
" aahhhhhh" teriak prajurit B dengan mengeluarkan seluruh tenaganya sambil tangan nya menarik gagang pintu itu
" Bukan kah sudah aku bilang, kita tidak akan sanggup membuka pintu yang dikunci, kenapa kamu ngeyel haa??" ucap prajurit A kesal
" Daripada kau ngomong tidak berguna, bukankah sebaiknya kamu ikut membantuku membuka pintu ini" balas prajurit B sambil terus berusaha menarik pintu dengan seluruh kemampuan nya
" hanya orang bodoh yang mau melakukan sesuatu yang jelas jelas tidak membuahkan hasil" balas prajurit A
" apa maksud mu haa?? jadi kau ingin mengatakan bahwa aku ini bodoh haaa?" ucap prajurit B dengan nada tinggi dengan tetap tangan nya yang tetap menarik pintu berusaha membuka nya
" aku tidak mengatakan kau bodoh, aku mengatakan hanya orang bodoh yang mau melakukan sesuatu yang sia sia, jika kamu merasa tersinggung, itu artinya kamu memang merasa jika apa yang kamu lakukan ini hanya sia sia" balas prajurit A santai
sang prajurit B yang awalnya terus berusaha membuka pintu akhirnya mulai kelelahan dan berhenti menarik pintu
" kenapa? apa kau sudah menyerah ?? jika saja kamu ikuti saranku untuk meminta bantuan petugas dapur yang seharusnya pintu ini sudah terbuka sejak tadi." ucap prajurit A
" berisiiiiikkkkkk, tidak bisakah kamu diam saja, daritadi kau menghabiskan tenaga mu hanya untuk berbicara sesuatu yang sia sia. apa kau tidak lelah daritadi bicara terosss, jika kau tidak ingin membntuku sebaiknya kamu cari petugas yang bertugas mengurus kunci dapur.biar aku sendiri yang membuka pintu ini" balas prajurit B
dari dalam dapur
" dasar prajurit bodoh, jelas saja pintunya tidak bisa dibuka, pintu yang harusnya dibuka dengan didorong dari luar malah di tarik dari luar. hadeh tidak jendral tidak prajurit sama sama bodohnya, jadi? apa sebaiknya aku tunggu mereka membuka pintu ataukah aku kunci saja pintunya dari dalam? tapi sepertinya aku tidak perlu mengunci ppintunya. membuka pintu yang tidak dikunvi saja prajurit prajurit bodoh itu tidak mampu. hadeh, saya heran. apa di kerajaan ini benar benar tidak ada orang pintar yang mau menjadi prajurit hingga mereka merekrut para orang orang dengan pengalaman yang sangat kurang?." ucap anak kecil itu lirih dari dalam dapur.
__ADS_1
Anak kecil itu melihat sang jendral yang tidak berdaya dengan rantai rantai dari mulut monster yang dipanggil olehnya " lalu selanjutnya, apa yabg harus aku lakukan dengan orang ini? harus kah aku membunuhnya saja, kemudian mencari tempat dimana dia menyekap teman perempuanku dan aku bisa melarikan diri bersama temanku itu. sepertinya memang itu ide yang bagus, tapi masalahnya aku belum pernah membunuh orang, sepertinya aku sekarang benar benar menjadi takut." pikir anak itu dalam hatinnya
Sedangkan di luar dapur
terlihat seorang prajurit yang masih berdebat akan suatu hal yang sangat sepele
" Kita harus mencarinya bersama sama, kamu pikir aku bisa mencarinya sendirian aku tidak terima jika aku sibuk mencari prajurit itu kesana dan kemari dan kau hanya berisitarah seenaknya di depan pintu ini menunggu aku membawa prajurit yang memegang kunci dapur itu kemari. " balas prajurit A marah"
" sialan kau woi. jika kamu tidak ingin mencari prajurit pemegang kunci itu sebaiknya kamu sekarang membantuku." balas prajurit B tidak mau kalah
" Aku ogah melakukan sesuatu yang sia sia dengan berusaha mendobrak pintu ini, bukankah kamu tadi juga berpikir bahwa tindakanmu tadi sia sia haa? dan tadi sudah saya katakan hanya orang bodoh yang mau melakukan sesuatu yang sia sia, sehingga dapat disimpulkan jika aku sekarang membantumu menarik pintu yang dikunci ini artinya aku termasuk orang orang yang bodoh." ucap prajurit A
