Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)

Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)
Abang yang terluka


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Kim Minjeong benar benar tidak pernah memunculkan diri di manapun ia benar benar hilang seperti di telan bumi, Donghyuck benar benar terlihat frustasi dengan keberadaan wanita tersebut ia tak benar benar bisa fokus dengan kerjaannya Jaemin sering kali menjemput Donghyuck pulang dari sebuah bar ke bar lainya karena sudah frustasi Donghyuck sering menghabiskam malamnya dengan menghibur diri di sebuah bar yang berujung mabuk berat dan akhirnya pingsan.


Malam itu kejadian nya terulang lagi Jaemin mendapat telpon bahwa kakak iparnya membuat onar di bar tempat dulu mereka sering berkumpul kali ini ia tak sendiri Dongha memaksa ikut ia tak bisa tenang jika mendengar kakaknya membuat masalah.


"Sayang kamu tunggu di sini ya aku akan masuk sebentar" Jaemin segera berlari menuju pintu masuk bar tersebut mata nya memutari mencari keberadaan Donghyuck samar samar ia melihat kerumunan Jaemin langsung berlari ke arah kerumunan itu.


"bugghh"


"bocah sialan beraninya kau mengangguku"


"buggghh"


"buuggghh" Donghyuck terus menerima pukulan dari pria jakung di hadapan nya


Membalikkan keadaan Donghyuck menarik kerah baju pria itu dan membalas pukulan nya


"bugh"


"buughh"


"jisung sialan, kau yang memulainya"


Pukulan Donghyuck tidak terlalu tepat sasaran ia dalam keadaan setengah sadar terus mencoba mengahajar pria yang sudah menyenggol gelas wine nya, Jisung yang merasa tidak bersalah dia terus membalas penyerangan tersebut Jisung belum mabuk sedikitpun jadi ia lebih leluasa menghajar laki laki ini.


Dengan tangan besarnya Jisung menarik dan menyeret tubuh Donghyuck lalu membenturkan kepalanya ke dinding.


"Aggghhh." Donghyuck meringis merasakan kepalanya menghantam seseuatu yang keras,


"Bajingan gila, Jisung kau tidak berguna." Dengan sisa tenaga yang dia punya Donghyuck menarik kaki panjang Jisung sehingga pria itu jatuh tersungkur tepat di hadapannya.


Melihat Jisung yang jatuh tepat di depan matanya, Donghyuck mengambil gelas kaca yang masih berisi minuman keras dia ingin menghantam gelas kaca ini di wajah Jisung, untung saja Jisung bergerak lebih cepat dia menangkis tangan Donghyuck sehingga gelas tersebut terlempar ke sembarang arah.


Grep


Dengan sekali gerakkan Jisung langsung mengukung tubuh Donghyuck, kesempatan itu ia gunakan untuk menghajar rivalnya sekuat tenaga.

__ADS_1


Donghyuck dan Jisung memang rival semenjak bangku SMA hubungan mereka tidak pernah baik Jisung yang merasa kuat dan anak pemilik sekolah dia bersikap seenak nya di sekolah tersebut terkadang Jisung sering membully beberapa orang yang menurutnya kurang pantas berada di sekolah tersebut, tapi aksinya selalu di gagalkan oleh Donghyuck.


Donghyuck sendiri juga punya kekuatan yang sama di sekolah tersebut tentu saja ia di anggap anak terkaya di antara mereka dan perusahaan keluarga nya adalah investor terbesar di sekolah tersebut.


Di tempat ini tak sengaja mereka bertabrakan satu sama lain Doghyuck yang memang dalam keadaan kacau tiba tiba melayangkan satu pukulan Jisung tentu tidak terima ia juga langsung membalasnya perkelahianpun tak bisa di hindari di antara mereka.


Melihat Donghyuck yang semakin melemah Jisung tersenyum miring ia kembali mengahajar wajah tersebut secara membabi buta hingga muntah darah ia merasa puas melihat rivalnya bisa ia hajar habis bisan di tempat ini.


