Raja Yang Sesungguhnya

Raja Yang Sesungguhnya
PART 4


__ADS_3

dika menjelaskan apa itu ciuman kepada kenta yg masih plonga plongo tidak paham apa itu ciuman


" jadi gini ciuman itu ketika tangan laki laki menyentuh tangan perempuan " dika tidak ingin merusak kepolosan kenta, makanya dia menjelaskan ciumannsecara lebih seserhana


sedangkan setya keberatan dan berpikir kalo dika tidak paham apa itu ciuman dan setya membalas " bukan sepertii" "hustts" kembali dika memotong pembicaraan setyaa "tentu saja ciuman itu seperti itu dan itu sudah cukup membuktikan kalau setya memang tertarik dengan perempuan"


setya akhirnya mengerti maksud kenapa dika mencegahnya menjelaskan arti ciuman kepada kenta.. dika tidak ingin kenta iri dan melalukan ciuman karena tidak mau kalah dengan setya padahal aslinya setya memang belum pernah ciuman.....


akkkhirnya mereka pun pulang bersama ke rumah masing masinh mereka yerlalu lelah karena apa yg terjadi hati ini...


setya berjalan dengan lunglai tanpa semangat kembali ke istananya.....


setya dan ayahnya makan bersama di ruang makan dengan meja yang lumayan besar


" setya, mulai sekarang kamu harus bisa mulai membiasakan diri untuk berperilaku baik, mematuhi aturan, dan memiliki tata krama. kamu sekarang sudah dewasa dan sudah di haruskan dapat bertanggung jawab atas semua perbuatan yang kamu lakukan, kamu suatu saat akan menjadi seorang raja penerus ayah, ayah tidak ingin kamu terus terusan hanya bermain bermain dan bermaink amu harus mulai belajar tentang bagaimana menjadi seorang raja yang baik dan bijaksana" jelas ayah setya


" tapi ayah umurku bahkan masih 10 tahun bukankah terlalu berlebihan jika di umurku yang masih kecil ini aku harus belajar banyak hal? masa kecil adalah masa dimana aku bisa menghabiskan waktu untuk bersenang senang sebelum aku menjadi raja dan memikul tanggung jawab yang besar" jelas setya ,


sebenarnya setya sangat tidak suka dengan belajar karena benar benar membosankan setya juga sama seperti anak kecil lainnya yang ingin bisa bermain dengan bebas ketika mereka masih menikmati masa kecilnya

__ADS_1


" setya kamu berbeda dengan anak lainnya suatu saat nanti kamu akan memikul tanggung jawab yang sangat besar yaitu menjadi seorang raja mau tidak mau kamu harus bisa menjadi seorang raja yang hebat dan mulai bersekolah kalau kamu tetap menolak untuk mulai belajar sejak kecil mau tidak mau ayah akan tetap memaksamu..


setya terdiam dia tidak berani bicara lagi setelah ayahnya berkata seperti itu artinya sebanyak apapun setya bicara tetap tidak akan bisa merubah keputusan ayahnya yang sudah bulat....


" besok lusa kamu akan mulai bersekolah belajarlah dengan serius untuk mendapat banyak ilmu dimana suatu saat nanti kamu bisa menggunakan ilmu yang kamu peroleh untuk kebaikan.." jelas ayah setya


setya hanya terdiam menanggapinya setya sebenarnya sangat keberatan dengan keputusan ayahnya yang seakan merenggut masa kecilnya yang ingin dia gunakan untuk bermain dan bersenang senang bersama teman temannya tapi jika dia menolak itu tetap akam sia sia.


dia tetap akan dipaksa, yah tidak ada yang dapat mengubah keputusan ayahnya yang sudah bulat.. setya masuk ke kamarnya dan langsung berbaring tengkurap sambil memikirkan bagaimana nasibnya...


setya tidak dapat memilih jalan hidupnya sendiri karena ayahnya telah memaksanya supaya memilih jalan yang dikehendaki ayahnya....


seperti biasa setya dan teman temannya berkumpul di tempat mereka biasa bberkumpul " oi setya apa kamu ada masalah? kenapa kamu terlihat sangat tidak bersemangat seperti orang yang kehilangan semangat untuk hidup?" tanya dika


" yah mulai besok aku harus mulai bersekolah hari hari yg penuh kebosanan akan segera dimulai benar benar menjengkelkan" jawab setya


"ehh bersekolah!" kenta terkejut jika setya mau bersekolah padahal dia sendiri pernah bilang jika dia tidak suka belajar apalagi bersekolah "


"yah seperti itulah aku meskipun aku tidak mau bersekolah tetap saja dipaksa benar benar menyebalkan" jawab setya sambil memegangi dahinya seperti orang yang sedang berpikir..

