Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)

Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)
Alternatif selain adopsi


__ADS_3

Sesampainya di dalam lift Jaemin langsung memeluk sambil menepuk nepuk punggung istrinya bermaksud agar Dongha bisa tenang


"maafin aku"


"maafin aku sayang"


Namun bukannya tenang tangisan Dongha mala makin terisak membuat Jaemin jadi makin merasa bersalah karena telah meninggalkan Dongha sendirian


"Dongha-ya udah tenang"


"aku di sini"


"maafin aku sayang"


"aku benar benar menyesal"


"LEE DONGHA" dari belakang ternyata Donghyuck coba mengejar adik nya dia ingin tau seberapa parah kondisi nya saat ini, namun bukan nya berhenti Dongha malah menarik Jaemin lebih cepat agar segera sampai ke parkiran ia malu jika harus berhadapan dengan abangnya saat ini


"woii Jaemin" Saat ini posisi mereka sudah tepat di depan mobil dengan cepat Dongha langsung masuk dan mengunci pintu agar abang nya tidak berhasil menemuinya menyisakan Jaemin yang masih mematung menunggu saudara iparnya segera mendekat


"bugghhh" Satu pukulan melayang di rahang tegas Jaemin membuatnya jatuh tersungkur, Donghyuck lalu menarik Jaemin kembali dan langsung menghujami pukulan bertubi tubi di wajah Jaemin


"bughh"


"bugggh"


"buggh" Dongha tidak sanggup melihat suami nya sedang di pukul habis habisan oleh sang kakak ia tidak berani keluar karena jujur ia juga takut jika harus berhadapan dengan kakak nya ini, ia tidak sanggup jika harus menangis di depan saudara satu satu nya yang ia miliki.


"Jaemin sialan"


"kenapa kau membuat adikku menangis"


"ma..maaff" jawab Jaemin terbata bata


"stopp" Donghyuck hendak melayangkan satu pukulan lagi tapi tangannya di tahan oleh Minjeong dengan napas tersengal ia mencoba memberhentikan aksi kekasihnya


"udah udah"


"kita pulang" Minjeong lalu menarik paksa kekasihnya agar segera meninggalkan Jaemin karena jika tidak di berhentikan ia bisa memukul Jaemin sampai pingsan, setelah melihat mobil Donghyuck menjauh dengan cepat Dongha menghampiri suaminya yang sudah babak belur.


Dari dulu Dongha tidak memiliki keberanian menatap langsung mata kakaknya jika sedang marah karena tatapan tersebut mengingatkan nya pada ayah, ayahnya dulu juga pernah mengahajar seseorang sampai pingsan dan berujung kematian.


Ibunya pernah ketangkap basah berselingkuh dengan bawahan ayah, membuat ayah yang saat itu sedang menggendong Dongha yang baru berusia 7 tahun langsung melepaskan gendongannya dan mengahajar pria tersebut habis habisan semenjak kejadian itu Dongha sudah tidak pernah lagi bertemu dengan ibunya.


"hikss hikss" Sambil menangis Dongha memeluk suaminya yang masih terbaring di atas tanah


"Ma..maaff"


"maa..maafkan aku" Seolah tidak perduli dengan rasa sakit nya Jaemin terus merapalkan permintaan maaf ke istrinya.


Dongha dengan telaten mengobati luka kebiruan di wajah tampan Suami nya ia meringis melihat darah kering di area bibir tersebut.

__ADS_1


"sayang maafkan abang aku ya" Jaemin menggeleng pelan dan langsung memeluk tubuh ramping istrinya membuat piyama tidur bewarna pink itu terangkat sedikit, menampilkan paha Dongha yang kemerahan ia baru sadar kalo paha Dongha tadi tersiram kopi panas.


Dengan cepat ia langsung mendudukkan istrinya di atas kasur dan dengan segera mencari salep luka bakar setelah menemukan nya ia langsung mengoleskan secara perlahan di sekitar area yang kemerahan.


Ia merasa sakit hati melihat luka ini, luka bakar yang di derita istrinya terjadi karena kecerobohannya tanpa sadar ia menangis.


"sayang kamu nangis?" Dongha menangkup kedua pipi suami nya agar bisa melihat dengan jelas wajah sendu itu.


