
"baik tuan jendral, saya akan mencoba menanyakan letak persembunyian kecoa itu kepada prajurit lain mungkin di antara mereka ada yang tahu.... dan juga aku akan meminta temanku untuk membantu mencari.. akan sangat sulit jika hanya kita bertiga yang mencarinya " ucap prajurit itu
" baiklah cepat pergi, bagaimanapun juga cepat temukan kecoa itu" balas sang jendral
" baik tuan jendral saya mohon diri" ucap prajurit itu sambil berlalu pergi
" jendral, sebenarnya untuk apa anda mau membuat perjanjian itu.. apa alasan anda membuat perjanjian itu , perintah apa sebenarmya yang ingin anda perintahkan kepada saya ?? " tanya anak kecil itu
" tentu saja saya tidak akan memerintahkan mu untuk menjadi pembunuh .. saya hanya ingin kamu menjadi pengawal tuan dika, seorang putra mahkota di negri ini, dia ingin bersekolah.. tetapi di sekolah itu tidak diperkenankan membawa seorang pengawal, sedangkan disana pasti akan ada banyak bahaya yang mengincar tuan dika, jadi kami berinisiatif untuk mencari pengawal yang menyamar sebagai murid disana juga, jika pengawal nya menyamar sebagai murid, tentu saja tidak akan ketahuan, jadi kamu juga akan bersekolah sama seperti tuan dika" jawab sang prajurit itu panjang lebar
" haah , ternyata hanya menjadi seorang pengawal?? saya pikir perintah yang agak ekstrim ekstrim gitu, " ucap sang anak dengan wajah kecewa
" ekstrim?? maksudnya perintah yang ekstrim itu seperti apa? aku tidak mengerti " ucap sang jendral
" perintah yang ekstrim itu seperti perintah untuk mencuri, merampok ataupun membunuh.." ucap anak itu santai
" hadeh, apa kau tidak punya rasa takut mengucapkan hal hal seperti itu, apa sebelumnya kamu pernah mendapat perintah untuk melakukan tugas eksrrim?" tanya sang jendral
" tentu saja pernah, bukannya kamu mengincarku karena aku melakukan perampokan." jawab anak itu
" bukan tugas ekstrim yang itu, kalau itu saya sudah tahu, maksudku tugas ekstrim untuk membunuh. apa kau pernah melakukannya?" tanya sang jendral
__ADS_1
" saya pernah melakukan nya" balas anak itu
glekk
sang jendral menelan ludah ketika mendengar anak itu pernah membunuh " benar benar anak yang mengerikan, hey apa kau sama sekali tidak punya rasa takut sedikit pun melakukan tugas mengerikan seperti itu?" tanya sang jendral dengan ekspresi terkejut dan takut
" sedikit menakutkan memang.. membunuh seekor harimau liar yang datang dari hutan yang jauh, tapi aku berhasil mengalahkan harimau itu dengan kekuatan ku yang sangat hebat ini sendirian" ucap anak itu
" hadehhhh, yang saya maksudkan membunuh itu membunuh orang.. apa kau pernah mendapat perintah untuk membunuh orang? kenapa kamu malah bahas membunuh harimau?" tanya sang jendral sedikit marah
" lah anda tadi mengatakan seperti ini "bukan tugas ekstrim yang itu, kalau itu saya sudah tahu, maksudku tugas ekstrim untuk membunuh. apa kau pernah melakukannya?" jadi jika saya mengatakan saya pernah melakukan tugas ekstrim membunuh harimau berarti saya tidak salah kan?? apa anda memang sudah pikun hingga anda sendiri tifak dapat mengingat ataupum memahami kata katta anda sendiri?" tanya anak kecil itu menggebu gebu
" hey , kau berani menghinaku di depan ku sendiri, apa kau tidak takut kepadaku bocahh??" tanya sang jendral
