
Rasanya hari ini tubuhku enggan untuk di gerakkan dari tempat tidur, aku sudah setengah sadar dari tidurku tapi mataku masih ku biarkan terpejam tenang, dalam keadaan mata yang belum terbuka aku mencoba meraba raba di sebelah mencari sosok yang siap untuk aku peluk, tapi aku tidak merasakan apa pun kemana dia?
"nnggghh" Aku menggeliat lalu membuka mata dan memastikan lagi bahwa istriku memang benar benar tidak ada di sampingku.
Aku menelisik setiap bagian kamar tapi aku masih belum menemukan nya, dengan langkah gontai aku menuju ke dapur pasti sekarang dia ada di sana benarkan dia sedang sibuk memasak sesuatu
"Dongha" Aku menghampirinya lalu memeluk dia dari belakang menciumi tulang punggung lehernya secara singkat
"kamu sedang apa?"
"koq di dapur?"
"kamu udah sembuh sayang?" Dongha membalikkan badan nya lalu tersenyum lembut menatapku, binar mata itu membuat ku sedikit merasa lebih baik,
"berkat kamu aku sembuh dengan cepat."
Aku tersenyum membalas ucapan nya lalu aku berniat menyapa bibir merah ranum tersebut tapi pergerakkan ku terhenti. "kamu belum mandi bau"
"Jadi kalo lagi bau gak boleh cium"
"enggak, mandi sayang sana cepatt"
Aku terkekeh gemes melihat ekspresi panik nya ketika aku memaksa untuk menciuminya lagi ia menghindar dengan semangat aku terus mengejarnya.
"Dongha sini jangan kabur"
"ayoo sayang"
"gak mau"
"aaa Jaemin bau" ia terus menghindar berlari memutari meja makan aku mengimbangi pergerakkanya "aduhhh" Dongha meringis ia tersandung sesuatu.
Dengan panik aku segera menghampirinya lalu membantu dia berdiri di luar ekspetasi aku berniat mentertawakannya tapi tiba tiba dia malah menangis kencang
"Sayang kenapa"
"sakitt mana yang sakit" dan
"hahahaha" tangisan itu berubah jadi tawa kencang
"jelek banget wajah paniknya"
__ADS_1
"sumpah suamiku jelek banget"
"hahahah" ia masih tertawa puas
Aku hanya menatapnya datar bisa bisa nya dia tertawa begitu puas setelah membuatku panik setengah mati, dengan malas aku melangkahkan kaki ku ke kamar mandi.
Aku lega akhirnya tawa dan senyum istriku bisa kulihat kembali lebih baik begini aku tidak bisa melihatnya sedih apalagi sampai sakit rasanya dunia ku kacau.
"aku kerja dulu ya"
"kamu jangan capek capek"
" kerjaan rumah jangan dikerjain semua sisain aku juga"
"kalo ada apa apa langsung telepon"
"aku sayang banget sama kamu" Aku terus berdumal dan menitipkan berbagai pesan sebelum berangkat kerja aku harus benar benar memastikan kondisi istriku benar benar baik sebelum di tinggal.
"iya iya bawel"
"sana kerja nanti telat" Merasa jengah dengan berbagai pesan yang Jaemin sampaikan Dongha segera mendorongnya keluar pintu pria ini harus segera berangkat
"dan satu lagi jangan lupa makan"
Sama sepeti hari biasanya rumah sakit terlihat tidak terlalu ramai juga tidak terlalu sepi hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang di parkiran, Jaemin merasa gugup untuk masuk lebih dalam sudah hampir 5 menit ia hanya berdiam diri di dalam mobilnya ia takut jika masuk lalu bertemu dengan Minjeong mau taruh di mana mukanya ia benar benar tidak ada muka untuk menghadap wanita tersebut terlebih lagi bagaimana jika Minjeong sudah menceritakan semuanya ke Donghyuck bisa di bunuh dia sama pria itu.
"hah" Setelah menghela nafas berat Jaemin memutuskan untuk segera ke ruanganya ia segera berlari menuju lift dan menekan tombol lantai 3 tempat dimana ruangan nya berada.
