Raja Yang Sesungguhnya

Raja Yang Sesungguhnya
PART 18


__ADS_3

" hi hi hi hi aku tidak percaya aku bisa membuat jendral ini patuh akan kata kata ku, aku memang terlalu jenius he he he. pikir anak itu dengan senyum penuh kemenangan"


mereka pun akhirnya mencari kecoa bersayap itu bersama sama


" matahari sudah terbit kita harus segera menyelesaikan pembuatan ramuan itu.." ucap sang jendral


tiba tiba terdengar suara seorang prajurit yang sedang mencari jendral


" jendral! jendral " teriak prajurit itu


" aku ada di sini prajurit ada apa??" teriak jendral itu kepada prajurit yabg sedang mencarinya


prajurit itu mulai memasuki dapur untuk menemui jendral itu berada


" tuan jendral saya mencari cari anda daritadi, anda dipanggil oleh yang mulia raja... yang mulia raja ingin anda menghadapnya tuan jendral" jelas prajurit itu


" sial, aku benar benar kehabisan waktu " pikir jendral dalam hatinya


" oi bocah kamu teruskan mencari kecoanya aku akan menghadap yang mulia raja.. ingat nyawa teman perempuanmu ada ditangan ku jika kamu berani melarikan diri, nyawa temanmu itu yang akan jadi gantinya" ucap jendral itu kepada anak kecil


sang jendral akhirnya pergi dari dapur sebelum melewati pintu " oiya aku lupa, prajurit tolong bantu anak itu untuk mencari kecoa bersayap, aku membutuhkannya untuk membuat obat panu jadi jangan banyak bertanya dan cepat bantu cari.." jelas sang jendral ngasal dan berbohong kepada prajurit itu


begitu keluar dari dapur sang jendral langsung lompat lompat dengab kegirangan, " sep aku tidak perlu menangkap kecoa lagi awowwowkwoks"


ada seorang prajurit yang tidak sengaja melihat sang jendral dan merasa heran karena sang jendral bertingkah aneh, lompat lompat ga jelas.


" apa liat liat haa,? mau saya pukul haa?," teriak jendral kepada prajurit itu sambil menunjukan kepalan tangannya


" titititidaakk tuan jendral saya tidak berani??" ucap prajurit itu dengan gugup


sang jendral langsung berjalan ke tempat sang raja


sampai didepan ruangan sang raja


" yang mulia apakah anda memanggil saya?" tanya sang jendral didepan pintu

__ADS_1


" jendral silahkan masuk " jawab sang raja


sang jendral pun akhirnya memasuki ruangan sang raja


" jendral bagaimana tentang tugas yang saya berikan untuk mencarikan pengawal bagi dika?? " tanya sang raja


" maaf yang mulia saya sedang mempersiapkan hal itu " jawab sang jendral dengan wajah merasa bersalah


" apakah kamu belum mendapat kannya?" tanya raja lagi


" saya sudah mendapat pemuda yang cocok yang mulia, hanya saja saya tidak tahu apakah pemuda itu akan mau melakukannya atau tidak, jadi saya masih belum dapat memastikan bahwa saya dapat menyelesaikan tugas yang anda berikan yang mulia" jawab sang jendral


" hmmm , dapat menjadi seorang pengawal bagi dika merupakan sebiah kehormatan yang besar, bagaimana mungkin ada orang yang mau menolak tugas semulia ini?" tanya sang raja heran


" yang mulia, saya akan segera mengurus semua ini dia pasti akan mau menjadi pengawal tuan dika jadi saya mohon beri saya waktu sedikit lagi" ucap sang jendral


" saya tidak mungkin bisa mengundur jadwal keberangkatan dika kesekolah.. mungkin batas waktunya hanya sampai siang nanti.. jadi sebaiknya sebelum siang kamu harus bisa membuat pemuda itu supaya mau menjadi pengawal dika" jawab sang raja


" baiklah yang mulia saya akan mengusahakannya " jawab sang jendral " saya mohon undur diri yang mulia"


sedangkam dika dikamarnya sedang sibuk mengurus hal hal yang diperlukan untuk keberangkatannya dan tentu saja di dampingi ibunya


