Raja Yang Sesungguhnya

Raja Yang Sesungguhnya
PART 6


__ADS_3

iya ibu semoga saja ayah mengizinkan" balas dika kepada ibunya


"ya sudah kalau begitu sebaiknya kamu harus segera tidur." kata ibunsa dika


"ibu" tanya dika kepada ibunya


" iya dika ada apa? apa kamu belum mengantuk?"jawab ibu dika


" ibu aku ingib ibu menceritakan sedikit tentang kisah raja terdahulu yg membangun kerajaan ini apakah ibu tau kisahnya ?" tanya dika


"ummm kisah raja terdahulu yaa , ibu kurang tau kisahnya, mungkin ayahmu yang tau kisah tentang pendiri kerajaan ini, tapi ibu punya kisah tentang seorang raja yang sangat hebat, dulu ada seorang raja yang sangat tegas berani dan bijaksana dia bernama umar


pada saat itu terjadi musim kemarau yang sangat panjang . masyarakat di daerah itu menderita paceklik berat .


pada suatu malam umar tersebut keluar dari kerajaan nya dan berjalan jalan pada malam hari bersama dengan pelayan nya yang bernama aslam raja itu berjalan jalan ke kampung terpencil yang berada di tengah gurun


secara tiba tiba raja itu terkejut karena mendengar suara anak yang sedang menangis dengan keras dalam sebuah gubuk kecil yang sudah lusuh

__ADS_1


sang raja itu berkata kepada pelayannya yang bernama aslam untuk bertamu kerumah gubuk kecil itu


Umar: Assalamualaikum..


Wanita Janda: Waalaikumsalam (sedikit mengabaikan, dan kemudian melanjutkan pekerjaanya yaitu sambil mengaduk panci)


Umar: Boleh aku mendekat?


Wanita Janda: Silahkan, jika kau membawa kebaikan


Umar: Siapakah gerangan yang menangis di dalam itu?


Wanita Janda: Anakku….


Umar: Kenapa anak-anakmu menangis? Apakah ia sakit?


Wanita Janda: Tidak, mereka lapar.

__ADS_1


(Umar dan Aslam tertegun. Mereka masih tetap duduk di depan kemah sampai lebih dari satu jam. Gadis kecil itu masih terus menangis. Sedangkan ibunya terus mengaduk-aduk isi pancinya)


Umar: Apa yang sedang kau masak, hai Ibu? Kenapa tidak matang-matang juga masakanmu itu?


Wanita Janda: Hmmm, kau lihatlah sendiri!


(Umar dan Aslam segera menjenguk ke dalam panci tersebut. Alangkah kagetnya ketika mereka melihat apa yang ada di dalam panci tersebut. Sambil masih terbelalak tak percaya, Umar berteriak)


Umar: Apakah kau memasak batu?!


Wanita Janda: Aku memasak batu-batu ini untuk menghibur anakku. Inilah kejahatan Khalifah Umar bin Khattab. Ia tidak mau melihat ke bawah, apakah kebutuhan rakyatnya sudah terpenuhi apa belum. Lihatlah aku. Aku seorang janda. Sejak dari pagi tadi, aku dan anakku belum makan apa-apa. Jadi anakku pun kusuruh berpuasa, dengan harapan ketika waktu berbuka kami mendapat rejeki. Namun ternyata tidak. Sesudah magrib tiba, makanan belum ada juga. Anakku terpaksa tidur dengan perut yang kosong. Aku mengumpulkan batu-batu kecil, memasukkannya ke dalam panci dan kuisi air. Lalu batu-batu itu kumasak untuk membohongi anakku, dengan harapan ia akan tertidur lelap sampai pagi. Ternyata tidak. Mungkin karena lapar, sebentar-sebentar ia bangun dan menangis minta makan."


note : ( copas cerita umar bin khatab heheh)


" belum sempat ibu dika menyelesaikan ceritanya ibu dika melihat ternyata dika sudah tertidur pulas akhirnya ibu dika mengambil selimut dan menyelimutkan nya kepada dika dan suaminya tiba tiba dlterdengar suara "Dinda! " tanya suami ibu dika tentu saja ibu dika terkejut karena tiba tiba mendengar suaminya yang seharusnya sudah istirahat malah terbangun "maaf kanda karena aku telah membangunkanmu dari tidurmu" kata ibu dika yang merasa bersalah karena telah membangunkan suaminya yang jelas jelas dalam kondisi sangat lelah " tidak masalah dinda aku hanya ingin bertanya apa yang ingin kau bicarakan tadi, apakah perihal keinginan dika apakah ada alasan kenapa dika tiba tiba ingin tidur bersama kita berdua?" tanya suaminya " sebaiknya kita bicarakan besok saja kanda, kanda pasti sangat lelah maaf kanda" jawab istri dengn nada membujuk karena dia sendiri merasa bersalah telah membangunkan suaminya.. " tidak apa apa dinda aku hanya kepikiran terhadap apa yang ingin kamu bicarakan sehingga aku tidak dapat tertidur, mungkin aku tidak akan bisa tidur sebelum aku mengobati rasa penasaran ini" bujuk suaminya kepada isterinya


