
" Hey memangnya manfaat apa yang bisa aku peroleh dengan membunuhmu haa? tanya sang jendral
" aku jijik dengan kelicikanmu jendral bego, rasanya aku ingin muntah setelahh melihatmu" ungkap perempuan itu dengan wajah dingin
"hey heh, aku tidak peduli ya tentang bagaimana pendapatmu terhadap ku.. mau pendapatmu aku mesum aku pembohong aku licik... kamu pikir aku peduli haa." jawab jendral itu
" apakah orang tuamu itu pernah mendidikmu haa? saya yakin orang tuamu pasti kecewa telah melahirkan dan membesarkan pecundang sepertimu" ucap perempuan itu menghina
" hey aku tidak ingin mendengar nasehat dari seorang penjahat.. sebaiknya kamu berkaca terlebih dahulu, kira kira kejahatan apa yang sudah kamu lakukan pada orang lain.. jika kamu sendiri tidak memperlakukan orang lain dengan baik maka jangan berharap orang lain akan memperlakukanmu dengan baik.. mudah kan??" ucap sang jendral
" kamu tidak mengerti bagaimana penderitaan yang telah aku alami selama ini.. orang sepertimu yang setiap saat mendapat kebahagian tidak akan pernah mengerti keadaanku.." balas perempuan itu
" hey hey semua manusia di dunia ini mempunyai masalah masing masing dan tentu saja yang namanya masalah akan membawa penderitaan ... kenapa kamu mengatakan hal itu seolah olah hanya kamu di dunia ini yang punya masalah dan merasakan penderitaan.." balas sang jendral
" aku malas berdebat denganmu.. tapi yang jelas jangan pernah menyentuh temanku apalagi menyakitinya ... jika kamu berani melakukan itu, aku pasti akan membunuhmu, tidak tapi aku akan membuatmu merasakan penderitaan yang bahkan lebih menyakitkan daripada kematian..ingat itu " ucap perempuan itu dengan tatapan mengancam
" ya ya ya.. tapi sepertinya sebentar aku tidak akan bisa mengingat perkataanmu karena sebuah perjanjian" ucap jendral itu
"perjanjian?? apa maksudmu??" tanya perempuan itu
" awokwowkq sepertinya aku terlalu banyak bicara... mumpung aku bisa bicara banyak kepadamu aku ingin menanyakan satu hal kepadamu..
kenapa kamu bisa menguasai ilmu itu??" tanya sang jendral
" ilmu apa maksudmu??"
" ilmu malih rupa... aku sendiri curiga kamu dan teman temanmu itu bukan orang sembarangan.. temanmu yang itu memiliki kekuatan tubuh yang sangat hebat sehingga dapat mengalahkan 20 orang prajuritku sendirian dan kamu sendiri aku jelas melihat kamu mengubah wajah mu suara mu bahkan bentuk tubuh mu.. siapa sebenarnya kamu itu orang biasa mustahil punya ilmu tingkat tinggi seperti itu.." jelas sang jendral panjang lebar
perempuan itu terdiam sejenak, dari sorot matanya perempuan itu terlihat terkejut akan pertantanyaan sang jendral..
__ADS_1
" yah, tidak masalah jika kamu tidak ingin menjawab pertanyaan ku.. sepertinya matahari akan segera terbit jadi sebaiknya kamu makan bekal buatan teman mu.. dia sudah susah payah membuat makanan itu untukmu..
baiklah jika tidak ada yang perlu di bicarakan lagi aku akan pergi" ucap sang jendral sambil beranjak pergi
" yang jelas ingat kata kataku ini, jika kamu berani menyentuh teman ku maka aku pasti akan membuatmu merasakan penderitaan yang lebih menyakitkan daripada kematianmu.. ucap perempuan itu dengan nada kesal dan mengancam
" hahahaha dasar, kamu bahkan belum tahu kematian itu rasanya seperti apa?? tapi kamu sudah sok tau rasa sakitnya kematian itu seperti apa.. hahaha kamu membuatku ingin tertawa" ucap jendral meremehkan
" kata kataku itu bukan bahan candaan aku benar benar akan membuatmu merasakan penderitaan yang mengerikan ucap perempuan dengan nada mengancam dan ekspresi kemarahan karena sang jendral seakan akan meremehkannya
" ya ya yaaa terserah apa yang ingin kamu katakan ....yang jelas sepertinya aku akan melupakan apa yang kamu katakan hari ini... ucap jendral itu sambil berlalu
" sialan, kau benar benar meremehkanku, aku tidak bercanda atas kata kataku itu ucap perempuan itu dengan nada marah sambil beteriak
sang jwndeal pun berjalan meninggalkan penjara itu.. dan menuju dapur kembali...