" dika, kamu harus mulai belajar mengurus dirimu sendiri tanpa bergantung pada pelayan, karena disana tidak ada orang yang akan melayanimu, kamu akan mengurus dirimu sendiro" ucap ibunda dika sambil mengemasi baju baju dika


" baik ibunda saya akan berusaha untuk belajar mengurus diri saya sendiri" jawab dika


" yang mulia ratu biar saja yang menyiapkan keperluan sekolah tuan dika" ucap sang pelayan itu ketika melihat ibunda dika mengemasi keperluan keperluan sekolah dika


" tidak masalah pelayan.. sudah kewajibanku sebagai seorang ibu untuk mengurus kebutuhan dika" ucap ibunda dika


" tapi yang mulia ratu!"


" hey apa kau berani menolak perintahku" jawab ibunda dika dengan nada sedikit tinggi


" maaf yang mulia ratuu saya tidak berani" jawab pelayan itu sambil menundukan kepala dan wajah ketakutan

__ADS_1


" tolong tinggalkan aku bersama dika, ada yang ingin aku bicarakan dengannya" ucap ibunda dika kepada pelyanan


" baik yang mulia ratu, saya akan menunggu di luar kamar, jadi anda bisa memanggil saya dengan mudah" jawab pelayan itu


setelah pelayan itu keluar


" dika, apakah kamu yakin dengan pilihanmu untuk bersekolah?? masih belum terlambat untuk meembatalkan nya.. " ucap ibunda dika kepada anak semata wayang nya itu


" tidak ibu, aku sudah yakin akan keputusanku untuk berdekolah, aku ingin menjadi raja hebat suatu saat nanti" jawab dika dengan nada lembut


" dika dunia di luar sana benar benar mengerikan, ibu khawatir...., ibu khawatir jika kamu kenapa napa" ucap ibunda dika dengan ekspresi kekhawatiran


" ibu, aku melakukan ini supaya aku bisa mengetahui bagaimana kerasnya kehidupan di luar.. jadi ibu tidak perlu khawatir, aku yakin aku sudah bisa untuk menjaga diri ku sendiri.. " jawab dika tetap pada pendiriannya


sementara itu di dapur


" prajurit! apakah kamu sudah menemukan kecoa itu? " tanya anak kecil


" belum bocaahh, mencari kecoa di siang hari itu sangat sulit, mereka biasa keluar dari persembunyian nya pada malam hari untuk mencari makan sehingga lebih mudah mencari nya di malam hari.." jawab prajurit


" bukankah itu artinya sekarang kita harus mencari tempat persembunyian kecoa itu?" ucap anak kecil itu sambil terus mencari kecoa


"tentu saja harus seperti itu, tapi yang susah itu dimana letak persembunyian nya aku tidak tau." jawab prajurit itu


" sial, apa memang mustahil mendapat kecoa itu, ini artinya aku hanya dapat menyelesaikan pembuatan ramuan ini pada malam hari" pikir anak kecil itu


tiba tiba jendral langsung terlihat memasuki dapur


" hey apa sudah kau dapatkan kecoa itu?" tanya sang jendral


" belum tuan jendral, sangat susah mencari kecoa pada siang hari... mereka biasanya keluar pada malam hari, bisakah kita tunda pencariannya sampai malam nanti tuan jendral?" jawab prajurit itu


" sialan, ramuan itu harus sudah dibuat siang ini jadi kita tidak bisa menunda pencarian kecoa itu sampai malam.. pokoknya kita harus menemukan kecoa bersayap itu sekarang," balas sang jendral dengan nada sedikit membentak


"baik tuan jendral, saya akan mencoba menanyakan letak persembunyian kecoa itu kepada prajurit lain mungkin di antara mereka ada yang tahu.... dan juga aku akan meminta temanku untuk membantu mencari.. akan sangat sulit jika hanya kita bertiga yang mencarinya " ucap prajurit itu

__ADS_1


__ADS_2