
Hari ini tepat 3 minggu sudah hilangnya Minjeong semua orang beranggapan kalau memang dia menghilang karena tidak meninggalkan jejak apapun dan tak ada tanda tanda akan kembali.
Lee Donghyuck sepertinya sudah pasrah ia sudah hampir menyerah mencari keberadaan kekasih nya, pihak rumah sakit juga sudah mengajukan surat pengunduran diri untuk Minjeong.
kemana dia kenapa menghilang begitu saja? semua orang yang mengenal Minjeong juga bingung kemana anak itu, karena sebelumnya semua nya baik baik saja bahkan ia masih menghadiri acara reuni fakultasnya dulu.
"Yang?"
"sayang" Dongha dari tadi bingung memperhatikan gelagat suami nya karena ia hanya duduk melamun membiarkan bubur di hadapannya menjadi dingin
"astaga !!!" Jaemin begitu terkejut saat Dongha tiba tiba ada di depan mata nya hingga sendok yang sedang ia genggam terlepas begitu saja
"yang kamu melamun"
"ngelamunin apa sih"
"Dongha kamu bikin aku kaget"
"enggak aku gak ngelamunin apa apa"
"bener?"
"iya sayaanggg"
"kamu bohong ah"
"ya ampun cantik mana mungkin aku bohongin kamu"
"bohongg"
"ayo dong cerita, kamu ngelamunin apa"
"ayo yang ayo" Dongha terus mendesak sambil mengoyang goyangkan bahu Jaemin
"hmmm, bukan apa apa"
"aku tu cuman kepikiran abang, kasian dia udah mau 3 minggu Minjeong hilang tapi dia masih sedih"
"iya yang aku juga sedih liaat abang, dia kayak gak punya semangat hidup"
"udah la yang jangan dipikirin amat, mending kita bahas masa depan" Dongha
"maksud?" tanya Jaemin kebingungan
"itu loh udah hampir sebulan tapi kita belum nemuin perempuan yang mau rahim nya kita bayar"
__ADS_1
"iya bener, memang gak mudah"
"mana ada orang yang mau udah ngelahirin anak nya di ambil"
...****************...
Jaemin baru saja selesai memakirkan mobilnya di baseman rumah sakit tapi dari kejauhan ia melihat kakak ipar nya sedang berlari terburu buru menuju mobil kemudian dia melaju begitu pesat
"kenapa dia"
"apa terjadi sesuatu yang penting?"
Baru saja Jaemin akan turun tiba tiba telepon genggam nya bergetar pelan menandakan ada notif pesan singkat yang masuk mata Jaemin memincing tajam ketika tau siapa pengirim pesan tersebut
088297×××××××
Jaemin temui aku jam 1 siang di cafe rumah sakit
Kim Minjeong
Apa ini aku tidak percaya pesan dari Minjeong setelah ia hilang selama berminggu minggu dan sekarang tiba tiba ingin menemuiku, apa mungkin kepergian Donghyuck tadi ada hubungan nya dengan Minjeong?
Jika memang benar ia ingin menemui Minjeong lantas apa mungkin Minjeong akan menceritakan semua nya lalu dengan sengaja siang nanti Minjeong ingin mempertemukan ku dengan Donghyuck dan berakhir aku yang akan babak belur wah membayangkan nya saja sudah membuatku ngilu.
Donghyuck melaju kan mobil nya dengan kecepatan penuh ia begitu senang akhirnya kekasih nya dambaan hatinya yang sudah menghilang berminggu minggu akhirnya kembali, sungguh Donghyuck benar benar merindukan wanita tersebut ia tak sabar ingin segera ke sampai di tempat yang telah di tentukan Minjeong.
Hatinya benar benar berbunga ia begitu bahagia dengan pertemuan ini karena sebelumnya mereka memang tidak pernah berpisah selama ini, jadi Donghyuck cukup kaget wanita yang sudah ada di sisinya selama 5 tahun tiba tiba hilang rasanya janggal dan aneh.
