Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)

Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)
Maafkan aku


__ADS_3

Dengan perasaan yang campur aduk Jaemin kembali lagi ke dalam mobil nya


"Aaaghhh" Jaemin membenturkan kepala nya ke roda kemudi yang sedang di genggam nya erat ia terus merutukki diri nya sendiri


"bodoh dasar bodoh"


"kenapa kau jaemin kenapa" Jaemin semakin merasa bersalah saat kepalanya terus memutarkan kejadian tadi malam bahkan isakkan tangis dan rintihan Minjeong terus bergema di telinga nya


"aaahhh sial"


"apa yang harus aku katakan pada Dongha"


Drett drett drettt


Jaemin melirik ke arah dashboard dari tadi handphone nya terus bergetar, hatinya mencelos ketika membaca nama penelpon.


Pukul tiga dini hari Jaemin belum beranjak kemanapun ia masih berdiam diri di dalam mobil memandangi telepon genggam nya dengan lirih, mungkin sudah ada puluhan panggilan dari Dongha yang ia abaikan.


Dari tadi Jaemin memang tidak mengangkat telepon sama sekali ia belum siap berhadapan dengan istrinya, tapi ia merasa khawatir sekali jam sudah mununjukkan 3 pagi tapi Dongha masih terus menghubungi nya itu berarti wanita itu belum ada tidur sama sekali.


"Dongha maaf"


"maafkan aku"


"seharusnya kamu tidur, kenapa terus menelponku" Jaemin bergumam dengan diri sendiri, tanpa sengaja mata nya tertuju pada gantungan mobil yang memamerkan foto pernikahan dia dengan istrinya


"aku mencintaimu, tolong maafkan aku"


"sungguh tidak pernah sekalipun aku berniat menghianati pernikahan kita" Jaemin kembali menangis dadanya terasa semakin sesak saat mengingat kembali wajah cantik istrinya


"hiks hiks"


"hikss" Jaemin terus terisak dengan bahu yang bergetar hebat di iringi dengan telepon yang terus berdiring, rasanya memilukan tangisan Jaemin terus berdampingan dengan panggilan dari Dongha.


Jam 8 pagi Jaemin pulang ke apatemen nya, ia sudah memperbaiki diri nya yang sangat berantakan mobil yang menjadi saksi bisu perbuatan bejatnya juga sudah di bersihkan.


"huhh" Jaemin kembali menetralkan nafas nya sebelum menekan pin kunci apatermen mereka


Pip


Pintu apartemen terbuka Jaemin mellihat istrinya langsung berlari menghampirinya dengan wajah yang sangat pucat


"Jaeminnn" Dongha langsung memeluk erat tubuh Jaemin yang masih bau alkohol


"kamu kemana sayang"


"kamu gak kenapa kenapakan"


"kenapa kamu tidak menjawab teleponku"


"kamu terluka"


"kamu udah makan belum"


"kamu tidur dimana"


"aku khawatir banget" Dongha semakin mengeratkan pelukkan nya

__ADS_1


"maaf kan aku" Jaemin membalas pelukan tersebut sambil mengecupi kening istrinya


"sayang maaf"


Dongha menangis ia menangis dalam pelukan Jaemin, sungguh ia benar benar mengkhawatirkan laki laki ini sepanjang malam


"kamu nangis"


"maaf ya aku buat kamu nangis lagi" Jaemin merangkup kedua pipi chubby istrinya kemudian jari jempolnya ia arahkan untuk menghapus air mata yang terus mengalir lalu mencium lembut bibir pucat tersebut.


Rasanya panas, tubuh Dongha juga mengeluarkan suhu yang sangat panas, Jaemin panik merasakan suhu Dongha yang berbeda dari biasanya


"sayang kamu demam" Jaemin langsung menggendong tubuh tersebut dan membaringkan nya di kasur ia segera menyiapkan kompres dan segera mencari obat penurun panas


"Jaemin" Dongha meraih tanganya


"jangan pergi"


"jangan tinggalin aku sendirian lagi"


"aku takut"


"Maaf kan aku sayang"


"aku gak kan pergi, aku cuman mau ambil obat bentar ya"


"huekkk"


"hueeekk" Jaemin yang masih sibuk menyiapakan komperasan di dapur langsung berlari ke kamarnya ia kalut mendengar suara muntahan Dongha


Dongha berusaha memuntahkan semua isi perutnya tapi nihil tidak ada yang keluar hanya air bening yang terus keluar. Dongha belum makan apapun dari semalam ia tidak bisa makan fikirannya terus mengkhawatirkan Jaemin


"Dongha kamu masuk angin"


"kamu tadi malam gak makan?" Dongha tidak merepon pertanyaan Jaemin ia hanya fokus untuk mengeluarkan muntahan nya karena memang perut nya terasa mendorong keluar dan kepala nya berat sekali


"Jaemin sakitt" Dongha merintih ketika merasakan kepala nya terasa di tusuk tusuk berbagai benda tajam


Jaemin merawat Dongha dengan telaten sampai akhirnya Dongha bisa tidur dengan tenang di kasurnya


Setelah di beri obat Dongha langsung tidur pulas padahal Jaemin belum memberinya makan tapi anak itu malah tertidur.


