Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)

Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)
Ngidam pt1


__ADS_3

"Yang, Sayang tunggu!" Aku baru saja hendak membuka pintu apartemen untuk pergi bekerja tapi tiba tiba Dongha menahanku.


"Ini bawa!" Dongha memberikan ku sebuah tas kecil yang berisi kotak bekal,


Aku mengernyit menatap heran kotak tersebut,"Apa ni Yang? Tumben aku kasih bekal."


""Bukan buat kamu, ini untuk Winter kemarin kamu bilangkan Winter suka jelly, terus dia juga lagi ngidam daging dagingan ya udah itu aku udah masakin dia Tangsuyuk, aku buatin banyak terus daging sapinya dominan." Ujar Dongha setelah memindahkan tas berisi makanan tersebut dari tangannya ke tanganku.


"Koq gitu sih Yang? Kamu gak usah repot repot Winter udah aku kasih uang dia pasti bisa beli sendiri apapun yang di butuhkan, kan dia juga tinggal bareng Ibunya."


"Ish gak repot, aku seneng ngelakuinnya. Dia udah baik mau mengandung anak kita, hanya itu yang bisa aku lakuin Jaem. Kalo dia ngidam yang lain kamu harus ceritain ke aku ya!"


Akhirnya dengan berat hati aku menerima titipan Dongha untuk Winter, Memang semenjak Dongha tahu kehamilan Winter sehat dia semakin bersemangat dan sangat berambisi dia selalu bertanya kepadaku tentang keadaan wanita itu dengan janinnya yang sudah memasukki 8 minggu.


Aku berjalan malas untuk melangkah kebawah, kalau saja Dongha tidak menitipkan seseuatu untuk Minjeong pasti aku langsung saja meluncur kerumah sakit, tapi karena ada titipan Dongha aku terpaksa harus singgah dulu di kediaman Minjeong atau yang Dongha kenal sebagai Winter seorang anak remaja yang sedang mengandung calon bayi kami.


Setelah membuka pintu aku segera masuk ke ruangan ini menelisik setiap bagian tempat tapi aku tidak melihat wanita itu, samar samar aku mendengar suara dari kamar mandi oh ternyata dia sedang mandi baguslah aku bisa pergi dengan cepat setelah meletakkan makanan ini di meja makan.


Aku hanya bisa menggeleng gelengkan kepala melihat keadaan kamar Minjeong sangat berantakkan, baju yang bertumpuk belum disetrika dan di lipat kasur yang masih berserakkan antara bantal dan selimut, dan di dapur banyak sekali tumpukan cuci piring sepertinya aku harus segera mencarikan dia asisten pribadi untuk mengurusi rumah ini. Jujur aku tidak tahan melihat suatu tempat tinggal dengan kondisi seperti ini apalagi calon bayiku juga berada di ruangan ini, aku berniat ingin mencuci piring sebentar lalu mengemasi sampah yang berserakkan lalu membuangnya setelah itu langsung berangkat kerja.


Aku mencuci piring dengan telaten memastikan semua nya bersih dan higenis karena alat makan ini lah yang digunakan Minjeong untuk makan dan minum, sesuatu yang masuk dari mulutnya harus benar benar baik agar calon bayiku juga dapat tumbuh dengan baik di dalam rahimnya, ini kerjaan terakhir semua sampah sudah aku masukkan dan bersiap untuk membuangnya tapi baru saja aku bergerak sedikit dari dapur tiba tiba pintu kamar mandi terbuka.


"Jaem..." Sapa seseorang yang baru saja keluar dari pintu tersebut, aku tidak menghiraukan nya aku hanya fokus dengan kegiatanku.


"Jaem itu beneran kamu? Tumben sekali pagi pagi udah ke sini." Dia semakin dekat kearahku tapi aku tidak perduli aku fokus membawa kantong sampah menuju keluar.

__ADS_1


Grep


Ini yang paling ku benci jika berada di tempat ini, Minjeong sering kali tiba tiba memelukku dari belakang, dia semakin mengeratkan pelukkannya dan menyandarkan wajah nya di punggungku.


"Minjeong lepas aku harus membuang sampah dan pergi bekerja!"


