Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)

Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)
Rumah sakit


__ADS_3

Ini sudah hari ketiga Na Jaemin di rawat di rumah sakit, walaupun sudah tiga hari tapi pria itu tidak menunjukkan tanda tanda akan sadar.


Dokter bilang tidak ada luka yang serius bahkan memar memarnya pun sudah mulai pudar, kemungkinan pasien koma karena tekanan yang ada dari dalam. Para kerabat dan rekan kerjanya juga sudah berdatangan untuk menjenguk Jaemin semua orang sudah pulang pergi untuk mendoakan yang terbaik untuknya.


"Dongha!" Jonh Lee muncul dari balik pintu menghampiri putrinya yang sedang duduk di samping bansal rumah sakit mendanmpingi suaminya.


"Ayah gimana? Pelakunya sudah ketemu?" Tanya Dongha antusias.


"Udah nak, pelaku perampokkan Na Jaemin sudah di tangkap ketiganya sudah di urus oleh pihak yang berwajib, abangmu yang mengurus mereka jadi jangan khawatir. Ketiga berandalan tersebut pasti di hukum berat." John menjelaskan dengan tenang dan ikut duduk di samping putrinya.


"Kasian Ayah, dia udah tiga hari berbaring di sini, aku khawatir gimana kalauă…ˇ"


"Kalau Jaemin gak bangun. Jika terjadi sesuatu yang buruk dengan suamiku aku pastikan pelakunya akan membusuk di penjara." Dongha berucap dengan raut wajah yang penuh kesedihan.


"Itu gak akan terjadi Dongha, kamu denger sendirikan dokter bilang gak ada luka yang serius, mungkin Jaemin memang lagi butuh istrirahat."


"Kamu udah makan nak?"


"Belum Ayah, aku tidak lapar."


"Gak boleh gitu kamu harus makan, ingat kamu sedang mengandung. Ayah tau kamu sedih tapi kamu juga harus mikirin diri sendiri dan juga janinmu." Jonh memasang tampang khawatir karena ini udah hampir jam tiga sore tapi putrinya belum makan apapun dari pagi, seharian Dongha hanya berdiam diri di ruangan ini.


"Ayo, kita makan dulu. Kalo kamu gak makan nanti sakit." Dongha dan Ayahnya pergi menuju kantin rumah sakit, sebenarnya Dongha memang benar benar tidak nafsu makan tapi dia juga tidak tega melihat Ayahnya mengkhawatirkan dirinya.


Tidak lama setelah kepergian ayah dan anak itu kamar Jaemin tiba tiba di datangin dua orang wanita yang menggunakan mantel tebal karena di luar hujan deras jadi udara mulai dingin.

__ADS_1


Mereka adalah Karina dan Minjeong, sekarang Minjeong sudah bisa berkeliaran dari kamarnya tentu saja atas bantuan Karina, dari kemarin Minjeong ingin melihat kondisi Jaemin tapi selalu gagal karena Dongha tidak pernah meninggalkan suaminya sendirian.


"Jaem ini aku." Ujar Minjeong parau, dia merasa sedih melihat kondisi Jaemin sekarang. Terakhir mereka bertemu Jaemin masih baik baik saja dia sehat bahkan dia ingat Jaemin kemarin sangat kuat untuk membentak Jeno tapi sekarang apa suaminya kini sedang tidak sadarkan diri.


"Jaem kamu kenapa? Kenapa bisa gini? Kamu marah sama aku? Kalo emang iya tolong maafin aku, kamu jangan gini aku gak sanggup liatnya."


Karina membiarkan Minjeong terus menangis sambil mengenggam tangan dingin Jaemin, dia hanya berdiri di belakang sedangkan Minjeong duduk di kursi yang memang sudah berada di sana dari tadi. Minjeong menciumi tangan Jaemin dengan lembut dia menyalurkan semua rasa rindu nya pada pria ini. Setelah mereka sah menjadi suami istri hati Minjeong benar benar semakin terikat, hampir setiap malam Jaemin selalu hadir di mimpinya.


"Dongha Ayah udah sampai belum?" Donghyuck langsung masuk tanpa permisi membuat dua wanita itu langsung panik, mereka tidak sempat sembunyi apalagi lari sekarang mereka tertangkap basah.