Jaemin mengurut pelan kepala Dongha berharap agar rasa pusing nya segera hilang, ia juga memijit mijit tangan dan kaki Dongha secara bergantian agar badannya segera rileks.


Setelah mandi dan berganti pakaian Jaemin sibuk di dapur ia sedang membuat bubur untuk di santap istrinya, ada rasa penyesalan dalam dirinya meninggalkan Dongha sendirian. Karena di tinggal sendirian Dongha jadi tidak menyentuh makan malam nya.


Sebenarnya semalam Dongha memaksa ikut tapi Jaemin melarangnya ia beralasan acara itu akan lama dan khawatir Dongha akan bosan, seandainya semalam ia menuruti istrinya mungkin kejadian buruk tidak akan pernah terjadi dengan mereka.


Dongha tidak akan melewatkan makan malamnya dan berujung sakit dan Jaemin tidak akan melecehkan calon kakak iparnya, mengingat Minjeong dada Jaemin kembali sesak.


"sayangku"


"cantik hey"


"istriku ayok bangun" Jaemin menguncang pelan bahu Dongha berharap agar segera bangun bagaimanapun Dongha harus mengisi perutnya


"Hah" Dongha terkejut dari tidurnya rasanya ia baru saja memejamkan mata tapi sudah di bangunkan, ia tidak tidur semalaman jadi kali ini ia harus tertidur pulas.

__ADS_1


"Cantik koq tidur lagi" Dongha kembali memejamkan matanya ia benar benar ngantuk


"ayokkk bangun makan dulu baru tidur lagi"


Jaemin membantu Dongha untuk duduk sambil bersandar di bantal dan segera menyuapkan nya satu sendok bubur


"aaakk, buka mulutnya" Dongha tidak mau ia memalingkan wajahnya


"koq gitu"


"marah ya"


"kamu boleh marah tapi tolong makan dulu"


"aaaakkk, buka mulut nya"


"cantiknya aku tolongg aaakkk" Dongha tetap saja masih menutup mulutnya rapat rapat


"kenapa sayang"


"kamu marah"


" iya aku salah, aku memang pantas kamu marahi tapi tolong diri kamu harus makan"


Jaemin tidak menyerah ia terus berusaha menyuapi satu sendok bubur ke istrinya tapi Dongha mala meneteskan air mata.


Melihat Dongha yang kembali menangis Jaemin langsung memeluknya erat dan membisik bisikan kalimat penenang


"Maaf ya sayang"


"aku buat kamu khawatir semalaman"


"buat kamu gak tidur semalaman"


"sekali lagi maaf"


"ka..mu kemana"


"kenapa gak pulang" Dengan suara sengung khas orang nangis Dongha mulai bersuara


"aku"


"aku semalam mabuk berat, aku udah gak sanggup nyetir jadi aku tertidur di mobil dan bangun bangun udah pagi"


"bener?"


"iya sayang, aku gak mungkin bohongin kamu"


"terus kenapa telepon aku gak di angkat"


"hp aku silent yang, maaf ya"


Melihat Dongha yang mulai tenang Jaemin kembali menyuguhi satu sendok bubur kali ini Dongha mau menerimanya, dengan sabar ia menyuapi sendok persendok sampai mangkuk yang berisi bubur itu benar benar bersih.


"yeeyy anak pinter makan nya habis"


"ya udah ayok sekarang tidur lagi"

__ADS_1


Setelah selesai mencuci piring dan melakukan beberapa pekerjaan rumah Jaemin segera menyusul istrinya yang sedang tidur pulas, ia juga ikut merebahkan diri nya di samping sang istri kemudian memeluk dan mencium keningnya singkat.


Jaemin juga butuh tidur dia juga belum tidur semalaman, mata Jaemin benar benar merah dan di penuhi lingkaran hitam syukurlah Dongha tidak mempertanyakan kondisi matanya.


__ADS_2