Hey bagaimana soal ramuan penghapus ingatab itu?? apakah sudah kamu buat?? tanya sang jendral
tenang saja, sebentar lagi ramuan ini jadi aku hanya kurang bahan satu helai sayap kecoa dan satu kaki kecoa untuk menyempurnakan ramuan ini
glekk
" hey... kau menyuruhku makan kaki dan sayap kecoa?? apa kau sedang bercanda haa??" tanya jendral terkejut dan keheranan karena ramuan yang dibuat anak itu menggunakan bahan yang anej
" tentu saja sayap dan kaki kecoa sangat diperlukan dalam pembuatan ramuan ini kecoa memiliki zat zat yang dapat membuat orang pikun .(note : ini cuma karangan doang).... apakah tuan jendral sudah mengerti?
sialan dia benar benar ingin mempermainkanku... menyuruhku memakan benda menjijikan itu
" bagaimana jendral? bukankah anda tadi menyetujui syarat perjanjian kita... sudah seharusnya seorang jendral dapat menepati janji kan ya??
__ADS_1
" sialan nih anak, bagaimanapun juga aku harus meminum ramuan ini demi memegang janji yang sudah saya ucapkan, tetapi memakan kaki dan sayap kecoaaa, ueeeekkkk memikirkannya saja membuatku ingin muntah... pikir jendral itu
baik baik, aku mengerti. bagaimanapun juga sebagai seorang jendral aku harus bisa memegang ucapan ku sendiri . ucap jendral itu dengan wajah pasrah menerima nasib
baiklah sekarang kita hanya perlu mencari 1 ekor kecoa dewasa yang sudah mempunyai sayap !" ucap anak kecil itu
"bukankah kamu yang membutuhkan kecoa itu jadi silahkan mencarinya sendiri " ucap jendral itu
" hey jendral bukankah seharusnya anda membantuku mencarinya supaya pekerjaan ini cepat selesai?? kenapa kamu seakan akan berusaha menghindari tugas inii??? apa jangan jangan anda?? belum sempat anak itu menyelesaikan kata katanya jendral itu menyela
"jangan jangan kenapa?? tanya jendral itu takut takut dan penasaran
" Takut pada kecoa?? kata anak itu melanjutkan kata katanya dengan santai
sang jendral langsung menggebrak meja
brakkk
"sialan! . kata katamu,... tidak kah kamu tau kalau kata katamu itu merupakan sebuah penghinaan pada seorang jendral besar negeri ini?? ucap jendral itu menggebu gebu
" baiklah kalau anda tidak takut seharusnya anda mau membantuku menangkapnya... dan tidak perlu menolaknya" ucap anak itu
" kenapa harus aku yang membantumu mencari kecoa ? aku bisa menyuruh prajurit untuk membantumu mencarinya... ucap jendral itu
" aduhh jendral jika abda menyuruh prajurit mencari kecoa tentu saja para prajurut itu akan heran dan penasaran kenapa anda mencari kecoa... masalahnya kalau prajurit yang penasaran dan berusaha mencari tahu perihal alasan anda mencari kecoa, tentu saja akibatnya rahasia perjanjian kita akan terbongkar, dan anda akan terkena kasus menggunakan tahanan untuk mendapat keuntungan pribadi..." jelas annnakkkk itu panjang lebar
" sialan, iya iya aku yang bantu mencarinya bebar benar merepotkan sekali" ucap jendral itu dengan nada kesal
" hi hi hi hi aku tidak percaya aku bisa membuat jendral ini patuh akan kata kata ku, aku memang terlalu jenius he he he. pikir anak itu dengan senyum penuh kemenangan
__ADS_1