"Kalian!" Donghyuck menatap tidak percaya dengan dua orang wanita di hadapannya ini, dia bingung kenapa Karina bisa di sini. Karina dan Jaemin tidak terlalu dekat bahkan dia kira mereka tidak saling kenal jadi untuk apa Karina datang menjenguknya, dan yang paling membuat hatinya tidak karuan adalah sosok perempuan yang selalu dia rindukan sekaligus yang mematahkan hatinya kini perempuan itu hadir di ruangan ini dengan mata yang sembab, walaupun sekilas dia bisa melihat tadi Minjeong baru saja duduk sambil mengenggam tangan Jaemin.


Minjeong Karina awalnya yang tampak bingung harus menunjukkan reaksi seperti apa akhirnya langsung memutuskan untuk meninggalkan tempat ini, mereka berjalan terburu buru menuju pintu keluar meninggalkan Donghyuck yang menatap mereka penuh kekecewaan.


"Kenapa Minjeong di sini?"


Ini sudah malam keempat Dongha akan menginap di rumah sakit menemani suaminya yang masih terbaring kaku di kasur sempit itu, Dongha juga sudah menyuruh semua orang pulang kini tinggal hanya dia berdua bersama Jaemin di kamar rumah sakit yang hening.


Sekitar jam dua malam Dongha merasakan ada yang mengelus lembut kepalanya, dia yang memang tidak sengaja tertidur dengan posisi duduk yang mana kepalanya bertumpu di ranjang Jaemin.


Dongha mendongak kearah Jaemin, betapa terharu dan bahagianya dia ternyata yang sedang mengelus ngelus rambutnya adalah tangan kekar Jaemin, Dongha langsung menangis haru dan memeluk tubuh Jaemin.


"Jaem...." lirihnya pelan, Jaemin bangkit dari posisi baringnya menjadi duduk dia juga sudah mancabut selang infus yang bertengger di hidungnya.


"Jaem kamu sadar." Jaemin membalas pelukkan Dongha bahkan dia memeluknya lebih erat, dia menyandarkan dagunya di bahu sang istri.

__ADS_1


"Dongha apa yang terjadi?" Tanya Jaemin dengan suara serak dan sangat lemah, dia heran kenapa dia terbangun di rumah sakit dan melihat istrinya tertidur pulas sambil duduk.


"Kamu koma sudah tiga hari." Jawab Dongha dan mulai memindahkan tubuh kecilnya untuk duduk di samping Jaemin di atas bangsal pasien.


"Koma?"


"Iya, kamu menjadi korban perampokkan Jaem, kamu di hajar sampai pingsan." Jaemin mengingat ngigat kejadian terakhir sebelum dia tidak sadarkan diri.


"Lalu?"


"Lalu maksudnya? Intinya kemarin aku yang nemuin kamu pingsan di tempat kejadian terus pelakunya udah di penjara, kamu tenang aja ya!"


"Jeno gimana?" Jaemin khawatir selama dia koma bisa saja Jeno menceritakan semua kejahatannya kepada Dongha.


"Ish koq malah nanyain Jeno, dia baik baik aja. Aku tu kesal dengan dia bisa bisanya dia turunin kamu di tengah jalan."


"Dia cerita apa Dongha?"


"Ya... Dia cerita waktu itu kamu dengan dia terlibat perdebatan, jadi pas jalan pulang selesai ngym kamu di turunin. Katanya kamu bawel banget."


"Boleh aku tau dia ada bilang gak perdebatan apa yang di maksud?"


"Koq kamu banyak tanya sih Jaem, Jeno cuman bilang kamu nyaranin untuk ngejauhi si Karin ya dia gak terima lah, dia bilang dia juga sayang sama Karin." Dongha bercerita dengan wajah kesalnya, setiap mengingat hubungan Jeno Karina dia sangat kesal.


"Oh..." Jaemin hanya menanggapi cerita Dongha dengan ber-oh panjang tapi pelan, ada sedikit kelegaan dalam hatinya ternyata Jeno bisa di ajak kerja sama.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2