
" baiklah apa yang harus aku lakukan supaya kamu bisa memulai ritual menghapus ingatanku terhadap perempuan itu?"
" baiklah jendral cara ku supaya bisa menghapus ingatanmu itu cukup mudah. saya hanya perlu membuat ramuan penghapus ingatan kemudian membacainya mantra, setelah kamu meminum ramuan itu maka ingatanmu terhadap teman perempuanku akan langsung hilang" jelas anak kecil itu itu panjang lebar
" baiklah kapan kamu bisa mulai membuat ramuan itu??" tanya jendral itu
" selama bahan bahannya sudah ada tentu saja aku bisa mulai membuatnya saat itu juga .. " jawab anak kecil itu itu
" hmm menarik baiklah kira kira bahan bahan apa ug diperlukan untuk membuat ramuan itu??" tanya jendral
" untuk membuat ramuan itu saya memerlukan banyak sekali bahan bahan dapur.. apakah bahan bahan malanan dapur disini semua tersedia??" tanya anak itu
" hmm jika kamu bertanya soal kelengkapan bahan bahan malanan di dapur kepadaku tentu saja aku tidak tahu .. tapi kemungkinan besar bahan bahan makanan di dapur ini cukup lengkap karena dapur istana merupakan dapur yang paling sempurna" jelas jendral itu
"cih dasar terlalu percaya diri, baiklah cepat antar aku ke dapur itu supaya aku bisa segera membuat ramuan itu.." perintah anak itu
" cih sialan memangnya kamu siapa berani berani menyuruhku" balas jendral itu kesal
akhirnya mereka berjalan menuju ke dapur...
sesampainya di dapur anak kecil itu berkata "wow lumayan lengkap ternyata bahan bahan nya jika bahan bahannya sudah ada semua.. hari ini pun sudah selesai .. wow apa ini ada jahe lengkuas wehh kunir aku bisa membuat masakan yang enak dengan bahan bahan selengkap ini.." dengan ekspresi penuh kegembiraan
" apa apaan anak ini... masih sulit dipercaya anak yang suka bahan bahan dapur ini.. adalah orang yang menghabisi 20 orang prajuritku seorang diri" pikir jendral itu " jika kamu bisa memasak silahkan coba memasak makanan... sangat jarang ada seorang laki laki yang bisa memasak"
" kamu masih belum berhak menyuruh nyuruhku jendral jadi jangan melanggar batas batasmu .. disini kamu belum memenuhi janjimu maka aku pun juga tidak akan mau memenuhi permintaanmu..." balas anak itu
" sial aku kelupaan kalau gadis itu masih yerkunci di toilet aku harus segera mengeluarkannya dari sana" pikir jendral itu" aku ada urusan sebentar, aku akan segera kembali" jelas jendral setelah dia teringat kalau perempuan itu masih terkunci di toilet..
__ADS_1
sang jendral segera berjalan cepat ke toilet... sampai di depan pintu toilet sang jendral mendengar suara
brak brak brak
" hehehe keliatan sekali kalau dia berusaha kabut dari sini..." pikir sang jendral dalam hatinya.. kemudian sang jendral langsung membuka pintu itu secara diam diam tentunya dan melihat perempuan yg berpijak pada kursi sedang berusaha memecahkan kaca yang ada di toilet itu
" hey keliatannya kamu sibuk sekali.. mau aku bantu??" tanya aang jendral.