"baiklah kanda jika itu memamg keinginan kanda.. tadi dika bercerita kepadaku tentang keinginannya untuk bersekolah bagaimana menurut kanda?" jelas ibu dika "hmmm bersekolah yaa, masa sih anak kita tiba tiba mau mengajukan diri untuk bersekolah sebelum kita menyuruhnya untuk bersekolah para putra raja kebanyakan harus dipaksa supaya mereka mau bersekolah kenapa anak kita justru malah mengajukan diri untuk bersekolah bukankah ini aneh?" jelas suaminya kepada isterinya " saya pun berpikir demikian kanda pasti ada alaasan kenapa dika tiba tiba menginginkan untuk bersekolah saya bertanya alasan dia tiba tiba ingin bersekolah tetapi dia hanya menjawab kalau dia ingin bersekolh supaya suatu saat nanti dia bisa menjadi seorang raja yang hebat " jelas ibu dika. " umm raja yang hebat ya .. dinda bagaimana menurutmu apakah sebaiknya kita mengizinkannya bersekolah? tanya ayah dika. " jujur kanda sebenarnya aku tidak ingin jauh jauh dari dika jika dia bersekolah dia akan berpisah dengan kita dan di akan mulai menghadapi bagaimana kejamnya dunia saya khawatir terhadap dika yang masih kecil dia belum terlalu paham cara menjaga dirinya sendiri aku sangat khawatir kanda" jelas ibu dika. " apa yang kau katakan? bukankah ini saat yang tepat untuk membuatnya semakin dewasa dia akan bisa belajar bagaimana hidup mandiri dan bagaimana cara menjaga diri sudah seharusnya kita sebagai orang tua berusaha mendukung kesukses sannya di masa depan lagipula jika dika bersekolah aku bisa setiap hari berduaan denganmu dan melakukan hal itu" kata ayah dika sambil memegang pipi istri kesayangannya tersebut... dengan malu malu sang istri menjawab " ummm melakukan apa??" "dinda?" tanya ayah dika tiba tiba " kenapa kanda?" jawab istrinua " aku ingin memiliki anak perempuan dinda maukah kamu mengabulkannya ?" tanya sang suami .. sang istri langsung merbuah posisi berbaring membelakangi suaminya sambil menahan malu atas apa yang dikatakan suaminya " maaf kanda melahirkan itu sangat menyakitkan aku tidak bisa memenuhi keinginan kanda" jawab istrinya menolak sambil menahan rasa malu... "ayolah dinda aku ingin punya anak perempuan, pasti anak perempuannya akan sangat cantik seperti dirimu" bujuk ayah dika kepada isteri tercintanya. " maaf kanda aku mengantuk ingin tidur" balas ibu dika sambil memalingkan muka " hey dinda aku mohon bukankah kamu juga menginginkan seorang anak perempuan yang sangat imutt " bujuk ayah dika kepada istrinya tetapi sang suami tidak mendengar jawaban sari istrinya " apa dia sudah tidur??..... sang suami langsung bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menghampiri istrinya yang memalingkan muka, suami tersebut berdiri melihat wajah istrinya aang suami kemudian duduk bersimpuh dihadapan istrinya yg menutup mata terliahat sudah tidur " terimakasih dinda, kamu sudah memberikan kebahagian kepadaku aku aangat bersyukur mempunyai istri sepertimu dan putra seperti dika. selamat malam dinda semoga mimpi indah " ucap sang suami sambil mengecup dahi isterinya dan menyelimuti istrinya tersebut. sang suami kemudian kembali tidur diranjang dan tidur... tiba tiba saja sang isteri membuka mata sambil memegang dahinya yang telah dicium oleh suaminya ... "terima kasih kanda aku juga sangat senang dan bersyukur memiliki seorang suami sepertimu" ucap sang isteri dalam hatinya

__ADS_1


__ADS_2