Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)

Rahim Simpanan Na Jaemin (NCT X AESPA)
Kehamilan


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat tidak terasa usia kehamilan Minjeong sudah memasukki lima bulan, baru lima bulan tapi perut buncitnya sudah seperti sembilan bulan. Wajar saja dari hasil pemeriksaan Minjeong sedang hamil anak kembar.


Mengetahui calon anaknya kembar membuat Jaemin Dongha sangat senang, Dongha semakin bersemangat membantu Jaemin merawat wanita yang sedang hamil anak mereka, walaupun Dongha tidak pernah bisa bertemu dengan sosok wanita yang dia tahu sebagai Winter tapi dia selalu berusaha memberikannya yang terbaik. Hampir setiap hari Dongha memberikan Winter makanan yang sehat dan bergizi dia ingin ibu dari anak nya sehat jika Winter sehat pasti anak mereka juga sehat.


Sudah dari dua bulan lalu Minjeong di beri asisten rumah tangga oleh Jaemin, dengan adanya asisten Minjeong sedikit terbantu dia juga merasa senang karena Jaemin mengunjunginya setiap hari untuk memberikan makanan yang masak oleh Dongha, walaupun setelah meletakkan makanan Jaemin langsung pergi tapi dia tetap senang karena sebelum laki laki yang berstatus sebagai suaminya pergi dia sempat memeluk dan mencium Minjeong layaknya memang benar benar sepasang suami istri.


Jaemin terpaksa harus melakukan Minjeong dengan lembut karena ini permintaan dari Karina, Kata Karina mental ibu hamil harus di jaga jangan sampai dia kesepian dan sedih karena itu akan mempengaruhi bayinya.


Seperti biasanya hari ini sebelum berangkat kerja aku akan singgah dulu di unit apartemen Minjeong, baru masuk selangkah aku sudah melihat wanita paruh baya yang sibuk mondar mandir menyapu lantai.


"Selamat pagi Tuan Na!" Sapanya, aku hanya mengangguk pelan sambil menyerahkan kepadanya rantang makanan yang di buat khusus untuk ibu hamil. Setelah itu aku berjalan menyusul Minjeong di kamarnya.


Sepertinya aku masuk di waktu yang kurang tepat Minjeong baru selesai mandi dia sedang sibuk memakai daster rumahan dan terlihat kesusahan untuk mengkancingi bagian belakangnya.


"Oh Jaemin kau datang? Bisa tolong aku?" Minjeong berjalan kerahku lalu menunjukkan kepadaku bagian belakang bajunya yang belum sempat dia kaitkan. Dengan hati hati aku mengkaitkan dua resreting di baju ini.


"Terimakasih." Kata Minjeong dan sudah membalikkan badannya berusaha memelukku tapi dia kesusahan karena ada perut besar yang menghalangi.


"Ish perut sialan ini membatasi pergerakkanku." Desisnya dengan wajah kecewa.


"Mulutmu, dia bukan perut sialan. Tapi di sini sedang tumbuh calon putraku jadi tidak pantas kau mengumpatnya." Ujarku sambil mengelus lembut perut buncit Minjeong.


"Jaem kau ingin menyapa anakmu?" Tanyanya lalu dia menarikku untuk duduk di kasur.

__ADS_1


Aku hanya bisa menelan ludah melihat aksi Minjeong saat ini, wanita hamil itu segera berbaring di atas kasur dan sudah mengangkat dasternya hingga ke perut. Jujur ini pertama kalinya aku melihat perut buncit itu tanpa di lapisi apapun, selama ini aku tidak berani menyentuh bahkan melakukan hal lebih kepada Minjeong walaupun saat ini dia istriku tapi aku selalu menahan diri setiap Minjeong ingin di sentuh.


Aku selalu menolaknya setiap wanita itu menggodaku, supaya dia tidak bersedih akan penolakkanku aku segera mencium bibirnya ku. rasa itu cukup untuk menyenangkan hatinya.


"Kemarilah Jaem, dekatkan telingamu di perutku kau akan merasakan pergerakannya." Minjeong menuntunku untuk segera mendekat ke perut besarnya.


Dengan ragu aku menuruti, saat telingaku benar benar menempel di perut ini saat itu juga aku bisa merasakan sesuatu yang bergerak, itu bayiku dia sedang bergerak gerak pelan di perut ibunya.


