
" mungkin akan sedikit aku beritahu ya. aku menggunakan tekhnik ini cukup untuk menghancur 5 tumpukan batu bata, jadi nasib tangan mu sudah dipastikan remuk dengan tulang tulang yang patah hahaha balas anak kecil itu, bagaimana sekarang apakah kau masih berani untuk melawanku."
" Sialan kau bocah! kau mematahkan 2 sendi sikutku. Jika memang kau mengajak bermain serius, ok aku tidak akan menahan diri lagi untuk berhadapan denganmu dengan kata lain aku akan benar benar menghancurkanmu" ucap jendral itu
sang jendrl itu langsung hendak menyerrang lagi kali ini dia menyerang menggunakan kakinya " jurus tendangan T" kaki kanan sang jendral langsung mengarahkan sebuah tendangan lurus kearah kepala bocah itu tetapi kali ini bukannya menghindar anak kecil itu dengan mudah langsung memegang kaki sang jendral membuat sang jendral terkejut
" Sialan, bagaimana mungkin dia bisa menahan tendangan T ku dengan tangannya , apakah dia sebenarnya seoraang monster? " batin jendral itu bertanya tanya dalam hatinya " jika seperti inin apa yang harus aku lakukan untuk mengalahkan nya? saya sbeenarnya menaahan kekuatanku. Artinya. aku sekarang sebenarnya hanya menggunakan 35 persen dari seluruh kekuatanku. Jika lebih dari itu takutnya anak itu mengalami cidera parah, bahkan kelumpuhan. aku tidak mungkin bisa serius melawan anak itu, tapi melihat ekspresinya benar benar membuatku jijik, dia meelihatku dengan anggapan bahwa aku ini hanyalah seorang jendral lemah, jika aku tidak dapat mengendalikan emosiku sudah pasti anak itu sudah wafat beberapa hari yang lalu setelah ,menerima pukulanku. Saya harus mencoba bersabar dalam menghadapi bocah ini"
" Dih, hanya seperti ini, sepertinya ini memang terlalu mudah untuk ditahan. Tendangan seperti kertas ini sangat sanagt lemah sekali sangking lemahnya aku tidak perlu memakai 2 tangan untuk menahan nya karena aku pikir tendangan mu ini akan benar benar bisa menghburku jadi aku menggunakan kedua tangan utnuk menahannya. Tapi anggapanku salah tendangan seperti ini sama sekali tidak membuatku terhibur bahkan sama sekali tidak terasa sakitnya ketika mengenai tanganku. Baiklah sekarang giliranku untuk memulai serangan" ucap anak itu dan langsung menyerang tempurung kaki sang jendral yang sebelumnya dia tahan
BRAAKK
Sang jendral tidak dapat berdiri lagi setelah salah satu tempurung kakinya patah akibat serangan anak kecil itu " hahaha jendral lemah sangat lemah, seharusnya tempatmu itu memang dibawahku jangan sok melewati batas batasmu jendral bodoh" anak ekcil itu langsung memukul kepala sang jendral menggunakan tinjuan tangan nya brakk sang jendral langsung limbung dengan kepalanya yang berada dia atas lantai.
