Raja Yang Sesungguhnya

Raja Yang Sesungguhnya
PART 28


__ADS_3

"Dasar bodoh, jika dia prajurit pemegang kunci, kenapa kamu lama sekali daritadi bukankah kamu bilang kita harus bergegas menyelamatkan orang yang berada dalam dapur?" tanya prajurit A


" Maaf, aku tadi harus menjelaskan kepadanya terlebih dahulu. sangat sulit untuk meyakinkan nya, karena dia orang yang tidak mudah percaya dengan orang lain." balas prajurit A


sementara itu di dapur


seorang naka kecil itu masih tetap menjambak rambut sang jendral " cepat katakan! dimana kau menyekap teman perempuanku? jika kau tidak mau menjawabnya. aku akan membuat rambut rambutmu ni terlepas dari kulit kepalamu" ucap anak kecil itu dengan nada garang


" bukankah sudah aku bilang sebelumnya, bahwa aku tidak akan mengatakan nya. apakah kau tidak dapat memahami kata kataku." ucap sang jendral


" oh, jadi kamu berani ya melawanku baiklah, akan aku buktikan bahwa kata kataku ini tidak main main." ucap anak kecil itu sambil memeperkuat jambakannya terhadap rambut sang jendral


" hmm, bagaimana? apakah kamu masih belum mau membertitahuku?" tanya anak kecil itu


" hahahah.sialan kau bocah, kau benar benar mempermainkanku. kamu pikir aku seorang jendral kerajaan ini bisa dikalahkan dengan mudah oleh anak kecil sepertimu?" tanya sang jendral dengan wajah sombongnya


" sialan kau saat ini bukan waktumu untuk menyombongkan diri jendral bodoh." balas anak kecil iyu


sang jendral pun langsung memegang tangan anak kecil yang memegang rambutnya " baiklah, akan aku tunjukan sedikit dari kekuatanku sebaiknya kamu mempersiapkan dirimu supaya kamu tidak menyesal hahaha" ucap sang jendral


melihat sang jendral yang dapat memegang tangannya tentu saja membuat anak kecil itu terkejut " sialan aku tadi sudah jelas jelas mematahkan tangannya, kenapa dia masih bisa menggerakan tangnnya tanpa rasa sakit, bahkan dia saat ini sedang menyakiti tanganku." batin anak kecil itu di dalam hatinya

__ADS_1


"hahaha, sepertinya kamu terkejut. tubuhku ini memiliki daya tahan yang berbeda dengan manusia normal. jadi jika kamu hanya mematahkan tulang tulangku, itu sama sekali tidak berpengaruh terhadapku, tulang tulangku itu dapat memperbaiki dirinya sendiri tanpa perlu pengobatan bahkan tubuhku pun juga demikian, tidak peduli seberapa keras kau menyiksa tubuhku pada akhirnya tubuhku akan dapat menyembuhkan diriku sendiri." balas sang jendral


" sialan, bagaimana mungkin? tenang tenang, aku harus bisa menenangkan diriku, jangan termakan omongannya orang ini bisa saja hanya menggertak untuk menakut nakutiku, aku tidak akan termakan oleh omongannya." batin anak kecil itu dalam hatinya.


anak kecil itu semakin kuat menarik rambut sang jendral. " hadeh, sepertinya kamu memang tidak percaya dengan omonganku. meskipun sebelumnya telah jelas terlihat bahwa aku masih dapat menggerakkan tanganku meskipun kamu mematahkan tulang tanganku. baiklah lepaskan rambutku,! apa kau tidak lelah daritadi menarik narik rambutku jambak jambak an rambut itu pertarungan khusu untuk perempuan jadi sebaiknya kamu tidak menggunakan sesuatu seperti itu yang sama sekali tidak ada keren kerennya" ucap sang jendral


" aku tidak akan melepaskan jambakanku ini karena aku akan membuatmu tersiksa dan memberitahuku dimana kau menyekap teman perempuanku" ucap anak kecil itu


" Hadeh, dasar bocah, susah sekali memahami kata kata orang dewasa apa dia tidak malu bertarung dengan menjambak rambut lawannya, hadeh. baiklah, jika kamu mau melepas jambakanmu ini, sebagai gantinya aku akan menerima pukulan terkuatmu." ucap sang jendral


