
"hey sebaiknya kamu tidur dimana saja terserah kamu seperti yang kamu lihat penjara ini tidak bisa di buka.. seharusnya para prjurit masih berjaga didalam tapi y tidaj ada jawaban.. aku ingin tidur akan aku ambilkan selimut dari dalam kamarku" ucap jendral itu
sementara itu dikamar jendral.. seorang perempuan terbangun dari tidurnya dan berkata " sial aku benar benar ingin muntah kenapa aku bisa mendekap tangan orang menjijikan itu " ucap perempuan itu sambil mengusap usap tangannya ke tembok dengan maksud membersihkan tangannya.
" yang lebih penting jendral itu sudah pergi aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk segera melarikan diri dari kamar ini" ucap perempuan itu lirih sambil mengendap endap ke pintu
sang perempuan mencoba memutar gagang pintu " loh kenapa pintunya tidak terbuka?? sial apa pintu ini sudah dikunci oleh jendral bodoh itu?" batin perempuan itu " bodo amat ama pintu jika tidak lewat pintu maka bisa lewat jendela kan?? " tapi lagi lagi perempuan itu harus kecewa lagi karena jendela itu di kunci
sang perempuan itu mendenhar suara langkah kaki mendekati pintu " sial jendral bodoh itu akan kembali lagi. aku sebaiknya pura pura tidur sebelum jendral itu melihatku.. akan gawat jika dia tahu kalau aku sudah bangun dan berusaha melarikan diri" pikir perempuan
sang perempuan langsung tiduran kembali di ranjang dan menutup mata..
kemudian terdengar pintu terbuka yang menandakan sang jendral sudah mulai memasuki kamarnya
sang jendral kemudian menghampiri gadis itu sang jendral tidak tahu jika gadis itu blsebenarnya sudah bangun dan hanya berpura pura tidur sang jendral berkata " sepertinya hari ini aku pemenangnya sesuai tebakanku temanmu akhirnya menyerahkan diri dan dia berkata bahwa dia akan meenuruti semua perintahku jika aku membebaskanmu bukankah ini terlalu mudah awowkow"
sang jendral mulai mengambil 1 selimut dan 1 bantal dari kamarnya dan keluar dari kamar lagi tidak lupa sang jendral mengunci pintu itu kembali
kemudian perempuan itu membuka matanya kembali " sial apa maksud dari perkataannya? apakah teman temanku tidak melarikan diri?" pikir perempuan itu dengan rasa khawatir " atau mungkin jendral itu mencoba berbohong kepadaku? tapi jika dia berbohong kepadaku sepertinya tidak memberi manfaat apa apa kepadanya... aku ebnar benar pusing memikirkan hal ini"
__ADS_1
" hey anak kecil ini aku bawakan 1 buah selimut dan 1 buah bantal kamu bisa pakai ini untuk beristirahat istirahatlah di manapun kamu suka yang jelas kamu tidak bolehh masuk ke istana ini bagaimanapun kamu tetap penjahat yang sudah merampok harta rakyat sehingga aku perlu mewaspadaimu . tapi ingat jika kamu mencoba melarikan diri atau tidak datang besok shubuh maka nyawa teman perempuanmu ini bisa aku pastikan akan lenyap dari muka bumi ingat itu " ucap sang jendral
" iya iya sudah puas kan bicaranya ? aku sangat mengantuk san ingin tidur jadi sebaiknya tunda sampai besok saja ceramahmu" balas anak kecil itu
" sialan seharusnya aku yang berkata swperti itu... memangnya siapa yang menyebabkan aku daritadi tidak memiliki keswmptan tidur?" batin jendral dalam hatinya dengan kesal
akhirnya jendral masuk kembali ke kamarnya dan bersiap untuk istirahat. sang jendral mengunci pintunya kembali dan langsung menjatuhkan dirinya di atas sofa dalam keadaan sangat lelah" akhirnya aku bisa istirahat dengan tenang"
akhirnya sang jendral menutup mata dan tertidur
disamping itu setelah beberapa waktu berlalu perempuan yang sebelumnyaa pura pura tidur di ranjang sang jendral mulai melakukan aksinya " bagaimanapun aku harus segera keluar dari sini" batin perempuan itu
perempuan itu mengendap endap " kira kira dimana dia menyembunyikan kunci itu?? aku harus bisa menemukannya dan segera keluar dari sini .. sial aku tidak mau melakukan ini tapi apa boleh buat" ucap perempuan itu.