"seharusnya kita gak pergi"


"seharusnya kita gak dateng ke tempat itu" Dongha hanya membalas perkataan tersebut dengan senyum simpul


"udah luka aku gak papa"


"sekarang giliran aku yang obati luka di wajah kamu"


"cupp" Dongha menciumi setiap luka yang berada di wajah Jaemin membuat hati Jaemin menghangat, ia tersenyum mendapat perlakuan manis dari istrinya.


Jaemin terbangun dari tidurnya karena ada sinar matahari yang memaksa masuk di mata yang sedang terpejam


"nngghmm" Jaemin menggeliat dari tidurnya dan langsung tersenyum ke arah jendela menatap istrinya yang sedang membuka gorden


"pagi sayang"


"cupp" Dongha langsung menghampiri suami nya dan memberikan kecupan singkat di bibir jaemin yang masih pucat dan agak membengkak bekas pukulan semalam


"kamu hari ini kerja gak" Jaemin hanya mengangguk pelan


"yakin?"


"liaat tu masih bengkak"


"aku gak papa"


"aku hari ini ada jadwal operasi pasien yang sudah aku tangani dari minggu lalu"


"gak enak kalo tiba tiba di titipan ke temen" Jaemin langsung segera bangkit dari tidurnya dan berlari menuju kamar mandi


"hufff" Dongha hanya menarik nafas nya jengah, percuma jika ia melarang Jaemin untuk kerja laki laki itu sangat bertanggung jawab akan kerjaannya.


Dongha langsung segera mempersiapkan sarapan dan menata baju kerja Jaemin hari ini


"Cantikk sekali" Jaemin datang tiba tiba di meja makan dan langsung memeluk istrinya yang sedang menata salad dan kopi hitam


"gimana paha kamu"


"masih sakit?"


Dongha tidak menjawab ia hanya menyilahkan Jaemin untuk segera makan sarapan nya


"aaahhh"

__ADS_1


"kopi hitam memang terbaik" Jaemin terlihat sangat menikmati sarapan nya ia makan dengan sangat lahap hingga di suapin terakhir ia baru melihat ke arah Dongha ternyata dari tadi Dongha hanya memperhatikan nya dengan tatapan yang sulit di artikan


"kenapa hm"


"ada yang mau kamu bilang"


Dongha hanya mengangguk pelan ia ragu ragu apakah harus di ucapkan sekarang atau nanti


"Sayang"


"hmm??" Jaemin hanya membalas dengan deheman kecil


"aku.. aku" tidak menyela pembicaraan Jaemin dengan sabar menunggu kalimat yang akan di ucapkan istrinya


"Aku mau kita punya anak" Jaemin sangat kaget mendengar penuturan istrinya, kenapa tiba tiba


"kamu mau kita adopsi bayi?"


"bukan, bukan adopsi"


"tapi anak yang lahir dari benih kamu" Jaemin mengkerutkan kening nya bingung, bagaimana mungkin Dongha tahu sendiri kondisi nya tidak memungkinkan untuk mengandung


"sayangg"


"udahh gak papa"


"aku gak masalah jika memang kita gak akan di karuniai anak"


"tapi bagaimana dengan keluarga besar kamu jaem, kamu anak tunggal sudah pasti mereka akan berharap besar dari kamu"


"aku tidak peduli"


"sayangg maafkan aku, sekuat apapun kita berusaha kamu gak akan bisa hamil" Jaemin langsung memeluk Dongha agar ia segera tenang


"ada cara jaem"


"ada cara agar kita memiliki anak"


"kamu harus memiliki anak dari wanita lain"


"kamu tau program tanam benih, kamu bisa menyewa rahim seorang perempuan dan menitipkan benih kamu di sana"


"bagaimana bisa?"


"bisa Jaem kamu tinggal cari perempuan yang mau di bayar mahal lalu segera suntikkan benih kamu di sana, kamu gak harus berhubungan"


"Inseminasi intrauterin?" ujar Jaemin pelan


"iya semacam itu lah"


"kamu yakin?"

__ADS_1


"yakin Jaem, kalo kamu gak sempet nanti biar aku cari orangnya"


Jaemin terlihat mempertimbangkan saran dari istrinya, masuk akal juga ia bisa memiliki anak dari wanita lain tapi tidak akan menyakiti hati istrinya karena benar benar ia hanya akan menitipkan benih dan memberi harga yang pantas untuk wanita itu.


__ADS_2