Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)

Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)
Klarifikasi


__ADS_3

Sebelum ke rumah sakit tempat Jaemin bekerja ia berniat ingin singgah dulu ke rumah Kang seulgi kakak sepupunya ia ingin mencari tahu apa yang sebenar nya terjadi


"paman Jaeminn" Seorang anak laki laki berusia sekitar 4 tahun langsung berlari menghampiri Jaemin saat melihat Jaemin datang ke rumah nya


"Chenle-yaa" Sambut Jaemin hangat lalu memberikan bungkusan yang berisi beberapa makanan ringan


"mana mama kamu nak"


"mama lagi nonton paman"


Jaemin mengangguk lalu membantu Jisung membuka bungkusan snack nya dan segera berlari menuju ke ruang tamu tempat Seulgi berada


"oh Jaemin"


"sejak kapan ada di situ" Tanya seulgi ia cukup terkejut karena saat menoleh Jaemin berdiri di pinggiran kursi


"baru sampe nuna"


"ayo duduk mau minum gak?"


"gak usah saya cuman sebentar"


"ada apa"


"tumben pagi pagi"


" ya ampun" Seulgi kaget saat menyadari wajah Jaemin penuh dengan kebiruan


"kamu abis berantem?"


"itu gak penting"


"saya cuman mau tanya tentang kejadian semalam"


"ooh kirain ada apa" Jawab Seulgi santai sambil mengunyah keripik kentang di tangan nya


"Nuna kenapa, kenapa kalian semalam malah merundung istriku"


"merundung?"


"dia mengadu begitu? Dasar anak manja"


"Jaemin aku dan saudaramu yang lain tidak merundung nya kami hanya mengobrol santai dia aja kali yang baperan"


"cih, dasar pembual"


"apa yang kau bilang kepada Dongha nuna"


"Apaa" Jaemin mulai menaikkan volume berbicara nya


"kau ingin tau, kami hanya membicarakan fakta"


"kami bilang dia mandul"


"orangtua mu pasti bersedih punya menantu tidak bisa memberikan keturunan"


"ah lalu Minjeong juga bilang kepada nya, wanita cacat wanita tidak berguna"


Tangan Jaemin mengepal kuat hati nya memanas mendengar semua penuturan kakak sepupunya, tak bisa ia bayangkan betapa hancur nya Dongha yang mendengar langsung umpat umpatan tidak berguna itu.


"PRANGGG" Jaemin meraih gelas kaca di hadapan nya dan segera membanting ke sembarang arah

__ADS_1


"dasar mulut mulut sialan"


"beraninya kau" Jaemin mencengram kuat kerah baju kakak sepupunya hendak melayangkan satu tamparan tapi ia urung saat melihat Chenle yang sudah menangis ketakutan.


Jaemin segera pergi meninggalkan rumah itu sebelum amarah nya semakin memuncak.


Sebenar nya Jaemin adalah tipe yang tidak bisa mengontrol emosi, tidak peduli siapapun lawan nya ia akan meluapkan semuanya. Tapi semenjak mengenal Dongha ia sedikit berubah perlahan ia bisa mengendalikan diri nya apalagi kalo berhadapan langsung dengan Dongha dia tidak pernah terlihat marah sedikitpun.


Dengan wajah yang masih suntuk Jaemin tetap melanjutkan perjalanan nya ke rumah sakit, saat berjalan di koridor rumah sakit tak sengaja ia berpasan dengan Donghyuck dan Minjeong


"selamat pagi" Jaemin membungkuk sopan terhadap kakak ipar nya, posisi nya benar benar berada jauh dengan Donghyuck jika di luar dia adalah adik ipar dan di rumah sakit Donghyuck adalah atasan nya.


Rumah sakit ini adalah milik keluarga besar D2group perusahan yang ayah Dongha pimpin walaupun ia perusahaan elektronik tapi John lee tetap mengembangkan perusahaan nya di berbagai bidang.


Rumah sakit ini sebenar nya adalah hadiah yang ia siapkan untuk Dongha, karena waktu kecil Dongha bercerita ke ayahnya kalau dia ingin menjadi dokter anak sejak saat itu proyek rumah sakit D2 mulai di rancang.


