Raja Yang Sesungguhnya

Raja Yang Sesungguhnya
PART 21


__ADS_3

"oi prajurit, prajurit" sang jendral heran dengan sang prajurit yg melamun bahkan sampai tidak menanggapi panggilan yang dia lantunkan.


sang jendral pun berjalan menghampiri sang prajurit untuk menepuk pundak nya


bakkk .....


terdengar suara benturan antara telapak tangan sang jendral dengan pundak prajurit itu " ah, eh, ada keperluan apa tuan jendral" tanya sang prajurit dengan terkejut..


" hey, kenapa kamu tiba tiba melamun? apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya sang jendral kepada prajurit


" umm tidak ada tuan jendral, aku hanya... aku hanya..." ucap sang prajurit dengan nada tergagap berusaha mencari alasan yang cocok kenapa dia melamun " tidur, iya, tidur tuan jendral, aku sedang memikirkan tentang tidur heheh" balas sang peajurit dengan jantung berdetak semakin cepat lagi setelah tersadar bahwa alasan yang dia kemukakan benar benar aneh dan tidak masuk akal, normalnya orang melamun ketika memikirkan masalah tapi sang prajurit malah melamun karena memikirkan tidur


" oh, maksudnya kamu mengantuk dan ingin tidur gitu ya?" tanya sang jendral


" iya tun jendral aku ingin tidur, saya mohon diri untuk pamit tuan jendral." ucap sang peajurit


" ya silahkan, jangan lupa buat tidurmu menjadi nyenyak, dan juga terimakasih atas hasil pekerjaan mu yang baik ini, oiya sebelum itu bisakah kamu memberitahukan kepadaku dimana kamu mendapat kecoa itu. kasih tau kepadaku saja jangan kepada anak kecil itu, biarkan anak kecil itu tetap penasaran."ucap sang jendral

__ADS_1


sang prajurit kebingungan lagi " kalau saja bisa, aku ingin segera berlari keluar dari tempat ini aku benar benar takut bingung dan khawatir, semua perasaan itu menjadi satu hingga membuat jantung ini terus menerus memberontak."


"kenapa prajurit? apa kau tidak ingin memberitahukan tempat itu kepadaku? jika kamu takut aku memberitahukan nya kepada orang lain. tenang saja prajurit kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan membocorkan nya kepada orang lain, aku pasti bisa menjaga rahasia itu, " balas sang jendral


" maaf tuan jendral, apakah aku memang harus memberitahukan tempat itu kepada anda" tanya sang prajurit


" sebenarnya aku hanya ingin tahu saja dimana kamu mendapat kecoa itu, jika kamu juga ingin merahasiakan tempat itu dariku tidak masalah, yang penting kecoa itu tidak kamu dapat dari tempat menjijikan seperti septik tank." ucap sang jendral


"baiklah jika kamu ingin pamit silahkan" ucap sang jendral melanjutkan


" terimakasih tuan jendral" balas prajurit itu


" baiklah sekarang tinggal satu masalah lagi, apakah ramuan itu sudah jadi" tanya sang jendral


" hampir jadi tuan jendral, tolong bersabar sebentar lagi, saya hanya perlu membacakan ramuan ini sebuah mantra" balas anak kecil itu


anak kecil itu mulai melakukan gerakan gerakan aneh tangannya bergerak gerak di atas ramuan itu sambil membaca mantra, pasi paka? bwa bwa bwa. pasi pasi, bwa bwa bwa?, a hi hi hi hi.." anak kecil itu mengucap kan hal hal aneh yang tidak lain adalah mantra untuk ramuan itu..

__ADS_1


" wahai leluhur ku, berikanlah kepadaku kekuatan mu, jadikanlh orang yang meminum ramuan ini menjadi lup akan teman perempuan ku " Setelah mengucap kata kata aneh itu anak kecil itu langsung meludah ke gelas yang berisi ramuan itu.


sang jendral yang melihat hal tersebut tentu saja tidak tinggak diam. sang jendral langsung menepuk pundak anak kecil itu dari samping sehingga secara reflek anak kecil itu langsung menoleh kearah sang jendral " hey bocah, apa kau mempermainkanku haaa.. kenapa kau ludahi ramuannya ?? kamu pikir aku mau minum ramuan bekas ludah mu haa?? apa kau benar benar ingin merasakan pukukanku lagi hAa? sepertinya pukulan ku kemarin belum membuatmu kapok. ucap sang jendral marah atas perbuatan yang telah dilakukan anak kecil itu.


"hussttt husssssssttt" ucap anak kecil itu sambil meletakkan jari telunjuk di depan mulutnya sebagai isyarat supaya sang jendral diam. " sebaiknya tuan jenddral yang hebat diam dulu ok, jika kamu terus mengganggu ku ramuan ini tidak akan bisa selesai hari ini".


mendengar perkatan anak kecil itu. akhirnya, dengan terpaksa sang jendral mengalah dan tidak bicara lagi dan melihat apa yang dilakukan oleh anak itu tanpa berkomentar apa apa.


tiba tiba dalam ramuan itu keluar asap berwarna hitam. sang jendral yang melihat hal itu langsung bertanya" apa yang terjadi dengan ramuannya? kenapa ramuannya keluar asap hitam yang aneh. apaakah ramuan itu bisa diselesikan atau tidak?"


" maaf jendral saya gagal membuuuuat ramuan nya, iniii karena anda tadi mengganggu proses prmbuatan nya dengan mengajak ku berbincang, akibatnya konsentrAsiku pecah dan leluhur saya marah karena ritual yang suci ini dinodai oleh orang **** seperti anda". Jawab anak kecil itu.


" Lalu bagaimana?? tidak usah pakai ramuan ramuan penghapus ingatan atau apapun itu lah, aku seorang ksatria yang memegang janji, jadi jika aku sudah berjanji tidak akan berurusan lagi dengan teman mu maka aku tidak akan berurusan dengan nya lagi. aku seorang laki laki yang menepati janji, jadi tidak perlu khawatir lagi dengan keselamatan teman mu itu, selama kamu menepati janji akupun juga akan menepati janji". Ucap sang jendral menawar


" tuan jendral yang terhormat, jika anda merasa bertanggung jawab seharusnya anda mencari solusi bagaimana cara meredam kemarahan leluhurku karena kebegoan yang telah anda lakukan, anda mengatakan anda orang yang bertanggung jawab tapi anda sudah membuat marah leluhud saya dan anda malah merasa seolah tidak terjadi apa - apa, apakah ini yang anda katakan bertNggung jawab haa?" tanya anak kecil itu memojok kan


" Hey ini bukan hanya salahku, tapi salahmu juga, kau sebelumnya tidak memberitahuku kalau dalam menjalankan ritual ini kau tidK boleh diajak berbincang, ini salahmu juga bocah, kenapa kau melempar semua kezalahan kepadaku,". balas sang jendral

__ADS_1


" Iya aku juga salah karena lupa memberitahumu, sekarang kita berdua harus mencri cara supaya mendapat pengampunan dari leluhurku" ucap anak kecil itu


__ADS_2