"Kalau menurut kamu memang lebih baik aku menemui mereka kalau gitu, aku juga akan temui mereka," balas Agam dengan yakin. mungkin yang Puji katakan ada benarnya sehingga Agam memutuskan untuk menemui dua orang yang menjadi kepercayaan almarhum papihnya.


Akhirnya setelah Agam pasti mau bertemu dengan orang kepercayaan almarhum papihnya, Puji pun langsung mengabarkan pada Om Jax, dan sesuai dari jadwal sebelumnya ketika  pulang kerja makan pengacara dan asisten kepercayaan almarhun Tuan Dirga pun datang menemui Agam di kantornya.


Tatapan tidak suka pertama yang Agam berikan terutama pada pengacara Prabu yang dia anggap sangat bodoh karena sudah memberikan surat tanah dan bangunan milik almarhum sang papih.

__ADS_1


"Apa kami mengganggu kerja kamu Agam?" tanya Om Jax dengan suara berat dan berkarismanya.


"Duduklah, karena aku sudah mengatakan ingin menemui Anda itu tandanya kami memang ingin bertemu dengan Anda semua Om." Agam pun beranjak dari kursi kerjanya dan menghampiri dua orang yang sudah duduk di sofa ruanganya. Dan tidak lama Puji pun datang untuk menghampiri mereka.


"Jadi kedatangan kami ke sini ada hal yang sangat penting, yang menurut kami harus secepatnya diinfokan pada kamu Agam, tetapi ada harapan dari kami selaku orang yang diberikan amanah yang cukup kuat oleh papah kamu, kamu mau merubah sifat kamu, dan jadikan pelajaran yang kemarin-kemarin sebagai masukan untuk kamu agar kamu tetap mendapatkan apa yang kamu inginkan dan kamu tetap bisa menikmati peninggalan dari almarhum Tuan Dirga. " Om Jax selaku orang yang benar-benar memiliki kuasa yang kuat pun memulai pembukaan untuk pembahasan kali ini.


"Ayolah Om cepat katakan apa yang ingin Anda katakan karena Agam masih memiliki banyak pekerjaan," ucap Agam dengan menyenderkan tubuhnya ke sandaran sofa.


Pengacara prabu pun membuka tasnya dan langsung mengeluarkan surat-surat yang dia pegang selama ini. "Kamu bisa baca ini?" ucap pengacar Prabu dengan meletakan surat-surat satu tumpuk.


Agam yang memang penasaran pun mengambil satu persatu surat yang ada di hadapanya dan membaca dengan teliti dan juga dia cukup terkejut ketika dia membaca sertifikat bangunan dan tanah yang ternyata masih ada di tangan pengacara kepercayaan alhamrhum papihnya.


"Lebih tepatnya yang Tari bawa adalah sertifikat palsu, dan yang asli semua surat berharga masih ada sama saya. Meskipun sejujurnya Tari sudah beberapa kali meminta sertifikat yang lainya, tetapi saya tidak bisa berikan karena menurut Om Jaxtion kalau wanita itu sedang berusaha memindahkan harta-harta alamarhum papih kamu berganti menjadi namanya," ucap pengacar Prabu, berusaha memberikan penjelasan yang sangat bisa dimengerti oleh Agam sehingga Agam tidak salah sangka lagi.


"Jadi wanita licik itu hanya membawa sertifikat palsu?" tanya Agam dengan wajah yang saat ini bisa tersenyum dengan bangga.

__ADS_1


Dan pengacara Prabu pun membalas dengan anggukan kepala sebagai jawaban iya kalau yang Tari bawa hanyalah surat tidak ada manfaatnya.


"Alhamdulillah, akhirnya apa yang wanita itu bawa adalah hanya surat sampah," gumam Agam dengan wajah berbinar bahagia dengan wajah yang jauh berbahagia berbeda dari beberapa hari yang lalu yang mana wajahnya sangat lecek.


"Sebenarnya kami tidak hanya ingin memberikan informasi masalah surat-surat yang masih aman semua, tetapi kamu akan membuka semua rencana kami yang sepertinya cukup berhasil terlebih saat ini, kamu sudah tahu siapa Tari sebenarnya sehingga baiknya kami menghentikan rencana selanjutnya, dan biarkan kamu bekerja dengan tenang.


"Maksud Anda apa Om? Sepertinya hanya saya di sini yang tidak tahu akan rencana Anda?" tanya Agam yang bingung sepertinya yang lainya tenang-tenang saja, termasuk puji dan juga pengacar Prabu, yang mana semuanya nampak tenang saja.


Kembali Om Jaxtion menyiapkan semua laporan perusahaan dan memberikanya pada Agam.


"Baca ini!"


Tanpa menunggu lama, berhubung Agam sangat penasaran sehingga laki-laki itu langsung mengambil apa yang Om Jax berikan. Cukup lama Agam membaca laporan yang Om Jax berikan dan kedua matanya pun cukup terkejut dengan apa yang dia baca.


Jadi selama ini?

__ADS_1


Bersambung....


...****************...


__ADS_2