melihat suara sang jendral yang muncul tiba tiba tanpa dia sadari kehadirannya membuat perempuan itu langsung terkejut dan secara reflek dia menggerakan kakinya sehingga kursi yang perempuan itu jadikan tempat berpijak menjadi ikut bergerak dan akhirnua ambruk tubuh perempuan itu terjatuh tapi sang jendral dengan sigap langsung menangkap tubuh perempuan itu
perempuan itu terlalu shok untuk berkata kata karena bagaimanapun dia bisa saja terluka parah jika langsung terjatuh kelantai perempuan itu terdiam sebentar menenangkan diri sebelum akhirnyyaa
plakkk
sebuah tamparan mendarat di pipi sang jendral itu
" hey aku yang sudah menyelamatkanmu kenapa balasanmu seperti ini kepadaku.. kalau aku tadi tidak menangkapmu tentu saja kepalamu sudah bersatu dengan lantai ini, dasar tidak tahu terimakasih" balas jendral itu santai
" aku tidak peduli cepat lepaskan aku setan mesum, lepas lepas lepas" teriak perempuan itu sambil berontak supaya sang jendral segwra melepasnya
bukannya melepas sang jendral itu malah mulai berjalan sambil membawa perempuan itu " seorang penjahat yang berusaha kabur harus di hukum ok.." sang jendral pergi ke penjara bawah tanah dan memasukan perempuan itu ke penjara " sebaiknya kamu disini terlebih dulu supaya kamu bisa mengerti kesalahan uang telah kamu perbuat "
" awas kau penjahat mesum aku pasti akan membalas perbuatan mu ini ingat kata kataku ini jendral terhormat" ucap perempuan itu dengan penuh kebencian di matanya
" ya ya ya mungkin aku hanya bisa mengingat kata katamu itu sampai besok.. jadi sebanyak apapun kamu bicara... itu hanya akan sia sia" balas jendral santai
akhirnya jendral itu meninggalkan perempuan yag terkurung di dalam jeruji besi itu dan menuju dapur..
__ADS_1
sesampainya di dapur..
" hey bukankah kau bilang sebelum aku membebaskan perempuan itu kamu tidak akan menuruti permintaanku?? yah meskipun kamu bilang tidak mau menuruti permintaanku kamu tetap memasak kan " ucap sang jendral
" hey aku mencoba memasak bukan kaeena menuruti permintaanmu ok tapi aku ingin memasak ini untuk teman perempuanku jadi kamu harus memberikan ini kepadanya." balas anak itu dengan santai sambil meneruskan kegiatan memasaknya
" hey hey kenapa kamu seenaknya menyuruhku mengantar makanan.. memangnya kamu itu siapa disini? berani menyuruh nyuruh seorang dengan jendral haa?? bentak sang jendral
" aku hanya menyuruhmu melakukan perkara mudah.. kenapa lebay amat sih hanya mengantar makanan saja? kalau saja aku tau dimana kamu sembunyikan perempuan itu tentu saja aku lebih suka mengantarnya sendiri" ucap anak kecil itu.
"sialan kenapa aku selalu dipermainkan seperti ini masa aku harus bolak balik bolak balik karena perempuan barbar itu sih?? benar benar merepotkan" pikir jendral itu...
" baiklah aku akan mengantarkannya tapi sebaiknya kamu segera mulai membuat ramuan itu karena hari ini syaray syarat perjanjian itu harus segera bisa dipenuhi" ucap jendral itu seraya pergi menuju ke penjara sambil membawa makanan
sesampainya di penjara
" hey ini ada makanan kiriman dari temanmu dia memintaku meberikanmu kepadanya" ucap jendral itu di depan jeruji penjara seraya meletakan bekal makanan nya kedalam penjara
sedangkan perempuan itu terlihat berbaring membelakangi jeruji besi dan tidak memberikan respon apapun
" aku akan pergi jika kamu ada keperluan silahkan katakan mumpung aku di sini.." ucap jendral itu
" temanku. apa ? apa kedua temanku tidak melarikan diri,? tanya perempuan itu dengan nada rendah bahkan suaranya terdengar seperti akan menangis
" salah satu temanmu menyerahkan dirinya karena dia ingin bisa menyelamatkanmu ... aku mengancamnya jika dia ingin kamu bebas maka dia harus menuruti semua perintahku dan dia menyutujuinya dengan mudah." jelas sang jendral
"kenapa kau tidak membunuhku saja jendral licik,? "
__ADS_1
" Hey memangnya manfaat apa yang bisa aku peroleh dengan membunuhmu haa? tanya sang jendral