"bagaimana rasanya"


"menyenangkan bukan?"


"Di tempai ini kau sendirian Lee Dong Hyuck akan ku pastikan malam ini kau mati di tanganku,


"rasakan ini" Jisung langsung menyeret kembali tubuh Donghyuck dan benar benar membenturkan kepalanya ke dinding berkali kali tanpa ampun.


"Aghh"


"Aaaaghhh."


"HENTIKAAN"


"STOPPP"


"hentikan ku mohon" Melihat ada orang yang datang menolong Jisung langsung pergi begitu saja tapi sebelum benar benar pergi Jisung kembali melayangkan satu tendangan ke perut tersebut sehingga membuat Donghyuck jatuh tersungkur,


"bang"


"bang ini gue"


"bang bangun" Jaemin panik ia sangat panik melihat keadaan kakak iparnya dengan wajah penuh lebam dan bibir yang mengeluarkan darah ia juga mengerang kesakitan sambil memegang perutnya.


Jaemin menatap marah ke orang orang sekitarnya ada perkelahian dan seseorang dalam bahaya tapi mengapa tidak ada satupun orang orang yang menolong atau menghentikkan pertikaian ini.


Sebisa mungkin Jaemin membawa tubuh itu segera keluar dari tempat tersebut dengan langkah tertatih ia segera mendorong Donghyuck untuk segera masuk ke mobilnya.

__ADS_1


Di sana sudah ada Dongha yang sudah menangis sesegukkan melihat kondisi kakak nya yang begitu mengerikan.


"abang kenapa bisa gini"


"tahan nya bang kita akan ke rumah sakit"


"aaaghhh"


"Dongha" Donghyuck mulai mengerang kesakitan


"iya bang"


"sakit ya, sabar" Dongha benar benar panik ia terus menangis sambil sebisa mungkin membantu mengobati luka yang masih basah


"Donghaaa"


"Iya abang mana, mana yang sakit?" Donghyuck meringis saat luka di wajahnya bersentuhan dengan tisu basah, dia lalu memegang dadanya yang terasa begitu sesak.


"Di sini Dongha, sakit sekalii..." Donghyuck ******* ***** dadanya berharap rasa sesak dan hampa yang sudah menyelimutinya seminggu ini berkurang.


Dan tanpa di duga Donghyuck langsung menangis pilu sekali, ini adalah pertama kalinya Dongha ataupun Jaemin melihat kakak mereka menangis, tangisan yang terdengar sangat sakit.


"abang nyerah minjeong tinggalin abang"


"abang gak tau salah apa"


"kenapa dongha?"


"Abang sangat rindu, Abang cinta sama dia." Karena masih di bawah pengaruh alkohol Donghyuck tanpa sadar mengeluarkan semua penderitaannya, padahal selama ini ia tidak pernah menceritakan apapun ke adiknya soal hatinya yang hancur karena kekasih nya hilang entah kemana ia tidak mau membuat adik nya sedih.


Tapi malam itu ia terus maracau bahkan menangis dan sesekali menyebut nyebut nama Minjeong ia benar benar mencintai wanita itu ia bahkan pernah mengklaim dirinya tidak akan pernah bisa hidup tanpa kekasihnya.


Jaemin yang sedang fokus menyetir tanpa sadar juga ikut meneteskan air mata untung saja Dongha berada di kursi belakang menemani kakaknya jadi ia takkan tau kalau suaminya sedang menangis.


Setiap mengingat betapa hancurnya Donghyuck di tinggal Minjeong, Jaemin terus merasa bersalah Minjeong pergi karena dirinya pasti entah dimana pun wanita itu berada ia juga merasa hancur, Jaemin benar benar jahat ia telah menyakiti dua orang sekaligus.

__ADS_1


"maaf bang" lirihnya pelan tanpa di dengar siapapun.


__ADS_2