"hey aku hampir membunuhmu kemarin apa kau sudah lupa?, kemarin saya memukulmu hingga tubuhmu yang ringan seperti kertas itu terpental dan menabrak pohon hingga membuatmu pingsan dan sekarat .. untung saja saya kemarin menolongmu, kalau tidak, sudah seharusnya nyawa kamu sekarang sudah terpisah dari tubuhmu dan sedang berlarian kesana kemari dan tertawa" jelas sang jendral dengan menyombongkan diri
" sialan, kau menang melawanku karena main keroyokan kemarin, bukankah kemarin satu orang prajurit juga membantumu ketika kita bertarung? jawab anak kecil itu
" ummm. kemarin kau langsung menyerangku dan aku belum siap jadi impas dong 2 lawan 1 hehehe" balas sang jendral
" hahaha dasar pandai ngeless.. aku masih kecil sendirian melawanmu yang sudah dewasa plus satu prajurit, mana mungkin bisa menang, jadi jangan sombong karena hanya bisa membuatku pingsan" ucap anak kecil itu meremehkan
__ADS_1
" woi woi, kamu pingsan karena pukulanku jadi sudah jelas kalau aku yang ikut berperan besar dalam penangkapan mu, prajurit itu hanya membantu 5 persen sedangkan yang 95 persen adalah aku hehhe.. lagipula 20 peajurit tidak dapat mengalahkanmu... dan kamu berhasil ditangkap juga karena aku yang ikut menangkap, jadi sudah jelas akulah yamg berhasil mengalahkan mu... " ucap prajurit itu
" ya ya ya aku malas berdebat dengan mu, jadi kalau kamu berhasil mengalahkan ku terus kenapa?? apakah mengalahkan seorang anak kecil itu bisa dibilang hebat haa?" jawab anak kecil itu
" aku tidak perlu di sebut hebat yaa, saya hanya heran kenapa kamu lebih takut dengan harimau daripada kepadaku..padahal aku lah yang hampir membuat mu meregang nyawa bukan harimau itu.. sudah seharusnya kalau kamu takut kepada ku sang jendral hebat ini mu ah ha ha ha ha ah aha hah" ucap sang jendral
" bagaimana kalau kita buktikan lagi dengan pertarungan 1 lawan 1. jika kamu bisa mengalahkan ku maka aku akan mengakui kalau aku memang takut kepadamu dan kamu memang lebih hebat daripada aku, bagaimana?"
tanya anak itu menantang
" hey bukan kah hasil kemarin sudah jelas kalau aku lebih hebat daripada kamu.. sekalipun diulang ulang sampai beribu ribu kali hasilnya tetap akan sama, akulah pemenang nya paham??" jawab sang jendral lagi lagi dengan nada menyombongkan diri..
" sialan, ngeles lagi .. apa kamu tidak berani berduel dengan ku lagi haa?" ucap anak itu
" hadehh inilah contoh individu yang tidak tahu sportifitas, dia sudah jelas kalah, bahkan sudah pingsan tapi tetap saja tidak mau menerima kekalahan. " jawab sang jendral
" hey kau menang karena pada saat itu 2 lawan 1 jelas itu tidak seimbang.. jadi itu tidak membuktikan bahwa kamu lebih hebat dari ku tetapi itu justru membuktikan bahwa anda hanyalah seorang pengecut yang berani nya bermain keroyokan untuk melawan 1 orang anak kecil..." balas anak kecil itu..
" hey kau hanya membuang buang waktu saja, bukan kah seharusnya kita mencari kecoa itu ya??? " ucap sang jendral sambil mulai mencari kecoa dengan melihat di bawah meja meja.
" cih sialan, terlihat sekali anda berusaha menghindar dengan mengalihkan topik, apakah anda takut jika kita berduel 1 lawab 1.. anda takut jika saya dapat mengalahkan andaa" ucap anak kecil itu
__ADS_1
" hey kenapa kamu mengarang ngarang cerita.. saya tidak pernah takut untuk berduel 1 lawan 1 dengan mu.. saya hanya, saya hanya tidak ingin membuang buang waktu .. kita harus cepat mencari kecoa itu.. bukankah kamu sendiri yang ingin membuat ramuan itu supaya aku dapat melupakan teman perempuan mu .. dan keselamatan teman perempuan mu menjadi terjamin". ucap sang jendral