
" Hey bocah" mendengar seseorang memanggilnya. anak kecil itu langsung menoleh kearah sumber suara.
Anak kecil itu terkejut setengah hidup melihat seseeorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah sang jendral yang sebelumnya dikurungnya saat ini sedang asik meminum air putih dengan santainya.
"Hah, bagaimana mungkin?" ucap anak kecil itu dengan mata meloto saking terkejutnya dan langsung melihat kedalam kurungan yang sebelumnya berisi sang jendral.
Anak kecil itu masih dapat melihat sang jendral yang masih berada dalam kurungan " Sial, kenapa ada 2 jendral? apa aku sedang berhalusinasi? sial ini benar benar sangat aneh. seharusnya ini memang halusinasi" ucap anak kecil itu lirih. Anak kecil itu mulai berjalan memegang pintu hendak keluar dari dapur mengabaikan sapaan sang jendral yang dia anggap hanya sebuah halusinasi.
"Hey bocah! kenapa kau mengabaikanku? apa kau tidak dapat mendengar suaraku? bukankah seharusnya kamu membalas sapaan ketika ada seseorang yang menyapamu." ucap sang jendral yang sedang meminum air
Mendengar hal itu anak kecil itu langsung terdiam mematung dan mulai berkeringat ketakutan " sial, apa yang sebenarnya terjadi disini. kenapa kenapa bisa sampai seperti ini. kenapa ada 2 jendral? dan kenapa dia bisa berbincang denganku? apakah halusinasiku sudah terlalu ekstrim hingga bisa membuat halusinasi manusia yang bisa berbincang bincang denganku? hahaha benar juga ini karena aku terlalu lelah hingga halusinasiku sampai pada tingkat ekstrim" ucap anak kecil itu dan mulai melanjutkan memutar gagang pintu dapur hendak keluar dari dapur lagi.
Tiba tiba ada sebuah tangan yang menepuk pundak anak kecil itu. Anak kecil itu terkejut dan sevara refleks langsung langsunge mengarahkan sebuah pukulan ke arah orang yang menepuk pundaknya itu yang tidak lain adalah sang jendral. sang jendral pun langsung menahan pukulan anak kecil itu menggunakan telapak tangan kanannya hingga tangan mereka saling beradu
"Hey bocah kenapa ketika ada yang menepuk pundak mu kau langsung amen hajar saja tanpa lihat kawan atau lawan haa? " tanya sang jendral sambil tangan kanannya menahan pukulan anak kecil itu
__ADS_1
" Sial, tidak mungkin, ini bukanlah halusinasi. Ini memangs ang jendral, lalu yang dalam kurungan itu apa?" balas anak kecil itu tetap dengan wajah terkejut
" Hadeh sepertinya, kamu masih bingung dengan hal itu ya? baiklah, jika kamu ingin mengetahui siapa yanga da didalama kurungan itu sebaiknya kamu akhiri tinjuanmu ini, tanganku mulai kesakitan menahannya " ucap sang jendral
Tetai anak kecil itu tidak menanggapi seruan sang jendral dan tetap meneruskan tinjuan nya, bahkan dia menambah tenaganya
" Sialan nih bocah bukan nya menghentikan tinjuan nya dia malah menambah kekuatan nya. Baiklah, aku pun tidak akan kalah." Sang jendral itu pun mulai meremat tangan anak kecil yang berada dalam telapak tangan nya. serangan tinjuan anak kecil itu mulai melemah karena rasa sakit yang mulai terasa di kepalan tangan nya akibat rematan tangan sang jendral.