"Minjeong-aa dia bergerak." Kataku yang masih asyik menyodorkan telinga di perutnya.


"Hm, dia selalu bergerak Jaem. Terkadang dia bergerak kurang ajar sehingga perutku sakit." Keluhnya.


"Terimakasih Kim Minjeong kau sudah bersusah payah menampung anakku." Kali ini kepalaku sudah berpindah tidak lagi di perutnya, aku sedang mencium keningnya ini ku lakukan sebagai ucapan terimakasih.


Karena jujur bentuk badan Minjeong yang sedang berisi terlihat begitu menggoda, apalagi tadi dia seolah sengaja memamerkan paha mulusnya kepadaku. Kalau lah dia Dongha maka sudah ku terkam saja dari tapi tapi dia Minjeong dia wanita asing, aku juga sudah bersumpah tidak akan lagi menyentuh wanita lain selain istriku ah sial Minjeong juga istriku memikirkan fakta ini membuat kepalaku pusing.


......................


Jam satu siang Dongha baru saja tertidur setelah makan siang, karena hari ini hari pertama dia datang bulan Dongha jadi malas mau melakukan sesuatu, biasanya setelah makan siang dia akan mencuci piring dan sibuk dengan pekerjaan rumah lainnya tapi saat ini dia terlalu malas untuk itu. Mata Dongha baru saja terlelap tapi tidurnya harus terganggu karena ada seseorang yang bertamu sedikit berlari Dongha mengintip melalui kamera interkom siapa yang saat ini sedang sibuk menekan nekan bel rumahnya, betapa terkejutnya dia mama mertuanya Im Yoona ada di depan.


Dongha lalu berlari ke kamarnya mengambil perut palsunya lalu segera mengganti pakaiannya, dan sekarang saatnya dia berakting sebagai ibu hamil lima bulan dengan bayi kembar.


"Sayang koq lama nak buka pintunya?" Tanya Yoona langsung menyelonong masuk ke rumah anaknya.

__ADS_1


"Ehm itu ma, aku tadi tidur. Maaf!" Jawab Dongha dengan suara lembut.


"ya ampun Dongha rumahmu masih berantakkan, kamu sih mama usulin supaya ngambil pembantu tapi gak mau." Yoona terus mengomeli Dongha yang selalu menolak di kasih asisten rumah tangga dan juga menolak mama mertuanya tinggal di sini, padahalkan maksud Yoona baik dia ingin membantu menantunya meringankan beban rumah tangga dia tidak pernah mengerti kenapa Dongha selalu menolak.


"Ma jangan biar aku aja!" Dongha ingin menghalangi mama yang ingin mencuci piring.


"Jangan, kamu istrirahat aja mama gak tega liat kamu bersih bersih."


"liat tu perut kamu sudah sebesar itu, kasian nanti cucu mama kenapa kenapa. Ibu hamil itu harus banyak istrirahat."


Dongha hanya merasa tidak enak melihat mama mertuanya melakukan semua pekerjaan rumah sedangkan dia hanya duduk di sofa.


Yoona melakukan semuanya mencuci piring mengepel, menyetrika dan ini pekerjaan terakhir dia akan membuang sampah tapi dia sedikit heran karena dia melihat bungkus pembalut di tempat sampah, siapa yang menggunakan ini di sini? Tanyanya dalam hati.


"Dongha mulai sekarang mama akan datang ke rumahmu setiap hari selama Jaemin bekerja. Kamu tau ibu hamil gak boleh sendirian."


"Pokoknya selama gak ada Jaemin di rumah mama yang akan gantikan, mama akan bantu kamu ngurus rumah."


"Gak usah ma aku bisa ngurus sendiri."


"tidak ada penolakkan, kalau gak mau mama di sini kamu harus cari pembantu. Pokoknya selama belum ada pembantu mama yang akan di sini."


Dongha hanya bisa pura pura tersenyum menanggapi saran Yoona, padahal dalam hati dia sedang bimbang jika beneran mamanya di sini itu berarti setiap hari dia harus menggunakan perut palsu, jika dia mengambil aisten pribadi sama aja dia juga harus berpura pura menjadi ibu hamil.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2