__ADS_1


" hey hey sepertinya ayahmu orang yang sangat galak sampai sampai memaksa mu bersekolah" balas kenta


" entahlah sejak kemarin sepertinya sikap ayahku memang berubah aku juga tidak terlalu mengerti dengan situasi ini" jawab setya,


dika berkata" hmmm bersekolah yaa?? mungkin kalau kita bisa bersekolah bersama sama disana tidak akan terasa membosankan" setya langsung menatap dika sambil menahan kegembiraannya jika saja setya bisa bersekolah disana bersama dengan 2 temannya itu setya tidak akan kesepian atau merasa bosan kan


" setya langsung menjawab dengan semangat, setya sangat senang jika setya bisa bersekolah dengan kedua temannya "tentu saja jika kita bisa bersekolah bersama sama pasti akan mwnyenangkan" balas setya dengan wajah berbinar binar


hanya kenta yang merasa kebwratan karwna sekolah itu menurutnya benar benar membosankan " hey hey apa kau yakin dika??? disekolah itu benar benar membosankan kita dipaksa belajar menulis membaca apalagi berhitung waduhhh yang kayak gitu meskipun kita bersama sama tetap saja akan terasa membosankan aku sama sekali tidak tertarik untuk ikut" kenta menjawab dengan wajah mengisyaratkan penolakan...


jawaban kenta tentu saja membuat setya bersedih.. " hey kenta ayolahh kita kesekolah nanti bisa bermain bersama disana belajarnya mungkin hanya sedikit". bujuk setya kepada kenta " ogah lah kamu hanya berkata tanpa dasar dan bukti, kamu bahkan belum pernah bersekolah bagaimana kamu tahu kalau waktu belajarnya benar benar sedikit?? apa kau hanya mengarang ngarang cerita supaya kami mau menemanimu di tempat mengerikan itu haa?" kenta menjawab kata kata setya yang membujuknya dengan sedikit bumbu kebohongan.


kenta sedikit meninggikan nada bicaranya supaya bisa terlihat bahwa dia itu pintar, sulit dibohongi untuk perkara seperti itu..


dika sepenarnya bersimpati dengan setya bagaimanapun mereka telah lama bersama sama dan dika juga tidak ingin mereka bertiga berpisah


dika berusaha mencari cara supaya mereka bertiga tidak berpisah dika berpikir dalam hatinya " hmmm mungkin cara yang bisa ditempuh supaya mereka tidak berpisah adalah dengan ikut setya pergi bersekolah tetapi masalahnya dika tidak bisa memastikan apakah dia bisa mendapat izin dari ayahnya untuk bersekolah, belum lagi kenta yang sepertinya memang tidak ingin untuk bersekolah" pikir setya dalam hatinya sambil melihat wajah kenta yang cengar cengir karena merasa jenius tidak termakan tipu muslihat setya yang berbohong kalau waktu belajar disekolah sanhat sedikit..


dika berpikir keras dia harus biaa membiat kenta mau bersekolah dengan mereka.. masalah mereka diizinkan oleh orang tua mereka atau tidak itu urisannya nanti " hmmm hey setya kira kira kita sekolah itu tujuannya untuk apa??;dika bertanya kepada setya .. " swbwnarnya aku tidak tahu karena aku juga belun pwrnah bersekolah tetapi kata ayahku aku disuruh bersekolah supaya suatu saat nanti bisa menjadi raja hebat bertanggung jawab punya sopan santun dan lainnya lah aku sedikit lupa dwngan yg dikatakan ayahku" jawab setya

__ADS_1


__ADS_2