
perempuan itu berjalan mundur perlahan karena sang jendral yang terus mendekatinya " sial apa yang sebenarnya dimaksud jendral ini??? menahan sejak lama?? .... oiya aku paham dia pikir aku sudah kebelet untuk buang air kecil dan menahannya daritadi awkwkwo jendral bodoh setidaknya rencanaku untuk kabur belum ketahuan" pikir wanita itu
perempuan itu akhirnya menjawab " iya iya. aku sudah tidak kuat lagi menahannya"
sang jendral menjawab " bagus lah kalau kamu jujur kamu sudah tertangkap basah jadi percuma saja mengelak ..baiklah ayo segera kita lakukan aku juga sudah menahannya daritadi"
perempuan itu menjawab " baiklah ayo"
perempuan itu mulai berjalan mendekati pintu sedangkan sang jendral mulai melepas baju atas nya
ketika perempuan itu melihat sang jendral melepas bajunya dia langsung memalingkan muka menghadap ke pintu " hey apa laki laki kalau mau buang air kecil harus leepas baju dulu ya, kenapa berlebihan sekali ya??.. ucap perempuan itu dengan nada heran
" hey apa maksudmu dengan buang air kecil?? " sang jendral heran dan akhirnya sadar... " sialan perempuan ini daritadi dia membicarakan tentang buang air kecil aku pikir dia ingin bermain cinta denganku, kalau ingin buang air kecil kenapa pake raba raba leherku segala sih, g masuk akal... apa dia malu mengakuinya?? kalau dia memang tertarik padaku??" pikir perempuan itu
"ayo ikut aku. aku akan mengantarmu ke toilet awas jangan coba coba kabur jika kamu kabur aku akan langsung melemparkanmu kepenjara" ucap jendral itu mengancam
" iya iya aku tahu aku tidak sebego itu jendral **** cepat buka pintunya aku sudah tidak tahan" ucap perempuan itu
sang jendral mulai mendekati pintu dan mengambil kunci yg dia letakan di sakunya
" sial ternyata dia menyimpan kuncinya di sakunya
...kalau begitu kunci yg ada dikalungnya itu kunci apa??" pikir perempuan itu herN
kemudian perempuan itu berkata kepada jendral itu " hey bukankah sebaiknya kamu pakai baju kamu aku risih melihatmu telanjanh dada apa kamu memang tidak punya rasa malu??"
" berisik cepat sana jalan ke toilet" bentak jenddal
" iya iya sabar dong woi" balas perempuan itu " hey bukankah sebaiknya kamu yg jalan duluan.. aku tidak tahu letak toilet itu"
__ADS_1
" kamu jalan duluan aku memberi aba aba dari belakang mengarahkanmu supaya sampai ke toilet jika aku berada dibelakangmu akan lebih mudah mengawasimu.. ingat kamu masih tahanan di sini jadi aku harus meminimalisir kemungkinan kamu bisa melarikan diri " ucap sang jendral
" sial sejak kapan jendral bodoh ini jadi sewaspada ini l? apa karena kedua temanku yg biaa berhasil kabur membuat dia jadi sangat waspada seperti ini?? sial akan makin susah bagiku untuk kabur" pikir perempuan itu sambil berjalan
akhirnya mereka sampai di toilet
" ini toiletnya saya beri waktu 5 menit jika lebih dari itu aku akan memaksa masuk tidak peduli apapun" ucap jendral itu
" sial dia benar benar tidak memberikan celah untukku supaya bisa kabur" pikir perempuan itu
" iya iya bawel lu" jawab perempuan itu sambil menahan kesal
" ingat jika lebih dari 5 menit kamu berada di toilet maka aku akan langsung dobrak pintunya tanpa peringatan hehehe" ... ucap sang jendral
perempuan itu tetap diam saja kaeena malas meladeni ucapan jendral itu .. dan mulai masuk ke toilet
"aku berharap semoga anak kecil itu. bena benar datang... supaya aku bisa segera bebas dari perempuan ini.." pikir sang jendral
" hey aku sedang buang air besar, butuh waktu lama untuk mengeluarkan kotoran ini" balas perempuan itu dengan berteriak
"jendral itu punya urusan setelah ini itu artinya jika aku berlama lama disini jendral itu pasti akan terlambat untuk menyelesaikan urusannya hmm untung saja aku terlalu jenius.. sekarang aku hanya perlu duduk manis disini dan pura pura sedang buang air besar " pikir perempuan itu
" hey seperti perkataanku tadi jika kamu tidak segera keluar dalam 5 meenit aku aakn mendobrak pintu ini.. dan ini sudah 5 menit sebaiknya kamu segera keluar" ucap jendral itu
"hey jendral apa kau tidak punya moral jika kamu berani membuka pintu ini tenty saja kamu akan melakukan pelanggaran moral dasar jendral bodoh apakah orang tua mu membesarkanmu tanpa mendidikmu haa?" balas perempuan itu
sialan dia tidak takut dengan ancamanku untuk mendobrak pintu aku tidak pedili lagi dengan moral atau apa pun itu sudah jelas dia berusaha untuk memperlambatku supaya dia bisa swgera melarikan diri ..
" baiklah jika itu keinginanmu aku aka mengunci kamar mandi ini dari luar sebaiknya kamu puas puasin buang air besarnya yaa.. maaf aku harus meninggalkanmu karena ada urusan hehehe" ucap jendral itu
__ADS_1
" sial aku tidak mengira jika kamar mandi ini bisa dikunci dari luar jendral sialan.." secara tidak dengaja perempuan itu melihat keatas dan melihat ada jendela kaca disana dan berpikir " hmm ada cara untuk keluar dari sini selain lewat pintu"
sedangkan jendral itu mula menuju ke tempat yg sudah dijadikan tempat bertemu anyara dia dan anak kecil itu.. sesampainya disana sang jendral sudah melihat anak kecil itu menunggunya
" heybsudah lama menunggu?? tanya jendral
" tidak aku juga baru saja datang kesini jadi tidak masalah tapi bukankaj seharusnya seorang jendeal itu menjunjung ke disiplinan ya ? kok bisa terlambat?" tanya anak kecil itu
" ada yg menghambatku untuk datang tepat waktu jadi sekarang kita buat perjanjian kita ok ?" balas sang jendral
"baiklah saya dahulu yg akan mengajukan iai peejanjian kita
1.saya akan menghapus statusnya sebagai penjahat
kamu harus mau menuruti semua perintahku
mungkin jika kamu ingin menambahkan isi perjanjian kita silahkan selama saya merasa syaratmu itu adil maka saya akan setuju saja" ucap jendral itu menjelaskan
" baiklah saya memiliki syarat tambahan.. aku tidak bisa langsung percaya bahwa kamu akan menepati perjanjian ini sebelum kamu bisa melupakan teman perempuanku" jelas anak kecil itu
"maksudmu?? " tanya sang jendral itu heran
" aku akan membuatmu lupa terhadap teman perempuanku .. maksudnya melupakan semua hal yg menjadi kenanganmu dengan dirinya" jelas anak kecil itu
" hey aku tidak tahu jika kamu bisa melakukan hal hebat seperti itu, baiklah tidak masalah... aku bisa menyanggupi persyaratanmu itu lagipula kenanganku dengan perempuan itu semuanya hanya membuatku kesal tidak ada yang menyenangkan jadi jika kamu menghilangkan kenangan ku dengan perempuan itu saya justru malah senang" balas jendral itu
__ADS_1
" baiklah sekarang apa yang harus aku lakukan supaya kamu bisa memulai ritual menghapus ingatanku terhadap perempuan itu?"