
Sudah hampir setengah jam berlalu tapi Dongha masih saja terdiam mematung di depan meja riasnya, ia masih ragu apakah harus hadir di acara keluarga kali ini atau sebaiknya berdiam diri saja di rumah.
Na jaemin yang dari tadi memperhatikan gerak gerik istrinya dari kasur hanya menatapnya kasihan, ia cukup sabar menunggu keputusan apa yang akan di ambil nanti.
Setelah menetapkan keputusan Dongha menoleh ke arah suaminya mengisyarakatkan untuk segera bersiap siap, Jaemin hanya membalasnya dengan senyum lembut lalu mereka segera bersama sama turun ke baseman untuk menghampiri lamborghini milik Jaemin.
Ah ralat sebenarnya itu bukan milik Jaemin seutuhnya mobil mewah tersebut adalah hadiah pernikahan yang di berikan oleh ayah mertuanya dengan menggunakan nama Jaemin.
Setelah sampai di depan mobil Jaemin segera membukakan pintu penumpang untuk istrinya lalu segera berlari ke kursi pengemudi, ia selalu berusaha memperlakukan istrinya dengan baik.
Dia benar benar mencintai wanita di hadapannya ini, wanita ini adalah wanita sempurna ia terlahir cantik serta memiliki hati seperti malaikat dan semakin sempurna karena dia berasal dari cucu orang terkaya nomor 3 di korea kakek nya adalah pemilik perusahaan elektronik terbesar di korea, walaupun begitu dengan semua kelebihan yang dia miliki wanita ini tidak pernah merasa hebat dari orang lain bahkan dia lebih di kenal dengan keturunan paling sederhana, cuman dia satu satu nya dari keturunan Lee yang tidak melanjutkan S2 malah memilih untuk menikah muda dia juga satu satunya keturunan Lee yang tinggal di apartemen bukan di mansion atau rumah mewah seperti saudara nya yang lain.
Itulah salah satu alasan dari berjuta alasan kenapa Jaemin mencintainya.
"kau yakin sayang?"
"jika kau berubah fikiran aku akan mengikutinya" Sebelum menjalankan mobil nya Jaemin kembali mengenggam erat tangan istrinya ia ingin memastikan apakah istrinya siap berhadapan lagi dengan keluarga besarnya, namun wanita cantik di samping kanannya ini hanya mengangguk mantab membuat Jaemin tidak ada pilihan lain.
Setelah menempuh perjalan hampir setengah jam akhirnya mereka sampai di loby hotel mewah bintang 5 dan akan segera menuju ke ruang VIP tempat acara berlangsung.
Doljanchi adalah perayaan ulang tahun pertama di korea selatan karena ini ulang tahun pertama biasanya orangtua akan membuat semeriah dan semewah mungkin untuk anak mereka agar lebih berkesan dan pantas di kenang seumur hidup.
Ketika sudah sampai di tempat acara Jaemin semakin menggandeng erat tangan istrinya ia akan memastikan bahwa hari ini Dongha tidak akan menangis lagi dan dia tidak akan pernah meninggalkan nya sendirian di tempat ini, namun takdir berkata lain ketika acara semakin larut Jaemin malah terpisah dari Dongha ia malah keasikkan berbincang dengan keluarga besarnya meninggalkan Dongha sendirian di tengah barisan kakak ipar dari sebelah Jaemin atau para sepupu dan tante Jaemin.
Mereka menatap Dongha sinis bagi mereka Dongha ini terlalu sombong mentang mentang terlahir dari keluarga kaya ia bisa seenak nya menaikkan popularitas dengan terus berpartisipasi di berbagai kegiatan amal agar keluarganya lebih di pandang. Padahal yang sebenarnya terjadi Dongha tidak pernah peduli dengan popularitas dan sebagainya ia benar benar tulus ingin membantu beberapa orang yang kurang beruntung.