Prajurit B yang dalam keadaan marah langsung berjalan kearah prajurit A dan langsung mmegang kerah bajunya
"Hey, apakah kamu sehina ini hingga tidak mau menerima kenyataan, kamu kalah berdebat dan langsung memakai cara kekerasan seperti ini, benar benar memalukan" ucap prajurit A santai meskipun kerahnya dalam keadaan ditarik secara kasar oleh prajurit B
Prajurit B pun mulai melepaskan tarikan tangan nya setelah mendengar kata kata dari Prajurit A. " sial, aku hampir tidak bisa mengendalikan diriku, ini benar benar buruk jika aku tadi sampai memukulnya," batin prajurit B
" Baiklah, jika begitu, sekarang apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya prajurit B
" Tentu saja sekarang kita harus mencari prajurit yang memegang kunci dapur itulah yang harus kita lakukan untuk membuka pintu ini, sebenarnya jika kamu tadi mau mendengar saranku sudah seharusnya sekarang pintu ini terbuka, tapi karena sifatmu yang kerasa kepala itu kita menjadi mengulur ulur waktu menjadi semakin lama seperti ini." ucap prajurit A
__ADS_1
" Sialan kau lagi lagi kau menghinaku" batin prajurit B menahan rasa amarah yang terus menerus membesar
"Baiklah sekarang ayo kita segera pergi mencari prajurit pemegang kunci." ucap prajurit A dengan gaya sombong merasa menang
sementara itu di dalam dapur
" mungkin sebaiknya aku tidak membunuh orang ini, mungkin jendral ini bisa dijadikan sandera supaya merka mau membertitahuku dimana teman perempuanku itu disekap" ucap anak kecil itu
sang jendral dalam keaadan badan dan mulutterikat dengan rantai masih berusaha melepaskan diri meskipun yang dilakukan sang jendral itu sia sia dia tetap berusaha meronta sambil berteriak sekuat tenaga meskipun suara yang dihasilkan sangat kecil karena mulutnya yang tertutup rantai.
" Baiklah, sekarang wahai sang penguasa kegelapan, cepat! rubah wujudmu menjadi sebuah kurungan ayam, untuk mengurung jendral bodoh ini". ucap anak kecil itu
Aakhirnya monster yag sebelumnya berbentuk sebuah kepulan asap berwujud tengkorak secara perlahan lahan mulai berubah bentuk menjadi sebuah kurungan ayam dan asapnya mulai berubah bentuk menajdi besi yang mengkilat. rantai rantai yang mengikat mulut dan badan sang jendral pun mulai menarik menyeret tubuh sang jendral yang tidak berdaya dan memaksa tubuh tidak berdaya itu untuk masuk kedalam kurungan ayam.
"Nah sep, sekarang saya hanya tinggal menunjukan sang jendral yang sedang terkurung ini dan meminta mereka memberitahukan dimana merka menyekap temanku, sebenarnya aku bisa saja memaksa jendral bdooh ini supaya memberitahuku dimana teman perempuanku disekap, tapi aku melihat dari wajah jendral ini mungkin dia lebih memilih mati daripaa membuka mulut untuk memberitahuku, jadi aku menggunakan cara menjadikan sang jendral ini sebagai sandera. saya yakin sang raja pun tidak akan berani menolak permintaanku jika aku mengancamnya dengan nyawa sang jendral karena bagaimanapun juga seorang raja tidak akan mau jendral kesayangan nya mati." ucap anak kecil itu.
Anak kecil itu pun mulai berjalan mendekati pintu dengan monster yang berwujud kurungan yang berisi sang jendral yang mulai terbang dan mengikuti langkah anak kecil itu. " hahaha sepertinya monster yang aku panggil benar benar bermanfaat, aku tidak perlu capek capek membawa kurungan itu". ucap naka kecil itu
Tiba tiba terdengar suara
" Hey bocah" mendengar seseorang memanggilnya anak kecil itu langsung menoleh kearah sumber suara.
__ADS_1