
" hey kenapa kamu mengarang ngarang cerita.. saya tidak pernah takut untuk berduel 1 lawan 1 dengan mu.. saya hanya, saya hanya tidak ingin membuang buang waktu .. kita harus cepat mencari kecoa itu.. bukankah kamu sendiri yang ingin membuat ramuan itu supaya aku dapat melupakan teman perempuan mu .. dan keselamatan teman perempuan mu menjadi terjamin". ucap sang jendral
" cih jendral sialan.. bisanya ngeles doang. awas aja, aku akan membalas mu heheheh.." ucap anak kecil itu
tok tok tok
terdengar suara ketukan pintu dari luar
" tuan jendral! saya sudah menemukan kecoa nya. bolehkah saya masuk?" terdengar teriakan seorang prajurut yang meminta izin untuk masuk ke dapur
" ya prajurit! silahkan masuk" teriak sang jendral sambil menghadapkan mukanya ke arah sumber suara..
sang prajurit akhirnya membuka pintu. dan langsung memasuki dapur sambil memegang seekor kecoa..
sang prajurit berjalan mendekati sang jendral
" apa apaan prajurit ini, kenap dia berjalan kearahku?" batin sang jendral dalam hati dengan was was.
sang jendral langsung balik kanan dan berjalan kearah tempat minum padahal aslinya dia ingin menghindar
" woi kenapa kau berjalan kearahku?" ucap sang jendral ketika prajurit itu tetap berjalan kearahnya
" saya hanya ingin bertanya tuan jendral, apakah kecoa yang saya tangkap ini sudah sesuai dengan keinginan tuan jendral, jadi saya ingin anda melihat kecoa jumbo yang sudah saya cari dengan susah payah ini, anda pasti puas" ucap sang prajurit sambil melangkah
" **prajurit, kamu sangat hebat bisa menangkap kecoa jumbo ini. ini hadiah untukmu karena kamu berhasil membuatku senang dengan hasil pekerjaanmu yang sangat memuaskan ini" ucap sang jendral memuji
" tidak usah tuan jendral, ini sudah kewajiban saya untuk melayani anda. saya tidak pelu diberi hadiah, saya melakukan ini dengan ikhlas dan tulus tuan jendral" ucap prajurit dengan gaya sok keren
" tidak prajurit.. ini hadiah untukmu silahkan diterima" ucap sang jendral kemudian
" tidak tuan jendral, saya benar benar ikhlas melakukan pekerjaan ini, tuan jendral tidak perlu repot repot memberi saya hadiah" balas sang prajurit
" ini perintah... kamu tidak boleh menolak nya, apa kamu berani menentang perintahku?" ucap tuan jendral dengab nada sedikit tinggi
__ADS_1
" saya tidak berani menentang perintah anda tuan jendral.. jika anda memaksa, maka dengan senang hati saya akan menerima pemberian tuan jendral ini, terimakasih tuan jendral" ucap sang prajurit dengan muka mesam mesem. ketika sang prajurit sedang berkhayal sesuatu yang indah, tiba tiba
" Hey , hey prajurit! kenapa kau melamun disitu?" tanya sang jendral heran karena sang prajurit itu berhenti berjalan dan mesam mesem sendiri
" ah eh, maaf tuan jendral, ini kecoa nya, kecoa jumbo heheh" ucap sang prajurit sambil menyodorkan kecoa yang ada ditangan nya
sedangkan sang jendral memalingkan wajahnya dari kecoa itu sambil sesekali meminum air dari gelas yang dia pegang.
" baguslah jika kecoa nya sudah ketemu, cepat berikan kepada anak kecil itu.. dia yang mengurus pembuatan obatnya" ucap sang jendral sambil tetap memalingkan muka untuk menghindari kontak mata dengan kecoa yang di pegang prajurit
" tuan jendral kenapa anda tidak ingin melihat kecoa jumbo yang saya bawa ini?" tanya sang prajurit heran,
" hey prajurit.. tuan jendral yang sangat kay hormati itu takut dengan kecoa, hadeh kau ini bebar benar tidak peka ya. " ucap anak kecil itu tiba tiba
" sialan kau bocah, berani sekali kau mengatakan seorang jendral hebat seperti ku takut dengan kecoa." batin sang jendral dengan menahan perasaan kesal
" prajurit, cepat berikan kecoa yang kau pegang itu kepada anak kecil itu. kita harus segera membuat ramuan itu" ucap sang jendral
" baiklah tuan jendral" ucap sang prajurit sambil mulai berjalan kearah anak kecil yang terlihat sedang mengaduk ngaduk ramuan dalam gelas
" baiklah, sini" balas anak kecil itu sambil mengulurkan tangan nya untuk memegang kecoa itu
" hmmm. kecoa yang bagus, dimana kamu mendapat kecoa ini prajurit" tanya anak kecil itu, setelah dia berhasil memegang kecoa itu
" anu bocah . mencari kecoa sebesar itu tidak mudah , tapi dengan kejeniusan saya, saya bisa mendapat kan nya hahahah" balas sang prajutit dengan nada menyombongkan diri