"Anak kecil itupun langsunfg menjambak rambut sang jendral, baiklahs ang jendral aku akan mencoba bertanya kepadamu saja supaya urusan ini segera beres. Dimana kau sembunyikan teman perempuan ku, " tanya anak kecil itu dengan anda mengancam
Tidak akan aku beritahu, bahkan meskipun kau menyiksaku seperti apapun" ucap jendral itu dengan nada suara yang tinggi
" Oh, berarti kamu emmang belum merasakan mengerikannya siksaaan dariku. baiklah aku akan menyiksamu lebih keras lagi supaya kamu bisa segera menyerah" ucap anak kecil itu
Aanak kecil itu mengeratkan pegangannya kepada rambut sang jendral membuat sang jendral meringis kesakitan dan sedikit berteriak
__ADS_1
sementara itu diluar dapur para prajurit A dan prajurit B yangs edang sibuk mencari prajurit yang bertugas mengurus peralatan kunci dapur " sial, dimana sebenarnya prajurit yang beerftugas mengurus kunci dapur" tanya bprajurit B
'"Kenapa kau tanyakan kepadaku haaa? Mana saya tahu dimana prajurit pemegang kunci dapur itu. Jika saya tahu sudah pasti saya langsung menyuruhnya untk membuka pintu dapur." balas prajurit A marah
" Ini artinya yang kita lakukan dari tadi hanyalah sia sia belaka. Itu artinya jika kita melakukan perbuatan sia sia ini kita termasuk orang yang bodoh, bukankah begitu rumus kehidupan mu?" ucap prajurit B
" Sialan kau , kau menganggapku bdooh haa? " ucap prajurit A mulai marah
" Yah aku tidak mengatakan bahwa kau bodoh. Hanya saja jika kamu merasa perbuatan kita mencari prajurit itu hanyalah perbuatan yang sia sia dan tidak membuahkan hasil. artinya kita saat ini sedang menjadi seseorang yang bodoh. Bukankah kamu tadi yang berkata seperti itu, apa kau sebenarnya sudah lupa dengan apa yang kau katakan tadi haaa? " ucap prajurit B menggebu gebu
" Oh, ajdi kamu mengatakan itu karena kamu dendam terhadapku . dan juga kamu hanya menirukan kata kataku tanpa tau maksud dari perkataanku itu. jika kamu membandingkan situasi antara saat tadi ketika kamu berusaha membuka paksa pintu dapur dan saat ini ketika kita sedang berusaha mencari seorang prajurit tentu saja berbeda. Jadi jangan disamakan ." balas prajurit A
"Kenapa kita malah membuang buang waktu disini jika kau ad a pertanyaan sebaiknya tanyakan nanti saja setelah prajurit pembawa kunci itu ketemu" ucap prajurit A
" Bilang saja kau tidak dapat menjawab pertanyaanku, pake sok sok an mengalihkan perhatian segala. Kamu pikir aku ini bodoh apa?" ucap prajurit B
" Sebaiknya kita tanya prajurit yang disana itu. mungkin dia tahu dimana prajurit yang bertugas mengurus kunci dapur" ucap prajurit A sambil menunjuk seorang prajurit yang sedang asik menghitung rumput
" Baiklah, siapa yang akan menanyakan nya?" tanya prajurit B.
"Tentu saja kau yang harus menanayakan nya." balas prajurit A
__ADS_1
" Kau menyuruhku untuk menemanimu, supaya engkau bisa santai santai dan hanya memberi ku perintah, dasar licik." batin prajurit B dalam hatinya. " ya ya ya baiklah aku akan melakukannya" ucap prajurit B sambil mulai berjalan menghampiri seorang prajurit tersebut
" Ummmm, permisiiiii" sapa prajurit B dengan wajah yangs angat canggung dan gugup
" yaa, ada keperluan apa?." balas prajurit itu sambil matanya tetap asik bermain rumput
" saya daritadi mencari prajurit yang bertugaws mengurus kunci dapur. Apakah anda tahu dimana prajurit itu sekarang?" tanya prajurit B
" Ada keperluan apa kalian mencarinya?" tanya prajurit itu
" umm, saya ingin beliau membuka pintu dapur yang sedang terkunci." balas prajurit B.
"Setahus aya pintu dapur sudah saya buka. sebaikya kalian periksa lagi pintunya, saya yakin saya sudah membuka pintunya." balas prajurit itu
" Apa maksud anda? jadi seorang pemegang kunci itu anda?" tanya prajurit B memastikan dan tentu saja dengan wajah terkejut
" Ya. akulah yang bertugas mengurus sistem keamanan dikerajaan ini, dengan kata lain amsalah kunci dapur juga berada dibawah pengawasanku" balas prajurit itu
" Sep sepertinya keberuntungan sedang berpihak padaku, heheh" Batin prajurit B dalam hatinya. "Jadi, bisakah anda sekarang berkenan untuk membuka dapur yang terkunci?" tanya prajurit B melanjutkan
" saya sudah membuka pintu dapur sejak tadi , jadi tidak mngkin pintu dapur saat ini sedang terkunci." Balas prajurit itu
__ADS_1