Ting
Lift terbuka Jaemin terkejut setengah mati saat akan keluar tiba tiba ia melihat Donghyuck berdiri mematung di hadapan nya wajah nya terlihat kusut dan fikirannya kosong.
"selamat pagi ketua" Mencoba bersikap tenang Jaemin tetap menyapa pria itu tapi Donghyuck seperti tidak menyadari kehadiran Jaemin ia langsung melongos masuk ke lift meninggalkan Jaemin yang masih mentapnya bingung.
"ada apa dengannya?" Walaupun masih bingung dengan keadaan kakak iparnya Jaemin tidak terlalu ambil pusing mungkin dia sedang banyak kerjaan.
Jaemin terus berjalan di koridor rumah sakit ia berhenti ketika melewati ruangan Minjeong, melewati ruangan nya saja sudah membuat Jaemin keringat dingin. Jaemin memincing matanya tertuju dengan tulisan di papan penguman bertuliskan Dr. Minjeong tidak ada
Hah Minjeong tidak masuk hari ini kenapa apa kerena kejadian dua hari yang lalu atau hal lain Jaemin jadi merasa bersalah kalo ternyata memang benar wanita itu tidak masuk karena nya.
Jam makan siang sudah tiba Jaemin sedang duduk sendiri menikmati makan siangnya ia terus memikirkan alasan kenapa Minjeong tidak masuk kerja
__ADS_1
Dug
Tiba tiba Donghyuck bergabung dengan dirinya meletakkan nampan makan siang yang hanya berisi nasi sama kuah kari, Jaemin bingung kenapa orang ini tidak mengambil lauk sedikitpun,
"Aku duduk ya jaem" ujar Donghyuck dengan suara lemah, Jaemin hanya mengangguk sambil tersenyum ramah.
"Gimana keadaan Dongha?"
"kemarin kamu gak masuk karena Dongha sakitkan"
"iya bang, Dongha kemarin demam"
"tapi syukurlah sekarang ia sudah sembuh"
"bilang ke Dongha gue minta maaf"
"semalam sebenarnya gue mau jenguk keadannya tapi suasana hati gue lagi kacau"
"loe tau gak Jaem Minjeong kemana udah dua hari ini gak bisa di hubungin"
"gue gak tau kenapa sepertinya dia ada masalah serius sampai gak masuk kerja juga"
"Minjeong dua hari gak masuk bang?"
"iya jaem dia gak masuk tanpa kabar"
"gak biasanya dia begitu"
"gue udah datang ke apartemen nya tapi gak ada orang, gue juga udah tanya ke semua temen dekatnya gak ada yang tau"
"gue khawatir banget jaem" suara Donghyuck mulai bergetar ia sedang menahan tangis
"gue takut dia kenapa kenapa, bahkan gue telepon orangtuanya juga gak tau dimana Minjeong"
"gue terakhir liat nya cuman di acara reuni kemarin jaem, udah itu dia gak bisa di hubungin"
"Gue ada salah kali ya? Tapi apa Jaem?"
Dada Jaemin kembali terasa sesak mengingat peristiwa di malam reuni tersebut ia semakin bersalah melihat keadaan Donghyuck yang begitu kacau saat kekasihnya hilang tanpa kabar, tidak salah lagi pasti Minjeong hilang karena dirinya.
"Bang, aku duluan ya!" Aku tidak sanggup jika saat ini harus berhadapan atau berurusan dengan Donghyuck, tatapan sedih dan kosongnya membuatku benar benar merasa bersalah.
__ADS_1
Aku adalah adik iparnya tapi dengan bodohnya kemarin karena kecerobohanku aku memperkosa seorang wanita yang sangat pria itu cintai, tidak bisa ku bayangkan betapa marah dan hancurnya Donghyuck kalau dia tau Minjeong sudah ku hancurkan masa depannya.
Sungguh Kim Minjeong aku benar benar menyesal dimanapun kau saat ini aku mohon maafkan aku, aku sadar kata maaf saja tidak cukup untuk membalikkan keadaan.