Raja Yang Sesungguhnya

Raja Yang Sesungguhnya
PART 22


__ADS_3

" Iya aku juga salah karena lupa memberitahumu, sekarang kita berdua harus mencri cara supaya mendapat pengampunan dari leluhurku" ucap anak kecil itu


"Nah bagus kalau kamu sadar diri, dalam hal ini kamu juga ikut bersalah ,jadi apa yang harus kita lakukan supaya leluhurmu mau memaafkan kesalahan kita?? " tanya sang jendral


" aku harus melakukan ritual intuk memanggil roh leluhurku dan bertanya pada roh itu. bagaimana supaya kita dapat mendapat maaf dari leluhurku" ucap anak kecil itu


"pertama tama aku membutuhkan sesembahan untuk memanggil roh leluhurku, tolong carikan benda benda yang akan aku sebutkan dan bawa ke atas meja," ucap anak kecil itu memerintah


" baiklah aku akan memanggil seorang peajurit untuk membantumu mencari benda benda yang kau butuhkan untuk persembahan" ucap jendral sambil berjalan mendekati pintu hendak keluar


" tidak, tidak. tidak ada waktu, kau saja yang mencarikan nya tidak ada waktu untuk memanggil prajurit, bawang merah cepat ambilkan bawang merah ritual ini harus segera dimulai. ucap anak itu dengan nada panik sambil menengadahkan tangan nya keatas sebagai bentuk memulai ritual.


" haaa, apaaa? aku mana paham dengan nama nama benda dapur, hey bocah bukankah sebaiknya aku suruh prajurit yang paham bahan bahan dapur untuk membantumu, aku sama sekali tidak tahu menahu dengab bahan yang kau sebutkan itu," ucap sang jendral


"cepat lah jendral ****, ambil bawang merah." ucap anak itu dengan sedikit berteriak


" sialan kau bocah, bawang merah itu yang mana? aku tidak tahu" balas sang jendral sambil memandang dan memilah kumpulan bahan bahan dapur dalam suatu wadah


" alah bodoh, anak kecil pun tahu bawang merah itu sepwrti apa" ucap anak itu


" oiya, kenapa aku bodoh sekali, bawang merah pasti warnanya juga merah kenapa aku bodoh sekali," sang jendral pun mengambil semua bahan bahan dapur yang berwarna merah. " sep aku sudah mengumpulkan semua benda berwarna merah, tapi kenapa benda yang berwarna merah ada banyak, kira kira mana yang namanya bawang.


" cepatlah jendral **** bawa kemari bawang merahnya," ucap anak itu mulai kehilangan kesabaran


" sabar ****, ini aku sudah menemukan merahnya yang belum ketemu bawangnya aku tidak tahu diantara bahan bahan dapur merah ini, mana yang namanua bawang" ucap sang jendral kebingungan


"Ambil yang bentuknya bundar kecil, itulah yang namanya bawang" ycap anak kecil itu


" bundar kecil?? sang jendral yang sebelumnya kebingungan akhirnya bisa menemukan sebuah benda bundar kecil yang menurut nya benda tersebut lah yang cocok menyandang nama sebagai bawang merah, "Nih bocah benda bundar kecil berwarna merah yang tidak lain bernama bawang merah sudah aku temukan" ucap sang jendral dengan rasa bangga diri karena meskipun dia tidak tau perihal bahan bahan dapur tapi dia tetap bisa menjalankan tugas dapur meskipun hanyaa mengambil bahan bahan dapur


" dasar jendral **** ini namanya tomat bukan bawang, sialan kau jendral **** kenapa ada orang sepertimu yang begonya maksimal ampe ke tulang?" ucap anak kecil itu marah


" Hey tadi sudah aku bilang, aku tidak tahu menahu soal bahan bahan dapur tapi kau terus menerus memaksa, makan tuhhh bawang merah tomat" balas sang jendral juga ikutan keaal

__ADS_1


"sialan kau jendral, sini kau saja yang melakukan ini biar aku yang menyiapkan bahan nya, dasar jendral ****, kau hanya perlu berdiri ditempat ku ini sambil menengadahkan tangan, oiya satu lagi ketika kamu menengadahkan tangan mulutmu harus sambil membaca mantra". ucap anak kecol itu


" sialan kau, aku mana hafal mantra yang kau maksud itu, sialan kau bocah, kau daritadi selalu mempersulit pekerjaan ku," balas sang jendral kesal


" mantranya mudah dan ini khusu untukmu, sekarang cepat lakukan seperti yang aku lakukan " ucap anak kecil itu


" begini?" tanya sang jendral setelah berhasil meniru gerakan anak kecil itu


" tangan mu kurang lurus, naikkan ke keatas sedikit lagi" ucap anak kecil itu


setelah sang jendral meninggikan tangannya


" nah sep begitu itu sudah benar" ucap anak kecil itu


" sampai kapan aku harus melakukan ini? tangan ku sangat pegal pegal melakukan ini" ucap sang jendral mengeluh


" bersbar lah , kmu melakukan ini karena kamu terlalu bodoh bahkn kamu tidak tahu benda yang berwarna bawng merah, jadi jangan mengeluh" ucap anak kecil itu