"Sebentar saja Jaem, aku rindu..."


"Tolong lepas sebelum aku mendorongmu secara paksa!"


"Tapi aku rindu, kau sudah tiga hari tidak menemuiku." Beberapa menit aku terdiam menghirup aroma strawberry yang menyerbak dari tubuh Minjeong, ini aneh padahal aku tidak terlalu suka dengan buah ini begitu juga dengan baunya tapi kenapa saat ini aku merasa nyaman mencium aroma segar dari buah ini.


"Kenapa ke sini Jaem? Kau juga merindukanku kan?" Tanyanya, Ck! Percaya diri sekali.


"Aku ke sini hanya untuk mengantarkan makanan kepadamu dari Dongha, istriku itu sudah repot repot memasak untukmu dia peduli karena kau bilang sedang mengidam."


"iya, makan dengan baik agar anakku tumbuh dengan baik."


"Baik sekali Dongha, tapi apa dia akan tetap baik dan peduli jika dia tau wanita yang sedang mengandung anak yang sangat di harapannya adalah aku?"


"Aagghh." Aku mendorong tubuh Minjeong yang masih menempel kepadaku secara paksa ia sedikit meringis karena terdorong beberapa centi dariku, aku meliriknya sebentar kemudian segera berjalan keluar meninggalkan dia yang menatapku secara kesal.


.


.

__ADS_1


.


Pagi yang melelahkan berakhir aku kehabisan banyak tenga karena pagi pagi aku sudah berurusan dengan Minjeong lalu di lanjutkan dengan operasi besar, aku lapar sekali aku mengambil banyak lauk di nampanku tidak sengaja aku melirik kearah yogurt rasa strawberry entah mengapa aku jadi ingin mencobanya, semenjak aroma strawberry yang tidak sengaja aku hirup dari tubuh Minjeong sejak itu aku terus terfikirkan akan buah itu buah yang tidak pernah aku sentuh selama ini.


"Minum gak ya?" Aku melirik ragu yogurt di tanganku,


"udah lah dikit aja." Setetes yogurt strawberry masuk di tenggorakkanku rasanya benar benar aneh tapi aku heran walaupun rasanya aneh aku tetap meneguk nya sampai habis bahkan aku tambah lagi beberapa botol.


"Wihh Jaemin aku gak salah liatkan?" Donghyuck saudara iparku tiba tiba muncul dengan nampan penuh di tangannya dia lalu duduk di hadapanku dan meletakkan nampannya yang penuh nasi dan lauk serta beberapa buah di salah satu kotak nampannya, buah warna merah segar menarik perhatiannku aku menelan ludah kasar saat melihat buah itu.


"Seorang Jaemin hari ini pertama kali seumur hidupku aku melihatnya minum susu rasa strawberry." Ujar Donghyuck sambil menatapku kagum,


"ini bukan susu Bang, tapi yogurt."


"Sama aja Jaem, kenapa? Ada yang salah dengan otakmu?" Tanyanya seraya menempelkan telapak tanganya di keningku.


"gak tau Bang, aku cuman penasaran." Balasku dengan mata yang tertuju kepada buah merah di nampan Donghyuck.


"Penasaran? Lalu bagaimana dengan ini?" Donghyuck mengambil salah satu strawberry nya dan memakan nya dengan lahap aku heran dengan diriku sendiri kenapa aku juga menginginkannya.


"Bang bagi satu lah." Tanpa menunggu persetujuan aku langsung mencomot buah dari nampan tersebut, aku benar benar di rasukki sesuatu yang tidak aku ketahui, tanpa sadar aku sudah menghabiskan semua buah strawberyy milik Donghyuck karena merasa kurang aku kembali lagi ke pantry yang menyediakan banyak buah, aku mengambil banyak sekali buah strawberyy dan memakannya dengan lahap.


"Akhirnya Jaem." Donghyuck mengusap kepalaku pelan dan sesekali membantu ku menanggalkan daun daun yang masih menempel di buah tersebut.


Ada apa dengan diriku ini, aku pasti sudah gila siang ini aku menghabiskan hampir setengah kilo buah strawberry benar benar gila, aku kerasukan hantu pecinta buah strawberry.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2