Dengan mata berbinar dan perasaan yang bercampur haru ia melihat kekasihnya sedang duduk menunggunya di kursi taman dan di iringi dengan kelopak bunga sakura yang berjatuhan sungguh pemandangannya menjadi semakin cantik, tampa pikir panjang Donghyuck langsung berlari dan memeluk wanita itu ia menyalurkan semua rasa rindu yang telah di terpanya selama berminggu minggu
"Minjeong-a kau kembali"
"aku benar benar merindukan mu" Donghyuck terus memeluk tubuh ringkih tersebut dan sesekali menghirup aroma vanilla yang di keluarkan oleh tubuh cantik kekasihnya
Semakin lama pelukkan itu semakin intens tapi Minjeong sama sekali tidak membalas pelukan tersebut ia hanya berdiri tegak dengan ekpresi datar seolah seolah pria yang sedang terisak di hadapannya ini bukan seseuatu yang harus di tanggapi.
"kemana saja kamu sayang"
"aku benar benar merindukan mu setiap hari sampai mau gila rasanya" Minjeong segera melepaskan pelukkan tersebut dan mengisyaratkan agar Donghyuck segera duduk.
Donghyuck tentu saja langsung menurut ia duduk bersebelahan dengan Minjeong tetapi pandangannya tidak pernah lepas dari wajah yang sangat ia rindukan.
Minjeong mengeluarkan seseuatu dari tasnya sebuah bungkusan kecil yang berisikan tekspack yang menyatakan garis biru dua ia meletakkan benda sakral tersebut di tangan Donghyuck
"hm apa ini sayang" Donghyuck masih mencoba tetap berfikir positif walaupun sebenarnya ia sedikit was was saat melihat tekspack itu menunjukkan hasil yang positif
__ADS_1
"itu punya aku"
"aku hamil" Minjeong mengatakan itu dengan tenang sedangkan Donghyuck langsung panik aura tenang yang ia pancarkan dari tadi sepertinya akan lenyap.
Hamil katanya setelah hilang selama berminggu minggu dengan santai nya ia bilang hamil, tentu itu bukan anak Donghyuck karena mereka memang tidak pernah melewati batas tapi siapa pria mana yang berani telah menyentuh wanita ini.
"usia kandunganku sudah hampir 3 minggu"
"Donghyuck ssi aku hamil dari lelaki yang selama ini aku cintai"
"maaf" Lirih Minjeong pelan dengan wajah penuh penyesalan ia merasa bersalah jika harus memutuskan Donghyuck seperti ini, pria itu baik ia melakukan segala nya untuk dambaan hatinya.
Tetapi entah kenapa Minjeong tidak pernah jatuh cinta dengan pria di hadapan nya ini kenapa hanya Jaemin dan setiap harinya selalu memikirkan Jaemin, ia tak pernah bisa lepas dari pria itu meskipun dia sudah menikah.
Mata Donghyuck memanas tanganya terkepal kuat mengepal hingga tekspack yang di genggamnya hancur tak berbentuk seketika hatinya seakan terasa terhempas di dasar laut, jika tadi yang di dengarnya Minjeong mengaku diperkosa hingga hamil maka Donghyuck siap akan bertanggung jawab atas kehamilan itu tapi masalahnya ia mengaku hamil dari pria yang di cintainya.
Berarti selama ini bertahun tahun Donghyuck hanya menjalani cinta sepihak.
"Minjeong kau bercandakan"
"tidak aku tidak mungkin bercanda'
"aku benar benar menyukai pria lain selama ini dan sekarang aku sedang mengandung anak dari dia"
"kau yang terlalu bodoh wahai pewaris D2"
"aku tidak pernah menyukaimu aku hanya ingin hidup terjamin dan kaya, dan itu hanya bisa aku dapatkan dari kamu"
Tanpa sadar akhirnya cairan bening dari kelopak mata yang di tahan tahan dari tadi sekarang terjun bebas menandakan pemiliknya sedang rapuh. "kenapa"
"kenapa minjeong"
"kau begitu jahat
"JAWAB AKU KENAPA???"
"aku tulus sama kamu, aku sayang"
"tapi kenapa balasan mu seperti ini"
"maaf" Setelah mengucapkan permintaan maaf dan mengembalikan cincin tunanganya bersama orang ini Minjeong pergi begitu saja.
Ia pergi tanpa ada beban di pundaknya ia pergi meninggalkan Donghyuck yang masih terisak di bangku taman.
Rasanya sakit sekali padahal Donghyuck baru saja bahagia bisa menemui kekasihnya lagi tetapi kenapa tuhan malah menakdirkan seperti ini, kenapa ia malah mendengar penghianatan kenapa cincin tunangan yang baru 3 bulan di pakai di lepas kembali? Apakah semuanya benar benar selesai kisah cinta sepihak ini benar benar berakhir di bangku taman .
__ADS_1