perempuan itu mulai meraba raba tubuh jendral itu mencari kunci kamar itu untuk membuka pintu sedangkan sang jendral terlihat sedang menikmati tidurnya dan terbuai dalam mimpi. sialan dana dia menaruh kuncinya dia meraba perut jendral itu dan melihat ada sesuatu yang menonjol dan berpikir " jangan jangan disitu dia menyimpan kuncinya?" perempuan itu memegangnya dan terkejut..
" iuhhhh menjijkkan ..apa aapan itu yg menonjol di celananya bahkan disaat dia tidur dia masih berpikira hal mesum.. benar benar pria menjijikan. kenapa semua pria didunia ini sama saja?? .. sialan dia membuat tanganku ternoda" ucap gadis itu sambil mengusap usap tangannya ketembok
"sialan dimana sebenarnya dia menaruh kunci itu, tunggu tunggu! " perempuan itu melihat benang dileher jendral itu. " hmmm apa jangan jangan dia menjadikan kunci itu sebagai kalung? awowokwow dasar jendral bodoh"
__ADS_1
sang perempuan kemudian menjulurkan tangannya untuk meraih kalung yang menggantung di leher sang jendral... " kalung ini terbuat dari logam tentu saja aku tidak akan bisa memotongnya dengan gunting dan juga ukuran kalung yang lebih kecil dari pada kepala orang ini semakin mempersulit melepasnya, cara satu satunya melepas kalung ini dengan melepas pengait yg menghubungkan kalung ini..
perempuan itu mulai mengulurkan kedua tangannya untuk menggapai pengait yg menghubungkan 2 kalung ini.. dan pengait itu biasanya terletak tepat di belakang leher sang pemakai kalung... perempuan itu akhirnya menemukan bagian pengait antara kedua kalung itu " nah ketemu, tinggal lepas pengaitnya ambil kalungnya langsung kabor, esy sangat" batin perempuan itu
perempuan itu keasikan melepas kalung hingga tidak tahu kalau posisinya benar benar terlalu dekat dengan jendral yang sedang tidur menikmati mimpi indah
karena merasa ada seduatu yg bergerak di lehernya sang jendral tiba tiba langsung membuka matanya dan melihat seorang perempuan sedang meraba lehernya
kedua insan itu langsung terkejut ketika melihat satu sama lain
perempuan yg terkejut itu pun langsung menjauh dari badan sang jendral
sang jendral berkata" hmmm kamu ketahuan ya gadis kecil heheh"
perempuan itu berpikir dalam hatinya " sial dia tahu jika aku ingin mencuri kalungnya dan berusaha melarikan diri. mati aku jika aku dilemparkan ke penjara sudah hampir mustahil bagiku untuk kabur"
sang jendral berjalan perlahan lahan dan mulai mendekati perempuan itu" hey kamu sudah tertangkap basah jadi tidak usah mengelak ok... aku tau kamu sudah menahannya sejak lama dan aku pun juga sama sudah menahannya sejak lama jadi mari kita lakukan heheh"
perempuan itu berjalan mundur perlahan karena sang jendral yang terus mendekatinya " sial apa yang sebenarnya dimaksud jendral ini??? menahan sejak lama?? .... oiya aku paham dia pikir aku sudah kebelet u tuk buang air kecil daritadi awkwkwo jendral bodoh setidaknya rencanaku untuk kabur belum ketahuan" pikir wanita itu
__ADS_1