"Dongha, liat tu Jeno sama istrinya sekarang sudah merayakan doljanchi untuk anak ketiga mereka"
__ADS_1
"kamu koq sampai sekarang belum"
"jangan jangan kamu mandul ya" Hati Dongha mencelos begitu saja mendengar kata mandul, memang benar ia mandul tapi sampai sekarang cuman dia dengan suami nya yang tau perihal kemandulan dirinya
"tau ini kamu kan sama Jaemin sudah mau lima tahun, masa sampai sekarang belum ngisi"
"Dongha perempuan kalo mandul berarti dia cacat" Seorang wanita berpakaian dress putih di atas paha tiba tiba bergabung dengan mereka
Kim minjeong sendiri sebenarnya adalah calon kakak ipar Dongha ia juga sudah berpacaran dengan kakak laki laki Dongha selama 5 tahun, mereka bertemu di pernikahan Dongha dan Jaemin tapi hubungannya dengan minjeong tidak pernah baik, Minjeong selalu menunjukkan ketidaksukaan nya dengan Dongha, sebenarnya Minjeong iri dengan semua yang dimiliki Dongha ia cantik kayaraya bahkan menikahi Jaemin laki laki yang sudah di cintai nya sejak lama.
"kasian ya Jaemin hidup nya jadi susah karena menikahi perempuan mandul" Kembali Minjeong menimpali pembicaran di antara mereka dan segera duduk tepat di hadapan Dongha
"kamu tau dulu Jaemin pernah bilang ke aku kalo dia itu pengen hidup masa depan dengan 3 orang anak, namun Jaemin ku malang malah menikahi perempuan mandul" Dongha mulai mengepal kuat kedua tangannya ia ingin marah tapi tak bisa semua yang di dengar nya fakta
"kamu tau kan Dongha Jaemin itu anak tunggal, tapi dengan keadaannya sekarang sepertinya orangtua Jaemin hanya bisa bersedih karena anaknya tak kunjung memberikan keturunan Na yang baru"
"kamu abis ngomong apa sama Dongha?"
"bukan apa apa sayang, aku cuman tanyaain recomendasi lipstik terbaru"
Rasanya Dongha sudah ingin menangis tapi sebisa mungkin ia menahannya tidak tidak boleh ini tempat umum.
"Dongha aku mau tanya sekali lagi kamu mandul?" kakak sepupu Jaemin mencoba memastikan lagi setelah mendengar perkataan Minjeong ia jadi penasaran apakah Dongha benar benar mandul, Dongha tidak mampu menjawab ia hanya mampu menundukkan kepala nya tidak berani menatap lawan bicaranya
"benerkan mandul"
"ha ha ha" mereka terdengar malah beramai ramai mentertawakan Dongha
__ADS_1
"tenyata benar tuhan itu adil, gadis kayak kamu malah di kasih kutukkan kemandulan"
"ha ha ha" mereka tertawa lagi tak perduli bagaimana dengan suasana hati Dongha saat ini
"kasian om sama tante aku seumur hidup nya gak akan pernah dapat cucu"
"heh kalo orang ngomong di perhatiin" Salah satu dari mereka malah manarik paksa rambut Dongha sehingga Dongha yang dari tadi menunduk terpaksa sekarang malah berhadapan langsung dengan mata mereka
"nangis"
"dasar anak manja gitu aja nangis" Kang seulgi yang paling tua di antara mereka berpura pura ingin memberikan tisu tapi dengan sengaja tangannya malah menyenggol gelas berisi kopi panas yang langsung tumpah mengenai paha mulus Dongha
"aaaaghh" Dongha refleks berdiri dan meringis kesakitan tapi mereka malah tertawa terbahak bahak melihat wajah Dongha yang sudah berantakkan serta dress putih nya yang sudah belumuran kopi
"NUNA !!!" Jaemin yang langsung berteriak ketika melihat perlakuan kakak kakaknya terhadap istrinya sebelumnya dia memang sudah dari tadi berkeliling mencari istrinya namun langsung menoleh ke sumber suara penuh tawa yang saat di hampiri nya ia begitu terkejut dan marah melihat keadaan Dongha yang sedang menangis dengan baju yang berantakkan
"gila apa kalian semua"
"kenapa kenapa kalian semua malah menganggunya"
"KENAPAA" Jaemin yang sudah tersulut emosi hendak melayangkan satu tamparan ke Seulgi tapi tangannya di tahan sama Dongha
"Ja..jangan" Pinta Dongha pelan
Merasakan tangan Dongha yang dingin serta suara yang bergertar membuat amarah nya sedikit mereda, ia tidak tega melihat istrinya menangis seperti ini.
"PRANGGG" suara pecahan kaca mengegelar di ruangan tersebut Jaemin mengamuk langsung membalikkan meja bundar yang berisi berbagai makanan dan minuman lalu membawa Dongha keluar.
__ADS_1