
"Kalian berselingkuh?" Kata selingkuh yang keluar dari mulut Karina membuatku kesal, aku tidak mengerti rasanya aku sangat marah di tuduh berselingkuh.
"Selingkuh? Siapa yang berselingkuh?" Aku berkilah berusaha membela diri karena memang aku tidak pernah merasa berselingkuh dan hubungan ku dengan Winter hanya hubungan bisnis. Aku sudah bilangkan aku memang bertanggung jawab atas janin di di rahimnya tapi aku tidak pernah menjalin hubungan dengan Winter. Aku tidak pernah mengangapnya lebih selain hanya seorang wanita yang akan melahirkan anakku dan akan ku berikan bayaran yang pantas.
Plak !!!
Aku menerima satu tamparan di pipiku pelakunya adalah Karina, wanita itu menatapku dengan marah tatapan matanya mirip dengan tatapan Dongha saat dia menampar Jeno waktu itu.
"Bajingan Jaemin."
Plak !!!
"Kenapa kau mengkhianati sahabatku?"
"bisa bisanya kau memacari Minjeong? Kau tau Dongha dan Minjeong itu sahabatku tapi kenapa kau KENAPAA?? HAH?"
Plakk
Plakk
Plakk
Karina terus melayangkan tamparan berkali kali padaku, setiap tamparan yang aku terima aku semakin blank fikiranku kosong aku tidak bisa mengerti dengan situasi yang sedang aku alami.
"Sudah, Karin sudah...kau bisa menghancurkan wajahnya." Tangan Karina yang masih ingin menamparku di tahan oleh Minjeong,
"Aku memang ingin menghancurkan wajah sok suci ini!"
"Lepas Minjeong Lepasss!!!"
"SUDAH AKU BILANG SUDAH!" Minjeong berbicara lantang kepada kami lalu dia terduduk lemas di lantai sambil menangis.
Suara tangisan Minjeong membuat Karina sedikit melunak dia menghampiri sahabatnya lalu merangkuh tubuh itu.
"Kenapa bisa begini Minjeong kenapa?"
"Karin!" Sambil terisak Minjeong membalas pelukkan Karina, tapi Minjeong tidak berkata apa apa lagi setelah itu dia hanya semakin menangis mencurahkan semua rasa sakitnya di pelukkan sahabatnya.
Setelah 30 menit akhirnya keadaan mulai tenang, selama setengah jam kami larut dalam fikiran masing masing.
"Sekarang aku mengerti kenapa waktu itu Dongha sangat marah padaku." Karin bersuara memecahkan keheningan di antara kami,
"Sekarang aku merasakan apa yang Dongha rasakan, ternyata rasanya sesakit dan semenyebalkan ini."
"Huh." Karina menghelakan nafasnya,
"Apa maksudmu Karin?" Tanya Minjeong,
"Minjeong-i kau tau beberapa minggu yang lalu aku juga mengalami masalah besar."
"Mungkin cerita ini akan mengagetkan mu, waktu itu Dongha dan Jaemin tiba tiba datang ke tempat kerjaku mereka memergokki ku sedang berpelukkan dengan seorang pria, dan kau tau Minjeong pria itu adalah Lee Jeno."
__ADS_1
Minjeong memekik tertahan mendengar nama Jeno di akhir cerita Karina, dia benar terkejut setengah mati mendengar sahabatnya menjalin hubungan dengan suami orang.
"Karin kau serius? Tapi bagaimana mungkin?"
"Entah lah aku juga bingung, semuanya mengalir begitu saja dan sialnya aku nyaman dengan Jeno, aku tidak sanggup melepas pria itu."
Minjeong masih meletot tidak percaya mendengar semua cerita sahabatnya, mereka sudah bersahabat bertahun tahun bisa bisanya selama ini Karina tidak menceritakan apapun tentang hubungan terlarangnya.
"Dan sekarang giliran kalian bercerita, ada apa? Kenapa bisa begini?" Karina melirik Minjeong dan Jaemin secara bergantian.
"A-ku." Minjeong terlihat ragu akan memulai ucapannya,
"Ini semua salahku Karin." Jaemin bersuara dengan ekspersi wajah penuh penyesalan, karena saat ini dia terpaksa lagi mengingat malam terburuk dalam hidupnya.
"Aku yang memulainya, malam itu aku mabuk berat sehingga tanpa sadar aku melecehkan Minjeong dan berakhir seperti ini, Minjeong yang malang saat ini terpaksa harus menerima benihku di rahimnya."
"Tunggu! Jadi Winter yang kamu maksud itu Minjeong?" Tanya Karina dan semakin mendekatkan wajahnya kepada Jaemin.
"Iya."
"Jadi saat ini Minjeong sedang mengandung anakmu karena hubungan badan bukan karena inseminasi?"