Tapi ketika menyelesaikan Pendidikan S1 nya Dongha memutuskan untuk menikah dan melupakan mimpi nya untuk menjadi dokter anak, kini rumah sakit yang sudah jadi di ambil alih oleh kakak sulung nya.


"Jaemin nanti makan siang makan lah bersamaku" ajak Donghyuck


Jaemin panik ia takut jika kakak ipar nya ternyata belum puas menghajar nya, dengan ragu Jaemin menangguk paksa.


Jam 1 siang Jaemin berlari tergesa gesa ke arah kantin rumah sakit, ia sudah terlambat satu jam tapi bukan salah nya memang operasi hari ini selesai jam 1, sesampai nya di sana ia langsung mengambil makanannya dan mencari di mana Donghyuck duduk.


Donghyuck duduk di pinggiran dekat jendela ia terlihat sedang makan bersama kekasihnya mereka tertawa sambil bercanda satu sama lain, Jaemin melirik ke arah Minjeong ingin sekali dia menghajar wajah wanita ini tapi itu tidak mungkin Minjeong adalah calon kakak ipar nya juga.


"maaf kan saya ketua"


"saya terlambat"


"ooouhh Jaeminii"


"operasi hari ini panjang nya jaem, ayokk makan yang banyak" Jaemin agak bingung dengan sikap Donghyuck yang menyambutnya hangat ia pikir ia akan di hajar lagi


"iya tu Jaem, makan yang banyak biar sehat" Minjeong menimpali sambil tersenyum manis ke arah Jaemin namun Jaemin mengabaikan nya


"gimana wajah kamu"


"agak mendingan?" Tanya Donghyuck


"tidak apa apa ketua, ini sudah di atasi dengan baik"


"maaf ya kemarin gue bablas"


"gue keburu emosi liat adik gue nangis"


"iya saya mengerti" Jaemin menjawab sesopan mungkin


"ni buat cuci mulut" Donghyuck menyodorkan satu kotak susu pisang di hadapan jaemin


"sekali lagi maafin gue jaem" Setelah mengucapkan itu Donghyuck langsung bangkit dari duduk nya dan beranjak pergi di ikuti Minjeong di belakang nya.


"lega gue, kiraain gue mau di hajar lagi"


"mana muka gue masih bengkak" Jaemin membantin menatap kepergian kedua orang tersebut.


Tidak ada yang begitu spesial hari ini seperti biasa nya Jaemin dari tadi hanya sibuk mengotak ngatik komputer di ruangan nya mengirim beberapa laporan ke atasan.


TING


Jaemin tersenyum melihat notifikasi yang baru masuk di telepon genggamnya

__ADS_1


Bidadari cantik


"Sayang udah makan?"


"Telat lagi ya hari ini makan nya"


Na Jaemin


"udah yang aku udah makan"


" koq kamu tau aku makan nya telat


Bidadari cantik


"tu kan, aku tu udah duga karena tadi siang aku telepon kamu gak angkat"


Na Jaemin


"Maaf ya tuntutan pekerjan hehe 🥰"


""capek banget yang tadi operasi nya dari pagi baru keluar jam 1"


"pengen pelukkk 😍"


Bidadari cantik


"capek ya sini pelukkk cas energi dulu"


Na Jaemin


"ah siaappp segera meluncur ke lokasi"


Bidadari cantik


"Ngawur kamu masih kerja sore pulang nya"


Na Jaemin


"Gak tahan, udah kangenn bangett sama istri aku yang paling cantik 😘"


"sayang"


"yang"


"cantik"


"koq di read doang"


"cantik nya aku"


"ibu peri"


"ayokk dong balas"


"💕💕💕💕💕💕💕 💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞100 love buat kamu"


"kamu tau gak aku tu gak bisa apa apa kalo belum liat senyum kamu"


"ayokk cepat kirim senyum kamu"


Dongha hanya tersenyum melihat pesan beruntun dari suami nya ia tak kuasa lagi membalas karena jika di ladeni Jaemin akan terus mengirim pesan ngawur yang membuat Dongha jadi salah tingkah, meski sudah 5 tahun berumah tangga Dongha masih sering salah tingkah jika Jaemin mulai menggoda nya.

__ADS_1


__ADS_2