" terus mantranya bagimana?? aku tidak tahu bacaan mantranya" ucap sang jendral


" sialan kau bocah, kau menipuku itu bukan mantra, itu hanya kata kata mu sendiri bocah" ucap jendral itu tidak terimA


" itulah mantranya, jika kamu tidak mau membacanya kamu akan terus berdiri menengadahkan tanganmu di situ" ucap anak kecil itu dengan senyum licik


" sialan kau bocah, cepat segera selesaikan ku sudah lelah tanganku pegal pegal" ucap sang jendral kesal


" mantranya belum kamu baca, mana mungkin aku bisa melakukn ritual nya" balas anak kecil itu


" iya iya maaf karena aku sangat bodoh, maaf karena kebodoha ku sampai tembus sampai ketulang ku, berapa kali ku harus mengucapkan hal itu?" tanya sang jendral


" sampai aku selesai menyiapkan bajan bahan nya dan memulai ritual pemanggilan nya" balas anak kecil itu


" kalau ritualnya belum dimulai, kenapa aku harus melakukan hal ini bocah begoo?" tanya sang jendral heran

__ADS_1


" jangan banyak bicara cepat lakukan, semakin kau banyak bicara semakin lama pula ritualnya akan dimulai" jawab anak itu


" iya iya cepat selesaikan." sang jendral mulai membaca mantra dan mengulang ulangnya terus menerus "maaf karena aku sangat bodoh, maaf karena kebodoha ku sampai tembus sampai ketulang, maaf karena aku sangat bodoh, maaf karena kebodoha ku sampai tembus sampai ketulang "


anak kecil itu mulai mendekati meja, dan menemukan kumpulan baahan bahan dapur yang berwarna merah yang sebelumnya dikumpulkan oleh sang jendral " sial, bahkan diantara semua benda benda berwarna merah yang dia ambil, tidak ada yang bernama bawang merah, hadeh jendral bodoh,"


anak kecil itu mulai membuka wadah berisi kumpulan bahan bahan dapur, "nah ketemu bawang merah, pantas saja dia tidak mengambil bahan ini, bawang merah ini warnanya bukan merah lagi. bawangnya ternyata sudah dikupas jadi tidak terlihat berwaaarna merah makanya dia tidak mengambil bahan ini?" ucap anak itu lirih sambil melihat sang jendral yang sedang menengadahkan tangan dan berteriak teriak


setelah semua bahan bahan terkumpul


"baiklah sudah cukup, anda boleh berhenyi menengadah dan membaca mantra, bahan bahan nya sudah dapat semua" ucap anak kecil itu sambil mulai melakukan gerakan gerakan aneh dan membaca sesuatu yang aneh yang tidak lain adalah sebuah mantra


" akhirnya juga," ucap sang jendral lirih


" Wahai penguasa kegelapan, penguasa kejahatan, penguasa kemungkaran, munculah - munculah aku memanggilmu, aku memanggilmu" ucap anak itu sambil sambil menatap kearah atas dan mengengadahkan kedua tangan nya keatas.


Tiba - tiba muncul lah asap berwarna hitam didepan anak kecil itu, asap itu semakin lama semakin membentuk sebuah wujud sesosok makhluk, sangg tengkorak .jendral tentu saja langsung terkejut dan ketakutan " woi bocah, apa ini roh leluhurmu haa? kenapa wujudnya sangat menyeramkan seperti ini ?"tanya sang jendral ketakutan


" dasar jendral **** cepat bersujudlah, beri penghormatan kepada makhluk mulia ini , jamgan membuatnya marah lagi ok" ucap anak kecil itu


akhirnya dengan terpaksa sang jendral bersujud ke arah makhluk hitam. " apakah begini sudah benar?" tanya sang jendral


" belum, kepalamu kurang menunduk, dahi dan hidungmu harus sampai menyentuh lantai" ucap anak itu sambil mendorong kepala sang jendral supaya lebih merunduk


" apakah ini sudah benar?" tanya sang jendral setelah menempelkan wajahnya kelantai


" baiklah itu sudah benar, " balas anak kecil iti


sang jendral heran dengan anak kecil yang masih berdiri di samping roh nenek moyangnya tidak ikut bersujud seperti dirinya padahal kenyataan nya ini bukan hanya kesalahan nya tapi kesalahan bocah kecil itu juga" hey bocah, kenapa hanya aku yang bersujud, kenapa kau tetap berdiri? bukankah kamu tadi bilang jika kamu juga bersalah." ucap sang jendral


" iya aku juga salah, tetapi roh leluhurku marah nya denganmu karena mengganggu proses ritual yang suci, jadi dia marah kepadamu bukan kepadaku" balas anak kecil itu santai


" hey, aku tidak terima ya??" belum sempat sang jendral menyelesaikan kata katanya anak kecil itu memotong kata katanya

__ADS_1


" hustttt apa kau ingin membuat roh leluhurku marah lagi haa? kamu beruntung karena roh leluhurku masih bisa memaafkan mu tapi jika kamu terus menerus bicara dan marah marah seperti itu, saya khawatir roh leluhurku tidak akan memaafkanmu lagi, jika roh leluhurku tidak mau memaafkanmu maka ramuan itu tidak akan dapat dibuat dan anda mengingkari janji yang anda katakan bahwa anda setuju untuk melupakan teman ku itu dengan meminum ramuan penghapus ingatan" balas anak itu


__ADS_2