Rahasia Kebaikan Ibu Mertua

Rahasia Kebaikan Ibu Mertua
Semua Merasakan Kehilangan


__ADS_3

"Kok Oliv lama banget keluarnya yah," ucap Agam dengan berdiri hendak mengecek ke bawah, tetapi bertepatan dengan itu pintu ruangan dibuka cukup kencang. Seorang wanita dengan wajah panik dan nafas tersengal menatap tiga orang di hadapannya.


"Bu... Tuan... Oliv... Oliv hilang."  Sisil masuk dengan wajah memerah dan juga mata yang sembab dan suara bergetar.


Livy langsung beranjak dari duduknya dan menatap pada Sisil, karyawan yang mengajak sang putri pergi.


"Kamu jangan bercanda Sil, sudah jelas Oliv ikut dengan kamu, mana mungkin bisa hilang," cecar Livy dengar mata yang sudah memerah, bukan hanya Livy yang kaget dan terkejut Agam, dan Om Jaxtion pun kaget dengan kabar yang Sisil bawa.


"Maaf Bu, Tuan, saya tidak tahu tiba-tiba Oliv tidak ada padahal. Tadi dia gandengan tangan saya terus, saya pikir tadi yang gandengan tangan saya saat ngantri beli es cream Oliv ternyata anak lain, dan Oliv tidak ada," jawab Sisil dengan sesekali tersengal dan tangisan yang pecah.


"Aku nggak percaya ucapan kamu, pasti kamu sedang menutupi fakta yang lain. Aku pastikan kamu akan busuk dalam penjara kalau sampai anakku tidak ketemu." Agam tanpa menunggu lama langsung mengabarkan pada seluruh karyawannya bahwa sang putri hilang. Dan tanpa menunggu lama karyawan dan keamanan pun mulai menyebar untuk mencari di mana keberadaan Oliv sedangkan Livy sendiri tidak bisa berkata-kata lagi, ia hanya diam di dalam ruangannya dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya dia tidak menyangka kalau dirinya mengizinkan Sisil untuk membawa Oliv yang biasanya akan baik-baik saja justru di hari ini malah menjadi malapetaka yang membuat ia kehilangan buah hatinya.


"Livy, Om akan coba ikut cari Oliv di depan, Om minta agar kamu tetap tenang," balas Om Jax tanpa menatap pada Sisil yang masih menunduk bersalah. Livy pun melakukan hal yang sama, ia terlalu kecewa dengan apa yang Sisil akibatkan, karena kecerobohan nya, saat ini buah hatinya tidak tahu ada di mana, apakah sedang menangis ketakutan atau sedang....

__ADS_1


Livy tidak bisa membayangkan lagi apa yang terjadi.


Wanita itu hanya duduk dengan tatapan kosong tubuhnya sangat lemas dengan kabar ini, ia hanya menatap kosong pada mainan yang berserakan sisa Oliv memainkan semuanya sebelum ia mengizinkan untuk ikut dengan Sisil.


"Bu... saya min..."


Ucapan Sisil langsung tertahan dengan tangisan kencang dari Livy, bahkan wanita itu baru merasakan kehancuran yang luar biasa. Oliv adalah tujuannya tetap bisa bertahan hingga detik ini, hanya Oliv satu-satunya makhluk ciptaan Allah yang dititipkan padanya yang bisa mengerti perasaanya, dari ia lahir hingga sekarang Livy sangat beruntung, karena dititipkan anak yang sangat pintar seperti Oliv meskipun masih kecil, tetapi bisa tahu bagaimana perasaan Livy dan selalu menghibur sang ibu ketika masalah bertubi-tubi datang.


"Bu..." Sisil memekik dan segera meminta bantuan ketika melihat Livy jatuh pingsan.


"Sil, maaf kayaknya kamu pergi dulu aja deh. Urusan Bu Livy biar aku yang jaga dulu. Bukan apa-apa takutnya nanti begitu Bu Livy sadar akan emosi lagi lihat kamu, karena menganggap kamu adalah penyebab atas hilangnya Oliv, kamu bisa bantu cari Oliv di luar," ucap Mara yang tahu kalau situasi seperti ini sangat berat untuk sang bos. Bahkan Agam sempat membanting barang-barang yang ada di hadapannya.


Bagaimana tidak hancur perasaannya, Agam baru saja merasakan sangat bahagia dengan hubungannya yang membaik pada sang buah hati, tetapi lagi-lagi masalah datang menghadang. Kali ini justru masalah yang sangat berat. Hanya Oliv yang mampu dia kembali bersemangat menjalani hidupnya yang hancur, tetapi malah dapat kabar kalau Oliv hilang.

__ADS_1


"Bagaimana Pak, apa sudah di kerahkan anjiing pelacak dan juga orang-orang menyusuri jalan ini?" tanya Agam, dengan wajah yang terlihat sangat lelah bahkan ia  sudah mencari ke seluruh penjuru kantor dan jalanan, tetapi tidak ada ciri-ciri Oliv bersembunyi.


Livy sendiri sudah sadar dan kini sedang berada di samping Agam dengan pandangan mata yang kosong dan bengkak, entah berapa banyak air mata yang telah ia keluarkan karena memikirkan di mana saat ini sang putri, pasti sedang ketakutan, karena hampir tidak pernah Oliv dan Livy berpisah yang cukup lama, apabila di hitung dari hilangnya Oliv saat ini sudah enam jam lebih, dan cahaya matahari pun sudah berganti dengan pekatnya malam, Livy tidak bisa membayangkan bagaimana ketakutannya sang buah hati saat ini, Oliv tidak bisa tidur tanpa sang bunda, itu yang ada dalam pikiran Livy.


"Anjiing pelacak sudah dikerahkan, tetapi semua tidak menemukan titik terang, tetapi kalau mendengar dari para kesaksian yang kebetulan di lokasi putri Anda itu di bawa oleh seorang laki-laki yang masih muda dengan naik mobil. Dan kami juga sempat memeriksa CCTV yang ada di lokasi dan memang ada salah satu CCTV yang menangkap vidio detik-detik Oliv masuk ke dalam mobil dengan dituntun dengan laki-laki muda tersebut. Apakah Tuan Agam dan yang lainya tahu siapa laki-laki tersebut." Seorang polisi memberikan rekaman detik-detik Oliv di gandeng oleh seorang laki-laki.


"Livy... sebaiknya kamu pulang saja, kamu pasti sangat lelah," ucap Om Jax yang melihat Livy kembali jatuh meskipun tidak sampai pingsan tetapi ia seperti kehilangan semua tulangnya.


"Tidak Om, Livy hanya terlalu takut kalau laki-laki itu akan menyakiti Oliv, dan pikiran Livy selalu saja berpikir buruk," ucap Livy yang langsung mendapatkan usapan hangat dari Agam.


"Kamu harus percaya kalau Oliv akan baik-baik saja, aku akan lakukan apapun itu demi Oliv," ucap Agam dengan yakin, meskipun Livy tidak bisa terlalu banyak berharap.


Bersambung....

__ADS_1


...****************...


__ADS_2