Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)

Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)
Tragedi di malam reuni


__ADS_3

Malam ini Jaemin sudah bersiap siap untuk menghadiri acara reuni bersama teman fukultas nya dulu, hanya sebuah reuni sederhana yang di selenggarakan di cafe tertentu.


Tidak banyak yang hadir hanya beberapa orang karena sebagian dari mereka sudah bekerja di rumah sakit luar kota bahkan luar negeri, reuni tersebut juga di hadiri oleh Jaemin Donghyuck dan Minjeong.


Jaemin dan Minjeong adalah teman sekelas prodi dokter bedah sedangkan Donghyuck adalah senior mereka dari fakultas sebelah.


Jaemin terlihat sangat menikmati pertemuan malam ini, mereka tidak hentinya tertawa berkali kali saat mengenang kejadian lucu dulu saat kuliah, wine di gelas mereka juga berkali kali sudah di tambah masing masing dari mereka hampir menghabiskan 1 bahkan 2 botol wine dengan kandungan alkohol yang dominan.


Satu persatu dari mereka sudah pamit undur diri menyisakan 2 orang yang mabuk berat dan hanya satu yang masih sadar.


Minjeong memang tidak menyentuh alkohol sedikitpun ia tahu situasi seperti ini akan di hadapi nya


Jaemin dia cukup mengenal pria itu jika sudah mabuk maka ia akan benar benar oleng bahkan tidak bisa membedakan mana dunia nyata dan mana khayalan, sedangkan Donghyuck kekasih nya sudah pingsan dari tadi.


Dengan susah payah di bantu pegawai cafe Minjeong menggontong kekasihnya ke arah taksi membiarkan taksi itu yang akan mengantarnya pulang, setelah memastikan taxi Donghyuck yang semakin jauh Minjeong kembali lagi ke dalam menghampiri Jaemin yang sedang sibuk berbicara sendiri dengan botol wine.


Ia terkekeh melihat tingkah laku Jaemin, Jaemin sangat sexy jika dalam keadaan mabuk seperti ini


"Jaemin"


"kenapa semakin hari kau semakin tampan" Minjeong berbicara pelan sambil membelai lembut kedua pipi Jaemin


"kau tau kan sejak dulu sejak pertama kali aku melihatmu di ruangan itu maka saat itulah aku menyadari aku menyanggimu"


"dari dulu jaem perasaan ku tidak pernah berubah"


"tapi dengan polosnya kau mala mengenalkan wanita bodoh itu sebagai kekasihmu"


Minjeong mulai menarik napas untuk menahan tangis nya, dari dulu ia memang sangat mencintai Jaemin tapi dia menyadari Jaemin benar benar hanya mengangap nya teman tidak lebih.


Bahkan jika mereka mulai bersama maka Jaemin akan terus menceritakan segala nya tentang Dongha, Jaemin terlihat bahagia jika menyebut nama itu.


"kenapa Jaem"


"kenapa kau tidak pernah melihatku"


"padahal dari dulu akulah yang selalu di sampingmu bukan Dongha"


Tentu saja Jaemin tidak menjawab nya ia dalam keadaan setengah sadar, ia hanya cecengesan seperti orang gila dan sesekali meracau menyebut nama Dongha


"tidak Jaem"


"Jaemin bodoh, tidak ada Dongha di sini"


"malam ini kau milikku Jaem" Tanpa ragu Minjeong mulai mendekatkan bibirnya ke bibir merah Jaemin dan mulai mencium nya secara perlahan, ia menangis ketika merasakan bibir itu pertama kali dalam hidupnya


"nnghhh" Jaemin mendesah pelan ketika merasakan ada lidah yang menuntut untuk masuk di mulut nya, ia membalas nya karena dalam imajinasi nya saat ini dia sedang bersama istrinya

__ADS_1


Ciuman itu semakin dalam, Jaemin mulai merangkup kedua pipi Minjeong agar ciuman mereka semakin menuntut


Minjeong mendorong Jaemin pelan agar segera melepaskan ciuman nya ia sudah hampir kehabisan nafas.


Jaemin menatapnya lembut kemudian tersenyum "kau selalu cantik Dongha-ya"


Minjeong tersenyum getir lagi lagi Jaemin menyebutkan nama itu, Minjeong mengeluarkan dua pil biru dari tas nya dan segera memaksa Jaemin untuk meminumnya, ia tersenyum puas saat Jaemin menelan habis pil tersebut.


Setelah 5 menit Jaemin mulai merasakan badan nya mulai gerah dan udara sangat panas ia membuka jaketnya lalu mulai membuka kancing kemeja bagian atas, Minjeong yang melihat Jaemin mulai menunjukkan reaksi pil tersebut segera menggiring Jaemin untuk keluar dari tempat itu dan menuju ke parkiran.


Dengan susah payah ia memasukkan Jaemin di dalam mobil nya mendudukkan di kursi paling belakang agar Jaemin segera berbaring, ketika akan menutup pintu Jaemin tiba tiba mencium nya secara kasar dan mulai hendak membuka baju yang sedang Minjeong kenakan.


Minjeong tidak menyangka obat peransang yang dia minumkan ke Jaemin bekerja secepat ini, padahal dia berniat membawa Jaemin ke apartemen nya tapi melihat Jaemin yang terus gelisah sepertinya ia akan membuat Jaemin melakukan nya di sini.


Parkiran juga sepi karena memang ini sudah tengah malam bahkan cafe tadi tempat mereka berkumpul juga sudah tutup jadi tidak masalah fikirnya jika memilikki Jaemin malam ini di dalam mobil mahal pria tersebut.