"Sebaiknya segera kamu hentikan semua ini, atau jari jari tanganmu ini akan patahkan satu per satu dengan rematan tanganku ini." ucap sang jendral mengancam sambil terus menahan tinjuan anak kecil itu dengan telapak tangannya
" hmmm sepertinya kau benar benar meremehkanku, baiklah jika itu memang maumu akan aku tunjukan kepadamu sebuah kekuatan besar milik ku yang menjadi alasan aku bisa menduduki posisi jendral di kerajaan ini" ucap sang jendral
" mendengar perkataan sang jendral membuat anak itu merasa takut, " sial, apa dia menyembunyikan kekuatan nya yang sesungguhnya, tapi bisa saja dia hnya menggertak tentu saja sangat sulit di percaya jika orang bodoh ini bisa memiliki sebuah kekuatan yang sangat hebat, bahkan bisa melampauiku. ok jendral jika kamu memang ingin bermain serius denganku, akupun juga akan menunjukan kepadamu kekuatan serius milikku yang akan membuat hatimu bergetar ketakutan dan memohon ampun kepadaku" batin anak kecil itu
Anak kecil iyupun akhirnya mundur menarik tinjuan nya sehingga kepalan tangan nya terlepas dari cengkeraman sang jendral, kemudian anak kecil itu mundur beberapa langkah untuk menjauh dari sang jendral " Baiklah tuan jendral, jika kamu emmang merasa lebih hebat dariku, jika kau merasa kekuatan mu lebih dahsyat lebih kuat lebih menakjubkan dari kekuatanku aku menantangmu untuk adu kekuatan terhebat denganku" ucap anak kecil itu dengan berteriak dan menggebu gebu
__ADS_1
"Hadeh dasar bocah aku kira tadi kau membatalkan tinjuanmu karena kau ingin berdamai setelah mendengar betapa kuatnya diriku membuatmu takut untuk berhadapan denganku dalam sebuah pertarungan. Tetapi sepertinya perkiraaku salah, setelah mendengar gertakanku kau malah berkenan untuk menantangku berduel adu jurus. hmmm menarik bocah yang tidak punya rasa takut sepertimu harus diberi pelajaran." ucap sang jendral dan langsung berlari kearah anak kecil itu untuk menyerangnya.
" dalam sebuah bela diri pertarungan jarak dekat merrupakan hal yang sangat penting untuk dipelajari apakah kau bisa melaawanku dalam pertarungan jarak dekat bocahaaaa" ucap sang jendral sebelum akhirnya meluncurkan tinjuan tangan kananya kearah muka anak kecil itu
ttapi anak keciil itu dengan mudah menghindarinnya dengan sedikit menggeser badannya terlihat adri raut muka anak kecil iyu yang seakan akan meremehkan, " hadeh serangan seperti ini, apakah ini yang dikatakan kekuatan yang hebat sampai membuatnya menjadi seorang jendrla? cih jika seperti ini kekuatanku pasti sduah bisa membuatku menjadi raja dinegeri ini, benar benar terlalu lemah."
anak kecil itu melihat tangan jendral yang lurus berada disamping mukanya setelah dia menggeser badan nya untuk menghindari tinjuan sang jendral, anak kecil itu langsung menggunakan tangan nya seperti sebuah pisau dan langsung memebenturkannya ke sendi yang menjadi penghubung antara tulang lengan atas dan tulang lengan bawah milik sang jendral.
brakkk
sang jendral langsung menarik tangan nya setelah merasakan pukulan yang amat keras dari anak kecil itu. " hey hey bukan kah kamu bilang tadi mau mematahkan satu per satu jariku, baiklah sekarang giliraku untuk mematahkan satu persatu sendimu, selamat menikmati." ucap anak kecil itu sambil mulai memotong sendi di tangan sang ejndral yangs atunya
brakkk
sang jendral langsung berteriak histeris " waaaaaaaa tanganku"
__ADS_1
" mungkin akan sedikit aku beritahu ya. aku menggunakan tekhnik ini cukup untuk menghancur 5 tumpukan batu bata, jadi nasib tangan mu sudah dipastikan remuk dengan tulang tulang yang patah hahaha balas anak kecil itu, bagaimana sekarang apakah kau masih berani untuk melawanku."