" sialan, apa apaan cuma pukulan. bagaimana dengan tendangan? apa kau berani?" tanya anak kecil itu


" hmm cuma tendangan? mau tendangan, pukulan, cakaran akan sama saja hasilnya tubuhku tetap bisa menyembuhkan diri. baiklah, kita sepakat " balas sang jendral


kedua orang itupun akhirnya berdiri berhadap hadapan " janganmenangis jika kau terluka jendral" ucap anak kecil itu


" cih, kau sepertinya benar benar meremehkanku. baiklah cepat lakukan." balas sang jendral


anak kecil itupun mulai melakukan persiapan untuk menendang " baiklah, sekarang aku akan menendang kebagian tubuh mana? hmm, sepertinya tulang kering merupakan tempat yang pas untuk membuat sang jendral ini trauma dan berhenti bersikap sombong, tapi yang lebih aneh lagi sebenarnya saat ini apa aku sedang bermimpi? kenapa ada 2 jendral yang satu sudah aku kurung dan yang satu kenapa bahkan bisa berkontak fisik denganku, itu yang sampai saat ini membuatku terus kepikiran." ucap anak kecil itu sambil melihat jendral yang sedang terikat dalam sebuah kurungan yang merupakan perubahan wujud dari monster yang sebelumnya dia panggil


" oiya, sebelum itu, bisakah kamu menjelaskan kenapa kamu kamu bisa ada 2 jendral? padahal aku tadi sudah jeals jelas mengurungmu, tapi kamu tiba tiba malah berada dibelakangku sambil emminum air putih. Sebenarnya ada apa ini? jurus apa yang kau gunakan?" tanya anak kecil itu

__ADS_1


" Oh, jadi dia masih terkena efek halusinasi ya" batin jendral dalam hatinya


Sang jendral itupun berjalan melangkah kearah tempat minum


melihat hal tersebut anak kecil itu bertanya tanya " hey, apa yang ingin kau lakukan? apa kau ingin minum air?"


sang jendral tidak menjawab pertanyaan dari anak kecil itu dan dia mengambil gelas dan menciduk air minum. " hey kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?"tanya anak kecil itu


" sudah sudah sebaiknya kamu diam dahulu, liat saja apa yang akan aku lakukan" jawab sang jendral


sang jendral itupun mulai berjalan kearah anak kecil itu sambil membawa gelas berisi air minum, ketika sampai didepan anak kecil itu sang jendral langsung menyiramkan air minum yang dia bawa kearah wajah anak kecil itu.


anak kecil itu begitu terkejut dengan perbuatan yang dilakukanoleh sangjendral. tentu saja secara tiba tiba disiram tanpa tau alasan sang jendral menyiramnya membuat anak kecil itu marah " sialan kau, kenapa kau menyiram wajahku haa kau ingin aku pukul." tanya anak kecil itu dengan nada sangat marah


" sebaiknya sekarang kamu lihat kurungan mu itu, isinya apa? hahahaha" balas sang jendral dengan nada menyombongkan diri


Anak kecil itupun langsung menengok kearah kurungan dan dia sangat terkejut begitu melihat bahwa kurungan itu sebenrnya kosong tanpa isi


" sialan, bagaimana mungkin? ternyata yang aku tangkap tadi haya halusinasiku" batin anak kecil itu. " Sejak kapan? sejak kapan aku berhalusinasi apa yang telah kau lakukan terhadapku tadiiii" tanya anak kecil itu dengan nada sedikit berteriak


" saya pikir saya tidak perlu memberitahumu bagaimana caraku membuatmu bisa berhalusinasi seperti itu karena itu rahasia dan tidak boleh diberitahukan kepada siapapun, hehehe" balas sang jendral

__ADS_1


" baikah sebaiiknya kamu segera menendangku, supaya urusan ini segera selesai, oiya, ngomong ngomong apakah kau jadi mau atau tidak? menajdi pengawal tuan muda dika. kenapa kau hanya mempersulit keadaanku, kau kebanyakan bersandiwara harus mencari kecoa lah harus membuat ramuan lah, harus memangggil leluhur lah. sebenarnya kamu mau atau tidak menjadi pengawal tuan dika. aku beanr benar lelah dengan sikapmu yang keras kepala itu bocah"


__ADS_2