Tapi ia tidak meyangka reaksi Jaemin begitu dominan, saat ini Jaemin sudah membuka seluruh baju bagian atas nya sepertinya ia begitu kegerahan.


Minjeong menelan ludah nya kasar saat melihat tubuh atletis Jaemin secara langsung benar benar indah, dengan perlahan Minjeong mendakat ke arah Jaemin tapi Jaemin langsung membanting tubuh nya secara kasar di kursi mobil, kemudian secara rakus Jaemin menciumi setiap bagian wajah cantik wanita tersebut.


pergerakkan Jaemin terkesan terburu buru bahkan memaksa ia benar benar ia mementingkan nafsu nya yang sedang memuncak saat ini, saat ini Jaemin benar benar tidak sadar diri ia masih di bawah pengaruh alkohol ditambah lagi obat peransang yang bekerja di dalam tubuh nya.


Malam itu ada sedikit penyelasan dalam hati Minjeong sudah memberi Jaemin obat peransang secara berlebihan , ia tidak menyangka Jaemin benar benar mengagahi tubuh nya secara kasar tanpa bersikap lembut sedikit pun, berulang kali ia merintih kesakitan memohon Jaemin untuk berhenti tapi bukan nya berhenti Jaemin malah semakin kuat mengagahi nya.


Jujur saja ini pertama kali ia melakukan **** ia memang dari dulu ingin menargetkan Jaeminlah orang pertama yang akan menyentuh nya, tapi Jaemin terkesan seperti memperkosa nya secara paksa tidak ada sikap manis sedikit pun.


"Hiks hiks" Minjeong sudah pasrah bahkan air matanya tak henti mengalir sungguh dari tadi Jaemin benar benar menakutkan ia melakukan apapun semaunya, bahkan di sela sela erangan yang keluar dari mulut Jaemin ia hanya menyebut nama Dongha.


"plak"


"dasar ******" Jaemin tanpa sadar menampar wajah cantik Minjeong yang penuh air mata.


Sungguh rasanya sakit sekali kenapa kata kata itu malah keluar dari laki laki yang di cintai nya, hati Minjeong rasanya seperti tertusuk ribuan paku benar benar menyakitkan dan sesak.


Minjeong langsung mendorong Jaemin secara kesar sehingga Jaemin terpental ke bawah dengan cepat ia segera memakai gaun nya kembali lalu segera berlari menjauh dari mobil Jaemin.


"Minjeong"


"Kim Minjeong"


"KIM MINJEONGG" Jaemin berteriak teriak mencoba mengejar wanita tersebut


"Minjeong tolong berhenti"


"plakkk" Setelah berhasil menghampiri Minjeong dengan refleks Jaemin langsung menampar pipi wanita itu.


Deg

__ADS_1


Dada Jaemin terasa begitu sesak saat ia melihat wajah Minjeong lebih dekat ia melihat darah mengalir dari bibirnya, tamparan pasti karena tamparan tadi. Kenapa aku malah menampar wanita dasar tidak berguna.


"Minjeong-a" seketika Jaemin merasa bersalah,


"kenapa Jaem kenapa" Minjeong mulai menangis bahkan tangisan terdengar sangat memilukan


"kenapa kau mengihinaku"


"apa aku begitu rendah di matamu"


"kau yang memintaku, kau yang maksa Jaem"


"aku" Jaemin bingung dengan situasi yang di hadapi nya sekarang, memaksa katanya ah sial Jaemin baru sadar dia baru saja melakukan hubungan intim dengan wanita ini


"kenapa kau melalukan nya bajingan"


"kenapaa" Minjeong mulai menggoyang goyangkan bahu Jaemin menuntut jawaban


Sebenar nya dia tidak peduli dengan tubuhnya yang sudah ia serahkan ke Jaemin tapi ia tak bisa terima kenapa selama berhubungan jaemin terus menyebut nama istrinya dan sekarang Jaemin mala menghina dan memukulnya, ini benar benar menyakitkan.


Namun yang Jaemin tangkap Minjeong menuntut jawaban kenapa Jaemin melecehkan nya, sekilas Jaemin mengingat ngigat kejadian semalam ia baru ingat bahwa dirinya lah yang memaksa Minjeong masuk ke mobil nya dan dia juga ingat secara sekilas Minjeong yang terus menangis memohon Jaemin berhenti ia benar benar sudah memperkosa seorang wanita.


"Maafkan aku" Jaemin langsung berlutut di hadapan Minjeong bahkan ia tak mampu untuk menatapnya langsung Jaemin merasa benar benar seperti seorang bajingan.


Dengan bahu bergetar dan suara yang serak Jaemin terus merapalkan permintaan maaf ke Minjeong


"Minjeonga, kau boleh pukul aku sekarang"


"pukul sampai kau puas"


"tapi aku mohonn, tolong kejadian ini jangan sampai ke istriku"


"ia pasti terluka"


"ia pasti hancur jika tau aku sudah memperkosa seseorang"


Jaemin bodoh bukan itu yang ingin ia dengar ia berharap Jaemin meminta maaf karena sudah menghina dan memukul nya bukan bahas soal perasaan Dongha yang akan terluka.


"bodoh"


"kenapa kau begitu bodoh"


Dengan perasaan sedih dan kecewa Minjeong berlari meninggalkan Jaemin yang masih berlutut sambil menangis terisak, setelah kepergian Minjeong tangisan Jaemin semakin memilukan.


"aaghhh" ia berteriak frusrasi dan sesekali menampar diri nya sendiri


"kenapa aku, kenapa harus aku"

__ADS_1


__ADS_2