"Iya Karin. Insemninasi itu bohong aku belum pernah melakulan inseminasi sedikitpun."
"gila Jaem, kau gila kau benar benar banyak dosa kepada istrimu."
"Jadi saat ini Minjeong adalah korban dari kebrengsekkanmu Na Jaemin? Kau pantas di hukum."
Karina berdiri dari duduknya dan akan melangkah keluar melihat Karina pergi Jaemin panik dia langsung menahan wanita itu.
"Melaporkan mu ke polisi, kau tidak pantas hidup Jaem kau menyakiti dua sahabatku sekaligus, kau memperkosa Minjeong lalu menyembunyikannya dan kau juga menipu Dongha tentang inseminasi."
"Karin...."
"Karin aku mohon jangan, ini semua di luar kendali ini semua bukan kemauanku."
"Aaakhhhh Jaemin bodoh, sialan, kau brengsek Jaem." Karina mengacak rambutnya frustasi melihat Jaemin berlutut di depannya sambil menangis.
"Begini saja, keputusannya ada di Minjeong."
"Kim Minjeong mau kau apakan lelaki ini? Minjeong terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu kemudian dia tersenyum miring.
"Jaem sejenak aku setuju dengan Karin untuk melaporkanmu ke polisi, tapi jika kau di penjara bagaimana dengan nasib bayi kita?"
"Minjeong aku mohon maafkan aku, aku tidak mau di penjara aku tidak sanggup jauh dari Dongha."
"aku...aku akan melakukan apapun Minjeong apapun."
"kau serius?" Tanya Minjeong meyakinkan Jaemin.
"Kalau begitu aku punya keinginan."
__ADS_1
"Ya katakan Minjeong katakan!"
"Nikahi aku Jaem, aku tidak masalah jika pernikahan kita tidak tercatat di negara yang penting di mata tuhan kita sah. Sah menjadi sepasang suami istri."
"Kau gila Minjeong, bagaimana mungkin aku menikahimu."
"Terserah itu pilihan terakhir Jaem, aku tidak masalah jika kau keberatan saat ini juga aku akan ke kantor polisi bersama Karin."
"Baik baik, ayo kita menikah!"
Minjeong tersenyum menang mendengar jawaban Jaemin, akhirnya mimpi dia untuk bisa menikahi Jaemin segera terwujud walaupun terkesan memaksa Minjeong puas.
"Baiklah sampai ketemu hari minggu di gereja Tuan Na."
"Karin kamulah saksi sekaligus tamu di pernikahan ku nanti, dan untuk pihak keluarga dari Jaemin lebih baik kamu membawa Jeno!"
"Bukankah Jeno sama brengseknya denganmu Jaemin aku yakin dia pasti mengerti."
.
.
.
Aku berjalan lunglai menuju ke lantai tiga menuju unit apartemen yang aku tempati bersama Dongha, hari ini ini benar benar hari paling sial dan gila dalam hidupku, aku baru saja berjanji akan menikahi seorang wanita.
Bagus Jaemin bagus kamu benar benar menjadi seorang bajingan sekarang, setelah memperkosa dan menghamili seorang wanita kamu juga akan menikahi wanita lain padahal kamu sudah menikah.
Aku masuk kerumahku dengan tatapan kosong dan terus tertunduk menatap kebawah, rasanya aku tidak sanggup menegakkan kepalaku dan berhadapan langsung dengan Dongha, aku malu padanya.
"Yang?" Suara lembut itu tiba tiba memanggilku, aku berusaha mengabaikannya dan tetap berjalan santai menuju ke kamar utama.
"Yang kamu udah pulang? Koq cepat sekali?" Tanya Dongha dan semakin dekat kearahku.
"Yang tunggu, mau aku siapin air panas gak buat mandi sore? Atau kamu mau makan dulu kebetulan aku baru selesai masak.
"Yang....." Dongha meraih tanganku dan langsung memutar balik badanku yang terus memunggunginya, Dongha sangat terkejut melihat wajahku yang sangat berantakkan.
Wajah memerah darah kering di sekitar bibir serta mata yang sembab.
"Ya Tuhan Jaemin...kamu kenapa?"
"Aku gak papa Dongha."
"Bohong, kamu abis berantem? Katakan!"
"Aku oke, udah tenang ya!"
"Katakan Jaemin ada apa?" Dongha terus mendesakku istriku ini terus mengoyang goyangkan pelan bahuku menuntut jawaban tentang apa yang terjadi dengan wajahku.
"AKU GAK KENAPA KENAPA DONGHA!" Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku membentak Dongha, aku bisa merasakan perubahan emosi pada Dongha mendadak pupilnya bergetar dan cengkraman tangannya di bahuku terlepas.
__ADS_1
"Udah Ya! Aku capek aku mau istrirahat."
Bersambung.