" kan saya bertanya, dimana kamu mendapat kecoa sebesar ini?, kenapa kamu malah menjawab hal yang tidak sesuai dengan pertanyaan ku?" ucap anak itu
" itu rahasia hhhehe" balas sang prajurit dengan nada mengejek
" oh mau main rahasia rahasiaan ya . oke, boleh kah aku menwbak dimana kamu mendapat kecoa ini?" tanya anak kecil itu sambil fokus melepas sayap kecoa itu sebagai bahan ramuan
" hahaha kamu tidak akan bisa menebak nya, karena tempat aku menemukan kecoa itu merupakan tempat yang tersembunyi dan sangat rahasia" balas sang prajurit itu dengan nada sedikit menyombongkan diri
__ADS_1
" biasanya kecoa itu menyukai tempat - tempat yang kotor, hmmm saya memikirkan sebuah tempat yang kotor dan tersembunyi yang sangat rahasia bagaimana dengan septik tank ( tempat pembuangan kotoran)" ucap anak itu dengan santai
" uhuk... uhhk... uhk" sang jendral yang sedang mendengarkan percakapan mereka langsung terkejut dengan jawabab anak kecil itu hingga membuatnya tersedak air yang dia minum
sedangkan sang peajurit yang awal nya berwajah sombong dan meremehkan langsung berubah ekspresinya secara drastis karena terkejut akan jawaban anak kecil itu yang benar
" hehh, apa yang kau katakan bocah? mana mungkin ada kecoa di tempat septik tank, apa kau bercanda haa?? lagi pula mana ada orang yang rela masuk ke septik tank yang baunya seperti neraka hanya untuk mencari kecoa" ucap sang prajurit
" tentu saja, mana mungkin ada orang yang susah susah masuk ke septik tank hanya untuk menangkap kecoa, hahaha jangan membuat ku tertawa bocah, pengetahuan mu terhadap dunia luar masih sangat rendah, ya kan prajurit? " sang jendral yang awalnya diam mendengarkan akhirnya ikut bicara
sedangkan sang prajurit langsung terkejut karena sang jendral yang tiba tiba ikut berbicara " benar tuan jendral saya pastinya tidak sudi beruruasn dengan tempat pembuangan kotoran manusia hahaha" ucap sang prajurit kemudian dengan tertawa yang dipaksakan
" ngomooong ngomong tuan jendral, anda tadi berkata kalau anda mencari kecoa untuk bahan ramuan obat panu, kira kira obat panu ini untuk siapa ya? tuan jendral" tanya sang prajurit penasaran
" ummm obat panu itu untuk ku" ucap sang jendral dengan wajah gugup dan kebingunhan karena ramuan itu sebenarnya bukan obat panu
sang prajurit langsung terkejut " haaa, apa maksud tuan jendral? apakah anda punya panu di tubuh anda? " tanya sang prajurit
" hey, ini rahasia jangan bilang bilang siapa siapa kalau aku punya penyakit panu, tapi itu tidak penting lagi, yang pwnting sekarang kamu sudah mendapat kecoa nya sehingga pembuatan ramuan nya dapat segera diselesaikan hehehe" ucap sang jendral
" hey jendral" sang anak itu menyela sehingga sang prajurit dan jendral menghadap kan wajahnya kearah bocah cilik itu " umm, bagaimana seumpamanya jika kecoa ini didapat dari septik tank ( tempat penampungan kotoran) apa yang akan anda lakukan?" tanya anak kecil itu
" kenapa kau bertanya seperti itu bocah? kenyataan nya kan kecoa itu bukan dari septik tank" tanya prajurit heran
" yah, aku kan hanya ingin tahu saja apa yang akan anda lakukan jika kecoa ini benar benar dari septik tank?" tanya anak kecil itu
" ummm sepwrtinya aku akan membunuh orang yang membawakan kecoa itu" ucap aang jendral santai
" loh. kenapa dibunuh? anda diam diam punya sifat barbar juga jendral" jawab anak kecil itu
" ini bukan masalah barbar atau tidak, tapi masalahnya seorang jendral hebat sepertiku diberi makanan dari tempat menjijikan seperti itu jelas sekali sebuah penghinaan yang besar terhadapku." balas sang jendral
karena keasikan berbicara dengan anak kecil itu, sang jendral tidak melihat bahwa disampingnya terdapat seorang prajurit yang berkwringat dingin dengan jantung yang berdetak sangat cepat karena terkejut dengan penuturan jendral " apa?? dibunuhh. bagaimana ini apa yang harus aku lakukan? haruskah aku jujur saja mengatakan jika kecoa yang aku dapat itu benar dari septik tank, aku sebelumnya tidak tahu jika ramuan panu itu untuk tuan jendral bahkan, aku juga baru tau jika tuan jendral punya panu,"
__ADS_1
"oi prajurit, prajurit" sang jendral heran dengan sang prajurit yg melamun bahkan sampai tidak menanggapi panggilan yang dia lantunkan